Nur Adi Kristanto
Marine Geological Institute of Indonesia, Jl. DR. Junjunan No. 236, Telp. 022 603 2020, 603 2201, Faksimile 022 601 7887, Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE SAFETY FACTOR ANALYSIS OF THE MARINE SLOPE STABILITY MODEL ON THE ACCESS CHANNEL OF MARINE CENTRE PLAN CIREBON, WEST JAVA. Franto Novico; Nur Adi Kristanto
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 25, No 2 (2010)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1474.746 KB) | DOI: 10.32693/bomg.25.2.2010.28

Abstract

This study is focused on access channel model that safety factors of some slopes stability would be investigated. Plaxis version 8 is applied to analyze a magnitude of safety factors and displacements based on three different slopes of access channel there are 30°, 45° and 60°. Furthermore, parameters are adopted from geotechnical drilling and laboratory tests. A finite element is applied as a simple model to analyze within a Mohr-coulomb equation. Based on soil data analyses on Marine Center Plan, indicates low safety factor and high deformation. As results, 10 to 40 meters deformation of the slopes and 0.80 to 2.34 of safety factor are obtained of the models. For that reason, a combination between slope channel and infrastructure must be considered. Keywords: Safety factor, slope stability, access channel, Marine centre, Plaxis Kajian ini dilakukan terhadap faktor keamanan dari beberapa jenis kemiringan dinding alur pelayaran yang selanjutnya dilakukan pemodelan dengan menggunakan alur pelayaran Besarnya keruntuhan dan faktor keamanan pada beberapa sudut kemiringan yang berbeda telah dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak geoteknik Plaxis Versi 8. Tiga jenis kemiringan yang berbeda telah dibuat yaitu sudut kemiringan 30°, 45° dan 60°. Sebagai data masukan, parameter diambil berdasarkan hasil pemboran geoteknik yang telah dianalisis di laboratorium. Model sederhana elemen terbatas telah dibuat dan dianalisis berdasarkan persamaan Mohr-Coulumb. Berdasarkan analisis data tanah pada rencana Marine Centre menunjukan faktor keamanan yang rendah dan deformasi yang besar. Total deformasi yang dihasilkan berkisar 10-40 meter dengan nilai faktor keamanan 0,80~2,34. Oleh karena itu, dari hasil tersebut perlu dipertimbangkan untuk mengkombinasikan kemiringan alur dengan infrastruktur. Kata kunci : faktor keamanan, kemiringan lereng, alur pelayaran, Marine centre, Plaxis
POTENTIAL HAZARDS OF SEDIMENT IN KENDARI BAY, SOUTHEAST SULAWESI Nur Adi Kristanto; Yogi Noviadi; Purnomo Raharjo
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 23, No 1 (2008)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.029 KB) | DOI: 10.32693/bomg.23.1.2008.8

Abstract

Kendari bay is located in front of Kendari city. There are two harbors in the inner part of bay which very important to support economic activities such as shipping and passenger transportation. The result of coastal characteristic mapping and physical oceanography survey show various coastal morphology, vegetation, weathering processes, sedimentation, currents, and water depth and sea floor morphology. Kendari bay is an enclosed bay; the area is wide in the inner part and narrow in mouth of bay (outlet), the morphology look like a bottle’s neck. Numerous mouth rivers are concentrate around the bay. The rivers load material from land since erosion on land is intensive enough. There is indication that sediment supplies from land trough river mouth not equivalent with outlet capacity. Sediment load is trapped in the inner bay caused the outlet morphology. So high sediment rate play an important role in the process of shallow of water depth in Kendari bay. This condition make the Kendari bay is a prone area of sediment hazard due to height rate of sedimentary process. Therefore, to anticipate the hazards, precaution should be taken related to the Kendari bay as the center of activities in southeast of Sulawesi. The further survey is needed such as marine geotechnique and on land environmental to collect data, which can be used as database for development planning. Key words: Potential hazard, sediment, Kendari Bay Teluk Kendari terletak di bagian depan kota Kendari. Di bagian dalam teluk terdapat 2 pelabuhan yang sangat penting untuk menunjang kegiatan ekonomi seperti perikanan dan transportasi. Hasil pemetaan karakteristik pantai dan penyelidikan oseanografi memperlihatkan kondisi morfologi pantai, vegetasi, proses pelapukan, sedimentasi, arus, kedalaman air laut dan morfologi dasar laut. Teluk Kendari merupakan teluk tertutup yang lebar di bagian dalamnya dan sempit di bagian mulutnya dimana morfologinya terlihat seperti lehar botol. Beberapa mulut sungai terkosentrasi di sekitar teluk. Sungai bermuatan material dari daratan selama erosi didaratan cukup intensif. Hal ini mencerminkan indikasi suplai sedimen dari darat melalui muara sungai tidak sama dengan kapasitas pengeluaran. Muatan sedimen terperangkap di bagian dalam teluk dan menyebabkan terbentuknya morfologi cerobong. Tingginya muatan sedimen merupakan proses yang penting terjadinya pendangkalan di Teluk Kendari Kondisi tersebut menyebabkan Teluk Kendari cenderung merupakan daerah yang akan mengalami bahaya pendangkalan akibat tingginya proses sedimentasi. Oleh karena itu untuk menanggulagi bahaya tersebut, harus dilakukan pencegahan karena Teluk Kendari merupakan pusat kegiatan di Sulawesi Tenggara. Penelitian selanjutnya seperti pengumpulan data geoteknik kelautan dan lingkungan sangat diperlukan untuk dijadikan data dasar untuk rencana pengembangan.