Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Remaja dalam Penyebaran Hoax di Grup WhatsApp Ririn Puspita Tutiasri; Ade Kusuma; Sumardjijati Sumardjijati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.36

Abstract

Mudahnya mengakses informasi dan paperless adalah dampak positif dari perkembangan media informasi, dimana manusia dengan mudahnya dapat mendapatkan informasi secepat mungkin. Kemajuan teknologi sangat erat hubunganya dengan bagimana sebuah informasi atau pesan itu diciptakan, selain itu teknologi juga mempengaruhi arus persebaran informasi. Pada dasarnya adanya teknologi menjadikan manusia lebih mudah dalam menyampaikan informasi, menjadikan prinsip yang jauh menjadi dekat. Selain dampak positif dari kemajuan teknologi diatas juga muncul dampak negatif dari aplikasi Instant Messenger. Dimana para pengguna bisa membuat, memodifikasi, serta menyebarkan informasi. Informasi yang tidak bersumber pada sebuah kebenaran atau disebut hoax bisa mempengaruhi sesorang, kelompok bahkan suatu negara. Informasi Hoax ini segaja dibuat untuk mempengaruhi atau merubah persepsi penerima pesan agar mengikuti pesan yang dibuat. Perilaku penyebaran hoaxs banyak terjadi pada Instant Messenger dimana pada penelitian ini meneliti interaksi para pengguna pada aplikasi WhatsApp Grup.
KOMUNIKASI ANAK DOWNSYNDROME DENGAN ORANG TUA DI KABUPATEN GRESIK Fatikhatur Rahma; Sumardjijati Sumardjijati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4164-4174

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi orang tua dengan anak, terutama anak penderita Down Syndrome yang dalam kehidupan sehari-hari masih sangat tergantung dengan orang tua. Penelitian ini berfokus pada bagaimana cara orang tua berinteraksi dengan anak Down Syndrome terkait dengan pola komunikasi, bentuk komunikasi dan teknik atau strategi komunikasinya. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjabarkan hasil temuan yang di dapat melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil temuan peneliti menunjukan bahwa terdapat tiga pola komunikasi yang digunakan yakni pola komunikasi seimbang tak terpisah, seimbang terpisah dan monopoli. Dari bentuk komunikasinya orang tua dan anak ditemukan dua anak Down Syndrome yang menggunakan bahasa verbal secara lisan dan tiga anak Down Syndrome menggunakan bahasa nonverbal seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah dan sentuhan. Terakhir teknik komunikasi orang tua dengan anak Down Syndrome menggunakan teknik modelling yakni orang tua sebagai contoh untuk anak Down Syndrome dalam kehidupan sehari-hari dan teknik persuasive yang bertujuan untuk mempengaruhi dan meyakinkan anak Down Syndrome terhadap sebuah pesan.