Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Istinbât? Hukum Akad Perkawinan melalui Media Elektronik dalam Perspektif Hukum Islam A. Fauzi Aziz
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Juni
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.45 KB) | DOI: 10.52431/tafaqquh.v5i1.85

Abstract

Marriage is seen as a form worship which very sacred, at the present time, it has been the practice of marriages that use the facilities telephone or Cybernet, and also with the technology one step ahead, namely video teleconference. Where one party at a time doing this marriage ceremony, he was somewhere else that causes the marriage contract becomes ittih?âd al-majlis (merging chamber). With using a qualitative approach with Reserch Library obtained two different interpretations related to the ittih?âd al-majlis. The H?anafîyah interpret it ijâb-qabûl to be done within the time contained in the marriage ceremony, not be done in two separate intervals. So, when guided by the interpretation of this argument, marriage ceremony via electronic media can be understood validity. The Shâfi?îyah stated that the united chamber required, to maintain continuity between ijâb and qabûl, at once must embody fulfillment of tasks of two witnesses. Because according to this argument, the two witnesses should be capable see with his eyes that ijâb and qabûl it was actually spoken by two actors contract. So when referring to the second opinion, the practice of marriage ceremony via electronic media is not valid.
WAKAF HAK MILIK ATAS SATUAN RUMAH SUSUN Ahmad Fauzi Aziz; Abdul Chalim Nur
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 1 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v1i1.277

Abstract

Akhir-akhir ini banyak permasalahan rumah susun yang mencuat dipermukaan, hal tersebut dikarenakan tingginya infestasi rumah susun yang tidak dibarengi dengan pengetahuan hukum yang terkait dengan rumah susun di kalangan masyarakat luas. Perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia baik itu sebagai tempat tinggal, usaha perkantoran, usaha berjualan dan lain sebagainya. Kita semua mengetahui bahwa untuk mencari rumah yang layak diperkotaan sangatlah sulit yang hal ini disebabkan karena terbatasnya lahan tanah didaerah perkotaan. Undang Undang No 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf pada mulanya dilatarbelakangi dengan tujuan memajukan kesejahteraan umat, maka UU ini manjadikan hak milik atas satuan rumah susun sebagai harta benda wakaf. Mengingat bahwa tujuan dari rumah susun adalah untuk sebagai tempat tinggal dan atau hunian, maka tentu saja hak milik atas satuan rumah susun memiliki nilai ekonomis yakni dengan menyewakan kemanfaatannya kepada pihak lain, dan diperuntukkan untuk tujuan wakaf. Pembangunan rumah susun merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah kebutuhan perumahan dan pemukiman terutama di daerah perkotaan yang jumlah penduduknya terus meningkat.
METODOLOGI PEMAHAMAN HADIS PERSPEKTIF YUSUF QARDAWI TENTANG HADIS KEWARISAN BEDA AGAMA A. Fauzi Aziz; Wahidul Anam
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 4 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v4i1.1393

Abstract

There should be no ambiguity regarding how Islamic law interprets the concept of inheritance. This is so because both the Qur'an and the Sunnah provide comprehensive justifications for the inheritance law. With Hadyu al-Islam Fatwa Mu"sirah, Yusuf Qardawi has filled another linguistic gap regarding the legitimacy of Muslim inheritance from non-Muslims. This research employed library research as its research methodology. specifically by undertaking a documented analysis of the literature around the subject under investigation. The study's findings were then examined by making deductions that were deemed pertinent to serve as the foundation for the study's findings. The findings of this study demonstrate that there is room for interpretation when it comes to whether Muslims may inherit property from non-Muslims because, in Yusuf Qardawi's view, Islam does not obstruct or reject the right route that advances the interests of the people. Additionally, with inheritance or inheritance that can support upholding Allah's religion and obeying Him.
Kepemimpinan Transformatif di Ma’had Tahfidz Al-Husni: Studi Living Qur’an QS. An-Nisa Ayat 59 dan 83 Ahmad Nurul Mushthofa; A. Fauzi Aziz; Salim Ashar
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v4i2.1980

Abstract

This study aims to analyze the transformational leadership of ulil amri from a living Qur’an perspective based on Surah An-Nisa verses 59 and 83 and its implications for the character development of hafidzoh at Ma’had Tahfidz Al-Husni. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the values of obedience, responsibility, and wisdom embedded in Surah An-Nisa verses 59 and 83 are implemented through exemplary leadership, character development programs, and institutional policies oriented toward the internalization of Qur’anic values. This implementation fosters internal motivation among hafidzoh to practice honesty, discipline, responsibility, and justice in their daily lives. Furthermore, transformational leadership of ulil amri not only produces formal compliance but also develops sustainable collective awareness. Therefore, transformational leadership based on the living Qur’an approach is proven to be effective in systematically and sustainably shaping the character of hafidzoh within the context of Qur’an-based educational institutions.
PT Rumawan Pusaka Negeri: Perjalanan Usaha Pembibitan dan Kontribusinya Terhadap Penghijauan Nasional A. Fauzi Aziz; Moch. Nurcholis; Muhammad Asrori Ma’sum; Misbahus Sururi; Wildan Zaky Ulya
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i4.2097

