Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Wakaf sebagai Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Mochammad Andre Agustianto
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2019.9.2.143-163

Abstract

Signifikansi wakaf selama ini masih kurang begitu familiar dimata masyarakat Indonesia. Sebagaian besar mind set mereka masih menganggap dan memahami bahwa persoalan wakaf masih sebatas tentang aset tak bergerak seperti tanah, itupun dengan model pendayagunaan yang masih terbilang jauh dari kata maksimal, seperti peruntukkannya sebagai masjid, sekolah, pesantren, tempat pemakaman dan lain sebagainya, sehingga secara kemanfaatan masih terasa nuansa relijiusitasnya dibandingkan dengan kemanfaatan ekonomi yang seharusnya. Padahal secara fiqih ulama meluaskan makna objek yang bisa dijadikan wakaf tidak hanya pada tanah atau aset tak bergerak seperti yang banyak dipahami. Bahkan dengan gagasan itu dimunculkan ide untuk menjadikan uang sebagai objek wakaf karena melihat nilai kemanfaatannya yang sangat fleksibel. Begitu pula dengan dalam hal tanah atau aset tak bergerak, pakar ekonomi banyak menyebutkan jika pendayagunaan aset wakaf bisa dikelola secara produktif, semisal dibuat toko, perhotelan dan lai-lain. Untuk itu penelitian ini mencoba untuk mengulas lebih jauh tentang paradigma zakat dari berbagai prespektif pendapat ulama dan menggali lebih dalam lagi potensi produktifitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka yang disampaikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wakaf merupakan filantropi yang memiliki potensi ekonomi luar biasa yang mampu untuk mensejahterakan masyarakat secara luas, baik yang berupa wakaf uang maupun waqaf aset tak bergerak.
Konsep Santripreneur dan Kemadirian Pesantren: Studi Komparasi PP Al-Azhar Banyuwangi dan PP Mukmin Mandiri Sidoarjo): The Concept of Santripreneurs and Islamic Boarding School Independence: Comparative Study of PP Al-Azhar Banyuwangi and PP Mukmin Mandiri Sidoarjo Mochammad Andre Agustianto; Sunarto AS
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 12 No. 2 (2022): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2022.12.2.176-192

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana praktek kewirausahaan santri dan kemandirian pesantren PP Al-Azhar Muncar Banyuwangi dan PP Mukmin Mandiri Sidoarjo. Dasar pemilihan lokus penelitian adalah sebab kedua pesantren ini mempunyai kemiripan tentang praktek bisnis di bidang jual beli Kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh bersifat primer yang didapat dengan mewawancari pihak pesantren dan observasi di lapangan. Selain itu juga didukung data sekunder dengan menelaah dokumen-dokumen relevan. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa praktek kewirausahaan santri di PP Al-Azhar Muncar Banyuwangi tidak menjadi core aktifitas pendidikan santri sebab produksi dan pemasaran Kopi dilakukan tidak berkala. Kemandirian pesantren PP Al-Azhar Muncar Banyuwangi juga tidak bergantung pada bisnis Kopi sebab keuntungan daro praktek bisnis Kopi tidak diserap untuk kepentingan pesantren melainkan diperuntukkan untuk mendukung aktivitas organisasi santri. Sedangkan praktek kewirausahaan santri di PP Mukmin Mandiri Sidoarjo menjadi core aktifitas santri sebab produksi dan pemasaran kontrinyu dilakukan setiap hari. Kemandirian pesantren juga terbilang cukup mapan dengan adanya bisnis Kopi dan bisnis-bisnis lain yang dilakukan oleh pesantren. Kata Kunci: Santripreneur, Kemadirian Pesantren, Bisnis Kopi. Abstract: This study aims to discover how students practice entrepreneurship and self-reliance at the Al-Azhar Muncar Islamic boarding school in Banyuwangi and Mukmin Mandiri Sidoarjo. The basis for selecting the research locus is that the two Islamic boarding schools have similarities regarding business practices in the field of buying and selling coffee. The research method used is descriptive qualitative. The data obtained are primary in nature obtained by interviewing the leader of boarding school (Kiai) and field observations. Besides that, it is also supported by secondary data by examining relevant documents. The results of this study show that the entrepreneurship practices of students at Al-Azhar Muncar Banyuwangi are not the core of students' educational activities because the production and marketing of coffee are carried out irregularly. The independence of the Al-Azhar Muncar Banyuwangi Islamic boarding school also does not depend on the coffee business because the profits from coffee business practices are not absorbed for the benefit of the institution of boarding school but are intended to support the activities of the student organization. Meanwhile, the entrepreneurial practice of students at Mukmin Mandiri Sidoarjo is the core of the activities of the students because continuous production and marketing are carried out every day. The independence of the institution is also well established with the existence of the coffee business and other businesses carried out by the institution of boarding school. Keywords: Santripreneur, Islamic Boarding School Independence, Coffee Business.
Strategi Bersaing Platform Linkaja Syariah Di Era Gempuran Persaingan Bisnis Fintech Shelvy Eka Auliya Firmani; Mochammad Andre Agustianto
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 4 No. 5 (2024): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (in-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v4i5.2205

