Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Register Istilah dalam Bidang Pemasaran Rofiatul Hima
Belajar Bahasa Vol 2, No 1 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i1.648

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memetakan penggunaan istilah bahasa Indonesia dengan bahasa asing melalui perspektif sosiolinguistik. Istilah asing dalam bahasa Inggris sering digunakan dalam pemasaran suatu produk yang berupa produk makanan, barang, dan property. Penggunaan istilah asing tersebut mampu menunjukkan pretise atau tingkat social penggunannya. Manfaat yang lain adalah mampu meningkatkan nilai jual produk tertentu jika dibandingkan dengan produk yang menggunakan bahasa local (bahasa Indonesia). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini adalah studi observasi dan dokumentasi berupa brosur/pamphlet penjualan produk yang menggunakan istilah bahasa inggris. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa istilah asing yang digunakan dalam bidang pemasaran produk memiliki perubahan makna karena bidang pemakaian dan memiliki fungsi register bahasa untuk tujuan khusus yaitu mencapai keuntungan besarKata kunci : register, istilah bahasa Inggris, istilah bahasa Indonesia, bidang pemasaran
KOMPETISI BAHASA SEBAGAI WUJUD EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) Rofiatul Hima
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.832

Abstract

Kompetisi wujud kebahasaan saat ini sering digunakan dalam pertuturan maupun dalam penulisan karya ilmiah. Tampaknya penutur Bahasa Indonesia (BI) sering menggunakan kosa kata bahasa Asing (BA) yang belum diserap ke dalam bentuk bahasa Indonesia. Dikhawatirkan pada waktu mendatang, istilah dan kosa kata BI) kurang mendapat perhatian. Mengingat di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) arus produk ekonomis, informasi dan komunikasi masyarakat sekitar kawasan Asia Tenggara akan menggunakan bahasa Inggris untuk media komunikasi sehari-hari, tentu berdampak pada eksistensi BI. Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui wujud kompetisi BI dan BA, juga kompetisi antarentitas BI. Tujuan ini dicapai melalui metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis transkrip pertuturan dengan ancangan masyarakat bahasa poskolonial.Tahap kegiatannya adalah melaksanakan observasi terhadap bentuk kebahasaan yang berkompetisi yang dapat digunakan dalam kajian penelitian. Kemudian mengecek penggunaannya dalam situasi ragam formal untuk menunjukkan kegayutan data. Selain itu melaksanakan kegiatan wawancara terhadap penutur (narasumber) dalam acara seminar maupun guru dan dosen dalam memberikan materi pembelajaran yang terindikasi terdapat bentuk kebahasaan yang berkompetisi. Dari hasil analisis data ini, diharapkan bentuk istilah dan kosa kata BI yang baku dapat digunakan sebagai eksistensi bahasa indonesia sehingga bangsa indonesia bangga menggunakan bahasa indonesia.Kata Kunci: Kompetisi bahasa, MEA, eksistensi.
PREDIKAT KOMPLEKS DAN SERIALISASI VERBA BAHASA JAWA (STUDI PELESTARIAN BAHASA DAERAH MELALUI KAJIAN TATA BAHASA LEKSIKAL-FUNGSIONAL) Rofiatul Hima
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2015): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v1i1.32

Abstract

Penelitian yang berjudul Complex Predikat dan Verba Sserialisasi dalam Bahasa Jawa: Sebuah Analisis Leksikal-Fungsional dilakukan untuk menjelaskanbeberapa fenomena linguistik, seperti; (1) struktur predikat kompleks dan verba serialisasi; (2) jenis verba yang dapat diserialisasikan; dan (3) karakteristik hubungan kerja dalam predikat kompleks. Teori yang relevan untuk diterapkan karena fenomena linguistik tersebut adalah Leksikal Fungsional Grammar Teori (LFG). Bresnan (2001) dan Kaplan (1995) dengan prinsip bahwa teori itu generatif non-transformasional, dan leksikon sebagai dasar dari teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki dialek verba sederhana dan kata kerja yang kompleks. Kata kerja yang kompleks mengacu pada predikat kompleks dan kata kerja serialisasi untuk membangun predikat kompleks bahasa Jawa adalah melalui kombinasi dari dua kata kerja. Dalam penelitian ini masing-masing kata kerja dikenal sebagai PRED1 Dan PRED2 hubungan kedua jenis klausa utama dan sub klausa(matriks dan butir) dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa PRED1 adalah argumen dari PRED2 sementara di verba-serialisasi konstruksi PRED1 dan PRED2 memiliki hubungan dekat. Ini berarti bahwa tidak ada penanda sebagai pola gramatical konstruksi konstituen lainnya dalam serialisasi yang ditemukan di Bahasa Jawa: (1) PRED1 transitif dan PRED2 transitif; (2) PRED1 transitif dan intransitif PRED2; (3) PRED1 intransitif dan transitif PRED2; dan (4) PRED1 intransitif dan transitif PRED2. Kata-kata kunci: predikat kompleks, verba-serialisai, argumen, klausa utama, sub klausa