Penelitian yang berjudul Complex Predikat dan Verba Sserialisasi dalam Bahasa Jawa: Sebuah Analisis Leksikal-Fungsional dilakukan untuk menjelaskanbeberapa fenomena linguistik, seperti; (1) struktur predikat kompleks dan verba serialisasi; (2) jenis verba yang dapat diserialisasikan; dan (3) karakteristik hubungan kerja dalam predikat kompleks. Teori yang relevan untuk diterapkan karena fenomena linguistik tersebut adalah Leksikal Fungsional Grammar Teori (LFG). Bresnan (2001) dan Kaplan (1995) dengan prinsip bahwa teori itu generatif non-transformasional, dan leksikon sebagai dasar dari teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki dialek verba sederhana dan kata kerja yang kompleks. Kata kerja yang kompleks mengacu pada predikat kompleks dan kata kerja serialisasi untuk membangun predikat kompleks bahasa Jawa adalah melalui kombinasi dari dua kata kerja. Dalam penelitian ini masing-masing kata kerja dikenal sebagai PRED1 Dan PRED2 hubungan kedua jenis klausa utama dan sub klausa(matriks dan butir) dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa PRED1 adalah argumen dari PRED2 sementara di verba-serialisasi konstruksi PRED1 dan PRED2 memiliki hubungan dekat. Ini berarti bahwa tidak ada penanda sebagai pola gramatical konstruksi konstituen lainnya dalam serialisasi yang ditemukan di Bahasa Jawa: (1) PRED1 transitif dan PRED2 transitif; (2) PRED1 transitif dan intransitif PRED2; (3) PRED1 intransitif dan transitif PRED2; dan (4) PRED1 intransitif dan transitif PRED2. Kata-kata kunci: predikat kompleks, verba-serialisai, argumen, klausa utama, sub klausa
Copyrights © 2015