Abstract

Kehadiran financial teknologi telah mengubah lanskap bisnis keuangan, menciptakan persaingan yang ketat di antara platform-platform pembayaran digital. Salah satu platform dalam ranah ini adalah LinkAja Syariah, platform dompet digital yang menawarkan layanan keuangan berbasis syariah. Di tengah gempuran persaingan yang semakin intens, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi bersaing yang digunakan oleh platform LinkAja Syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan deskriptif yang diperoleh dari pengumpulan data seperti jurnal, buku, artikel ilmiah, dll. Hasil analisis pada penelitian ini adalah memberikan gambaran yang komprehensif terkait disversifikasi produk LinkAja Syariah dengan produk lainnya dan juga memaparkan berbagai strategi bersaing yang dapat dilakukan oleh LinkAja Syariah guna mempertahankan dan memperluas pangsa pasar di era persaingan fintech yang semakin sengit. Implikasi praktis dari temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengambilan keputusan strategis bagi perusahaan fintech serupa yang bergerak dalam ranah layanan keuangan syariah.
Islamic Philanthropy Model Based on a Waste Bank for Empowering Pesantren Communities: Evidence from Tebuireng Pesantren, Indonesia Bakhrul Huda; Mochammad Andre Agustianto; Mohammad Majduddin; Abdul Hakim
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 25 No. 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v25i1.20584

Abstract

This study examines the development of an Islamic philanthropy model based on a waste bank system in the context of pesantren-based community empowerment. While previous studies have largely positioned waste banks within environmental management and economic empowerment frameworks, they have given limited attention to their potential role as mechanisms of Islamic social finance. This study addresses this gap by analyzing how economic activities derived from waste management can be transformed into socially oriented philanthropic practices. Using a qualitative approach with an intrinsic case study design, this research was conducted at the Tebuireng Waste Bank (BST), Jombang. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving waste bank managers, pesantren authorities, community participants, and beneficiaries. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns and construct a conceptual model. The findings reveal that BST operates beyond a conventional waste management system by integrating circular economy practices with pesantren values, enabling the transformation of economic value into social value. The proceeds from waste-related activities are collectively managed and implicitly function as a form of productive charity, contributing to social redistribution and community empowerment. This process is mediated by the pesantren's institutional and normative roles, ensuring alignment with Islamic principles such as trustworthiness, justice, and public benefit. This study proposes a conceptual model of Islamic philanthropy grounded in a circular economy framework, in which community participation, economic value creation, and social redistribution are interconnected in a sustainable cycle. The study contributes to the literature by extending the scope of Islamic philanthropy beyond traditional instruments toward community-based and productive practices. It also offers practical insights for developing sustainable empowerment models within Islamic social institutions.
Implementasi Penghimpunan Dan Pendistribusian Dana Infaq Dan Shodaqoh Melalui Program S3 Dan Donatur Untuk Kesejahteraan Mustahik Pada LAZISNU Ranting Wadeng Wardati Humairoh; Mochammad Andre Agustianto
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 8 No. 2 (2026): (September 2026)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v8i2.1853

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi penghimpunan dan pendistribusian dana infaq dan shodaqoh melalui Program S3 (Sedekah Sedino Sewu) dan donatur serta kontribusinya terhadap kesejahteraan mustahik pada LAZISNU Ranting Wadeng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan dipilih secara purposive, terdiri atas pengurus LAZISNU dan penerima bantuan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai instrumen penelitian, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghimpunan dana dilakukan melalui Program S3 secara rutin menggunakan kaleng sedekah dan melalui donatur dengan nominal sesuai kemampuan. Rata-rata penghimpunan S3 sebesar Rp11.414.600 per bulan dan donatur sebesar Rp10.500.000 per bulan, meskipun masih berfluktuasi mengikuti kondisi ekonomi masyarakat. Dana didistribusikan melalui program kesehatan, sosial, dan pendidikan dengan mempertimbangkan kebutuhan penerima. Pendayagunaan dana berkontribusi terhadap kesejahteraan mustahik melalui kemudahan layanan kesehatan, bantuan pendidikan, pengurangan beban ekonomi, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi program ekonomi produktif masih dalam tahap perencanaan. Kata kunci: Infaq, Shodaqoh, Fundraising, Pendistribusian, Kesejahteraan Mustahik
Persepsi Wali Murid terhadap Manfaat Ekonomi dan Sosial Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Perspektif Ekonomi Syariah: Studi di Kelurahan Gunung Anyar Kota Surabaya Aulia Rahma; Mochammad Andre Agustianto
JES (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol. 11 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jes.v11i2.1257

Abstract

The Free Nutritious Meals (Makan Bergizi Gratis/MBG) Program is a government program aimed at supporting children's nutritional needs and providing benefits for families. This study aims to examine parents' perceptions of the economic and social benefits of the MBG Program in Gunung Anyar, Surabaya, from an Islamic Economics perspective. This research used a descriptive qualitative approach. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation involving parents whose children received the MBG Program. The findings show that the program provides economic benefits by helping some families reduce expenses for children's meals and pocket money. Socially, the program creates shared eating experiences and relatively equal access to food, which can reduce visible differences in children's meals and family economic conditions. However, the benefits perceived by parents vary depending on children's eating experiences, family economic conditions, age, menu suitability, and the quality of program implementation. From the perspective of Islamic Economics, the MBG Program reflects the concept of maslahah and is related to hifz al-nafs through the fulfillment of children's nutritional needs, hifz al-mal through the potential reduction of household food expenses, and al-'adl through relatively equal access to food. Therefore, improving food quality, menu suitability, portion sizes, and implementation consistency is important to optimize the benefits of the program.