Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIMENSI FITRAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM jafni nawawi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i1.201

Abstract

Petunjuk dalam QS. 30. Al Rum: 30 menggambarkan fitrah memiliki dua dimensi yaitu fitrah agama dan fitrah manusia. Fitrah agama berwujud wahyu dan sunnah, dan fitrah manusia merupakan potensi-potensi yang baik. Keduanya kembar, Q.S. 7. Al A‟raf: 172 menginformasikan bahwa setiap manusia di alam ruh telah mengucapkan syahadat mengakui Allah sebagai Tuhan dan siap siaga menerima agama tauhid. Sabda Rasulullah saw. bahwa “setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah” sama maksudnya dengan Al A‟araf 172. Bila fitrah manusia tidak diisi dengan agama tauhid maka terjadi penyimpangan dan kedurhakaan terhadap Allah. Rasulullah saw. mengingatkan bahwa ibu bapaknya (dan lingkungan) dapat membuat perkembangan fitrah manusia menjadi menyimpang seperti orang Yahudi, Majusi, dan Nasrani. Untuk memelihara fitrah tetap berkembang dengan ajaran agama tauhid memerlukan proses memadukan dan menginternalisasikan ajaran agama tauhid ke dalam diri manusia. Memadukan kedua fitrah itu memerlukan proses pendidikan Islam yang teleologis untuk menyempurnakan akhlak menjadi mulia guna mewujudkan Manusia Berkepribadian Muslim.
Analisis Self Control Siswa Pelaku Bullying: Penelitian Harmalis Harmalis; Jafni Nawawi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1500

Abstract

Bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan oleh orang lain kepada individu secara terus menerus dan berulang-ulang dengan jangka waktu yang lama. Tindakan negatif tersebut bisa dalam bentuk bullying verbal, bullying fisik dan bullying sosial, namun sangat disayangkan dalam kehidupan dewasa ini banyaknya terjadi bullying di lingkungan sekolah, yang seharusnya sekolah itu merupakan tempat menuntut ilmu dan membentuk karakter yang baik bagi siswa. Bullying melibatkan interaksi dinamis antara pelaku dan korban. Pelaku bullying berorientasi meningkatkan kekuatan, dan korban bullying cenderung kehilangan kekuatan, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku bullying adalah kontrol diri, dimana melalui kontrol diri individu dapat menurunkan agresi dengan mempertimbangkan aspek aturan yang berlaku, artinya melalui kontrol diri individu dapat mengatur perilakunya secara positif dan mempertimbangkan konsekuensi yang dihadapi sehingga menghindari untuk melakukan tindakan bullying terhadap orang lain. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kuantitatf dengan desain kuantitatif deskriptif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan angket untuk memperoleh keterangan yang langsung dari responden. Tujuan penelitian untuk menganalisis self control siswa pelaku bullying (Self discipline, Deliberate/non impulsive, Healthy habits, Work ethic,dan Reliability). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Self discipline siswa pelaku bullying berada pada kategori tinggi, Deliberate/non impulsive siswa pelaku bullying berada pada kategori tinggi, Healthy habits siswa pelaku bullying berada pada kategori sedang, Work ethic siswa pelaku bullying berada pada kategori tinggi, dan Reliability siswa pelaku bullying berada pada kategori sedang.