Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa pada Materi Pembelajaran IPA di Kelas VI SDN 113 Kota Jambi Perawati Perawati; Sukendro Sukendro; Urip Sulistyo
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Gentala Pendidikan Dasar
Publisher : Department of Primary School Teacher Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/gentala.v5i1.9425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share ini dapat meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classsroom action research). Penelitian ini terdiri dari tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta analisis dan refleksi. Dimana model ini adalah pembelajaran kelompok yaitu guru memberi apersepsi untuk mengajak siswa berpikir (Think) lalu mengelompokkan siswa dengan terdiri dari 2-6 orang yang kemudian berdiskusi (Pair) dan mempersentasikannya di depan kelas (Share) untuk mendapatkan kesimpulan pada akhir pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi yang dialami siswa dari siklus 1 yaitu 75 % dengan kategori cukup, pada siklus II yaitu 85,5 % dengan kategori baik dan siklus III 90 % dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan partisipasi siswa pada materi pembelajaran IPA di kelas VI SDN 113 / IV Kota Jambi
Problematika Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Digital Febrizka Alya Rahma; Hary Soedarto Harjono; Urip Sulistyo
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4653

Abstract

Revolusi digital menimbulkan dampak besar, salah satunya dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan dari hasil penelitian melalui observasi dan wawancara menunjukan bahwa terdapat permasalahan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital dikarenakan kurangnya kealihan di bidang teknolgi informasi dan komunikasi. Permasalahan tersebut dialami oleh guru muda maupun guru yang sudah berumur. Permasalahan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran meliputi: 1) Guru terbiasa menggunakan model pembelajaran konvesional tanpa memanfaatkan media pembelajaran. 2) Penggunaan media pembejaran berbasis digital masih rendah. 3) Fasilitas pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang belum tercukupi 4) Kurangnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi di kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk berbenah dalam melaksanakan pendidikan yang berkualitas.
Problematika Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Digital Febrizka Alya Rahma; Hary Soedarto Harjono; Urip Sulistyo
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4653

Abstract

Revolusi digital menimbulkan dampak besar, salah satunya dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan dari hasil penelitian melalui observasi dan wawancara menunjukan bahwa terdapat permasalahan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital dikarenakan kurangnya kealihan di bidang teknolgi informasi dan komunikasi. Permasalahan tersebut dialami oleh guru muda maupun guru yang sudah berumur. Permasalahan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran meliputi: 1) Guru terbiasa menggunakan model pembelajaran konvesional tanpa memanfaatkan media pembelajaran. 2) Penggunaan media pembejaran berbasis digital masih rendah. 3) Fasilitas pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang belum tercukupi 4) Kurangnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia untuk memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi di kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk berbenah dalam melaksanakan pendidikan yang berkualitas.
IMPLEMENTASI STANDAR PROSES PENDIDIKAN KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP AL-IRSYAD KOTA JAMBI Yuanda Safriani; Urip Sulistyo; Sophia Rahmawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.12905

Abstract

This study aims to describe the planning, implementation, and assessment of the Independent Curriculum learning process by Indonesian language teachers at Al-Irsyad Junior High School in Jambi City. This study uses a descriptive approach with qualitative research. Two types of data are used: (1) primary data, namely observations of teaching modules, learning implementation, and interviews observing classroom learning implementation; and (2) secondary data, namely the Indonesian language teacher's teaching module and the results of open-ended interviews. Data collection techniques used were document study, interviews, observation, and recording techniques. The results of the study indicate: 1) The planning of the learning process carried out by teachers successfully implemented all the standard learning process indicators as stipulated in Minister of Education and Culture Regulation Number 16 of 2022. 2) During the implementation of the learning process, teachers were not able to fully implement the indicators for each element. Although some elements were implemented, they were not included in the teaching module. 3) Assessment of the learning process was not conducted through reflection among fellow educators but solely by the principal.