Bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan oleh orang lain kepada individu secara terus menerus dan berulang-ulang dengan jangka waktu yang lama. Tindakan negatif tersebut bisa dalam bentuk bullying verbal, bullying fisik dan bullying sosial, namun sangat disayangkan dalam kehidupan dewasa ini banyaknya terjadi bullying di lingkungan sekolah, yang seharusnya sekolah itu merupakan tempat menuntut ilmu dan membentuk karakter yang baik bagi siswa. Bullying melibatkan interaksi dinamis antara pelaku dan korban. Pelaku bullying berorientasi meningkatkan kekuatan, dan korban bullying cenderung kehilangan kekuatan, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku bullying adalah kontrol diri, dimana melalui kontrol diri individu dapat menurunkan agresi dengan mempertimbangkan aspek aturan yang berlaku, artinya melalui kontrol diri individu dapat mengatur perilakunya secara positif dan mempertimbangkan konsekuensi yang dihadapi sehingga menghindari untuk melakukan tindakan bullying terhadap orang lain. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kuantitatf dengan desain kuantitatif deskriptif. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan angket untuk memperoleh keterangan yang langsung dari responden. Tujuan penelitian untuk menganalisis self control siswa pelaku bullying (Self discipline, Deliberate/non impulsive, Healthy habits, Work ethic,dan Reliability). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Self discipline siswa pelaku bullying berada pada kategori tinggi, Deliberate/non impulsive siswa pelaku bullying berada pada kategori tinggi, Healthy habits siswa pelaku bullying berada pada kategori sedang, Work ethic siswa pelaku bullying berada pada kategori tinggi, dan Reliability siswa pelaku bullying berada pada kategori sedang.
Copyrights © 2025