Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perempuan dalam Industri Kreatif Indonesia Aulia Rahmawati; Ade Kusuma; Sumardjijati Sumardjijati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v0i1.30

Abstract

Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020-2030 mendatang. Jumlah usia produktif akan didominasi oleh generasi yang berusia 17 hingga 37 tahun. Keuntungan dari melimpahnya jumlah usia muda dan produktif dapat menjadi salah satu kekuatan bagi pembangunan suatu negara. Sejak tahun 2015 melalui pembentukan Bekraf, pemerintah Indonesia menggarap potensi industri kreatif dengan lebih serius. Industri ini juga diproyeksikan akan meningkatkan akses perempuan terhadap kesempatan kerja yang lebih luas. Lima orang wirausaha muda perempuan dengan bebagai jenis usaha kreatif diwawancarai melalui proses FGD (focus group discussions) untuk melihat bagaimana partisipan memaknai kerja kreatif mereka dalam industri ini dan bagaimana faktor jender (gender) berpengaruh terhadap pilihan profesi mereka. Tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa partisipan awalnya melihat industri ini sebagai bentuk industri yang ideal, namun dalam kenyataannya juga memiliki derajat ketidakpastian yang tinggi. Walau tidak pasti, partisipan menganggap bahwa kerja kreatif ideal bagi perempuan menikah dan ibu rumah tangga karena posisi perempuan yang tidak diharapkan sebagai pencari nafkah utama. Berbagai studi menyimpulkan bahwa perempuan masih menjadi pekerja kreatif yang kalah dalam hal representasi dan penghasilan dibandingkan laki-laki, apalagi bagi para anggota kelompok minoritas yang lain.
Perilaku Remaja dalam Penyebaran Hoax di Grup WhatsApp Ririn Puspita Tutiasri; Ade Kusuma; Sumardjijati Sumardjijati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2 No 1 (2019): Media dan Industri Kreatif
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jkom.v2i1.36

Abstract

Mudahnya mengakses informasi dan paperless adalah dampak positif dari perkembangan media informasi, dimana manusia dengan mudahnya dapat mendapatkan informasi secepat mungkin. Kemajuan teknologi sangat erat hubunganya dengan bagimana sebuah informasi atau pesan itu diciptakan, selain itu teknologi juga mempengaruhi arus persebaran informasi. Pada dasarnya adanya teknologi menjadikan manusia lebih mudah dalam menyampaikan informasi, menjadikan prinsip yang jauh menjadi dekat. Selain dampak positif dari kemajuan teknologi diatas juga muncul dampak negatif dari aplikasi Instant Messenger. Dimana para pengguna bisa membuat, memodifikasi, serta menyebarkan informasi. Informasi yang tidak bersumber pada sebuah kebenaran atau disebut hoax bisa mempengaruhi sesorang, kelompok bahkan suatu negara. Informasi Hoax ini segaja dibuat untuk mempengaruhi atau merubah persepsi penerima pesan agar mengikuti pesan yang dibuat. Perilaku penyebaran hoaxs banyak terjadi pada Instant Messenger dimana pada penelitian ini meneliti interaksi para pengguna pada aplikasi WhatsApp Grup.
ANALISIS RESEPSI PENGGUNA MEDIA SOSIAL TERHADAP KEJAHATAN DUNIA MAYA PADA FILM DOKUMENTER THE TINDER SWINDLER Wangsit Galuh Candra Kirana; Ade Kusuma
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 2 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i2.2023.551-560

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi, berbagai media sosial muncul dan dapat digunakan untuk mencari informasi dan hiburan. Media sosial memberi kemudahan bagi para penggunanya untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara virtual. Kehadiran media sosial juga dapat memunculkan berbagai bentuk kejahatan di dunia maya. The Tinder Swindler merupakan salah satu film dokumenter yang menampilkan cerita tentang kejahatan dunia maya pada media sosial yang berbentuk aplikasi kencan atau dating apps, yaitu Tinder. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan pengguna media sosial terhadap kejahatan dunia maya seperti yang ditampilkan pada film dokumenter The Tinder Swindler. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi dari Stuart Hall. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap informan yang merupakan pengguna media sosial memiliki respon yang beragam karena dipengaruhi oleh field of experience dan frame of reference. Para pengguna media sosial pada posisi dominant-hegemonic menerima bahwa aplikasi kencan Tinder berpotensi memunculkan tindakan penipuan hingga memunculkan ketakutan dan trust issue terhadap orang baru yang ditemui di media sosial. Para pengguna media sosial yang masuk dalam kategori negotiated menjadikan menerima adanya peluang kejahatan dunia maya pada aplikasi Tinder namun hal tersebut tidak secara langsung akan mempengaruhi penggunaan media sosial. Pada penelitian ini, tidak ditemukan adanya informan yang masuk dalam kategori oppositional karena seluruh informan sudah mengetahui bahaya kejahatan dunia maya.
Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Microgreens Sebagai Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi Ade Kusuma; Aryadeva Kemal Rafli; Chitra Laksmi Rithmaya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 4 No. 1 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i1.709

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada permasalahan kesehatan dan lingkungan, namun juga berpengaruh pada ketidakstabilan ekonomi, sosial dan politik di suatu negara. Ketahanan pangan juga menjadi salah satu isu penting yang menjadi perhatian program kerja mahasiswa kelompok 13 KKN Tematik Bela Negara Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur yang berkolaborasi dengan PKK Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Surabaya. Hal ini diwujudkan dengan penyelenggaraan palatihan dan pendampingan budidaya microgreens sebagai upaya untuk memberikan inspirasi kegiatan bermanfaat di rumah saja pada masa pandemi. Selain itu budidaya microgreens juga bisa menjadi solusi bagi pemenuhan kebutuhan sayuran bagi warga secara mandiri, terutama masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan luas untuk berkebun. Keterbatasan masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PKKM membuat kegiatan pelatihan dilakukan secara daring, namun perwakilan mahasiswa dan dosen pembimbing lapang juga melakukan kunjungan langsung ke Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Surabaya untuk memberikan paket bibit dan peralatan agar dapat digunakan warga untuk mempraktikkan budidaya microgreens dari rumah masing-masing. Luaran dari kegiatan pelatihan ini adalah modul dan video cara budidaya microgreens.