Yani Mulyani
Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI POLA HIDUP SEHAT KEPADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MANJAHLEGA KOTA BANDUNG DALAM MENANGGULANGI OBESITAS SEBAGAI FAKTOR RESIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR Patonah Patonah; Lia Marliani; Yani Mulyani
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2019): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v3i2.290

Abstract

Prevalensi penyakit tidak menular yang terus meningkat di Indonesia, mengakibatkan naiknya beban biaya kesehatan dan menurunkan produktivitas bangsa. Salah satu factor resiko utama penyakit tidak menular adalah obesitas. Obesitas merupakan kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak yang berlebihan dalam tubuh. Akumulasi penimbunan lemak terjadi ketika asupan makanan lebih besar dari energi yang digunakan untuk aktifitas. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah penyakit tidak menular adalah program masyarakat hidup sehat (GERMAS). Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi program GERMAS agar masyarakat memahami pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Manjahlega, RW 08 bekerjasama dengan ketua RT, RW dan ketua PKK. Edukasi dilakukan dengan 3 fokus utama termasuk edukasi meningkatkan aktivitas fisik, edukasi pola diet sehat, dan pemeriksaan kesehatan terdiri dari IMT (indeks massa tubuh), lingkar pinggang, tekanan darah, asam urat, kolesterol dan glukosa darah. Kegiatan dihadiri oleh laki-laki dan perempuan dengan usia rata-rata adalah 57 tahun. Beberapa peserta telah didiagnosa oleh dokter menderita hipertensi, hyperlipidemia, hiperurikemia, dan atau diabetes mellitus. Kesimpulan: kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perbaikan pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai GERMAS.
PEMANTAUAN REAKSI OBAT MERUGIKAN DARI PENGGUNAAN OBAT ANTIINFLAMASI TERHADAP GASTROINTESTINAL Yani Mulyani
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 01 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anti-inflammatory drugs are often prescribed in hospitals, especially in adult patients to treat pain, especially in joint disease. Anti-inflammatory drug that is used long term can cause gastrointestinal disturbances. This study aims to monitor adverse drug reactions from the use of anti-inflammatory drugs on the gastrointestinal. This study is a descriptive study using concurrent data is taken from the order signals in the inpatient unit involving 52 patients. This study includes several stages of the preliminary survey, the determination of medicine criteria, criteria of drug use, setting criteria of patients, collecting data from the order signal, there is a data source, data analysis and conclusions. The results showed that of the 52 patients there are 17.31% of patients get anti-inflammatory drug therapy (consisting of 11.53% receiving nonsteroidal anti-inflammatory drugs and 5.77% received antiinflammatory steroid) and received a gastrointestinal drug without gastrointestinal indications. Gastrointestinal drugs used were antiemetic 23.61%, 19.44% antacids, antiflatulen, 16.67, kolagogum 8.33%, 12.50% other gastrointestinal drugs, antidiarrheal 11.11%, 2.78% laxative, and digestan koreletikum 2.78%. Based on the results of this study concluded that the use of anti-inflammatory drugs either steroids or nonsteroidal can lead to gastrointestinal adverse drug reaction it gained 17.31%
AKTIVITAS ANTIDIABETES DARI SEDIAAN SIRUP KONSENTRAT KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Poety Prawestyi; I Ketut Adnyana; Yani Mulyani
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan sindrom metabolik paling umum di seluruh dunia. Penyakit ini muncul ketika insulin tidak cukup diproduksi atau insulin tidak dapat berfungsi dengan baik. Salah satu obat alternatif yang berefek sebagai antidiabetes adalah kulit buah manggis. Kulit buah manggis ini dimanfaatkan menjadi suatu sediaan salah satunya dalam bentuk sirup konsentrat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antidiabetes dari sirup konsentrat kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) dan mengetahui dosis efektif dari sirup konsentrat kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) yang memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. Penelitian dilakukan secara in-vivo pada hewan uji mencit galur Swiss webster dengan menggunakan metode test toleransi glukosa. Sejumlah 30 ekor mencit dikelompokkan secara acak menjadi 6 kelompok. Sirup konsentrat kulit buah manggis diberikan secara oral dengan dosis 100, 200, 400 mg/kgbb dan obat pembanding yang digunakan adalah glibenklamid 0,65 mg/kgbb. Parameter yang diukur adalah penurunan kadar glukosa dalam darah pada menit ke 0, 60, 90, 120, 150. Data hasil pengujian kadar glukosa darah dengan dosis 100, 200, 400 mg/kg BB memberikan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sirup konsentrat kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) diduga memiliki aktivitas antidiabetes dengan dosis efektif adalah dosis 100 mg/kgbb.