Abstract

Kegiatan pembibitan tanaman memiliki peran strategis dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan usaha pembibitan yang dilakukan oleh PT Rumawan Pusaka Negeri serta dampaknya terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi langsung, dokumentasi, dan analisis terhadap proses produksi, perawatan, serta pemasaran bibit tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa usaha pembibitan ini mampu memproduksi dan mendistribusikan bibit dalam jumlah besar, dengan capaian hingga 835.000 bibit pada tahun 2025 serta jangkauan distribusi yang luas di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dalam aspek lingkungan, usaha ini berkontribusi dalam mendukung program penghijauan dan rehabilitasi lahan yang bekerja sama dengan berbagai instansi, khususnya pemerintah. Meskipun demikian, terdapat kendala dalam akses pasar bagi penangkar serta ketergantungan pada proyek tertentu. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pemasaran dan diversifikasi pasar guna menjaga keberlanjutan usaha. Secara keseluruhan, usaha pembibitan ini menunjukkan potensi sebagai model usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan.
Cacat Badan Sebagai Alasan Perceraian Dalam KHI: Menakar Kembali Teori Perubahan Sosial Auguste Comte Indik Misakhul Fiddin; A. Fauzi Aziz
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v7i2.4490

Abstract

Perceraian merupakan fenomena sosial yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal dalam kehidupan rumah tangga. Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), salah satu alasan perceraian diatur dalam Pasal 116 poin E, yaitu adanya cacat badan atau penyakit yang mengakibatkan salah satu pihak tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami atau istri. Namun, dalam realitas sosial, faktor cacat badan jarang digunakan sebagai alasan perceraian dibandingkan faktor lain seperti perselisihan, ekonomi, dan ketidakharmonisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi cacat badan sebagai alasan perceraian dalam KHI serta mengkaji fenomena tersebut melalui perspektif teori perubahan sosial Auguste Comte. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif-analitik dengan menggunakan kerangka teori perubahan sosial Auguste Comte, khususnya konsep tiga tahap perkembangan masyarakat: teologis, metafisik, dan positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara normatif cacat badan diakui sebagai alasan perceraian, dalam praktiknya masyarakat cenderung mempertahankan perkawinan. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara norma hukum dan realitas sosial yang dapat dikategorikan sebagai disfungsi hukum. Dalam perspektif teori perubahan sosial, fenomena ini mencerminkan pergeseran pola pikir masyarakat, di mana nilai religius, rasa kasih sayang, serta pertimbangan rasional menjadi faktor dominan dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga. Dengan demikian, ketentuan Pasal 116 poin E KHI dinilai kurang relevan dalam konteks sosial masyarakat modern yang mengalami perubahan nilai dan pola pikir
Pendampingan, Penerapan Metode Tahsin Dalam Menghafal Al Qur’an di PP. Al Ikhlas Tambakberas Jombang A. Fauzi Aziz; I’anatul Mufarikhah; M. Faiz Fathoni; Robil Mustofa; Abdul Wahid; Muhammad Beryl Al Ghozali
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v2i2.1112

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema PMBP (Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren) ini diharapkan dapat memberikan hasil yang terbaik untuk santri tahfidz PP. Al Ikhlas sebagai sasaran program. Permasalahan pertama adalah kendala pengetahuan yang dimiliki santri PP Al Ikhlas berkaitan dengan cara atau metode untuk menghafal Al Qur’an. Solusi yang diberikan adalah melalui pembelajaran metode tahsin. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat pada skema PMBP (Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren) ini meliputi pemberian materi, diskusi, dan praktek. Pemberian materi dan diskusi dilaksanakan pada awal kegiatan pembelajaran dan pengenalan pada cara atau metode yang harus disiapkan bagi santri yang hendak menghafal Al Qur’an. materi yang diajarkan pada kegiatan ini adalah materi metode Tahsin dan sifat huruf beserta makhorijul hurufnya. melalui bentuk tulisan dan pendampingan secara intensif sampai santri dapat membaca Al Qur an dengan benar sesuai tajwidnya. Melalui kegiatan pembelajaran ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh ustadz. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat keaktifan dan keterampilan ustadz dalam mengajar. Hal ini dilakukan dengan cara mendampingi ustadz dalam pembelajaran metode Tahsin secara mandiri di dalam kelas. Melalui kegiatan observasi di dalam kelas, para ustadz sangat terampil dalam memberikan ilmu tajwid. Selain itu, pembelajaran tersebut juga sesuai dengan materi yang ditargetkan sejak awal. Penerapan pembelajaran ini menunjukkan bahwa para santri sangat antusias dan aktif berinteraksi dengan ustadz pada saat pembelajaran berlangsung. Pembelajaran Al-Qur’an melalui metode tahsin di PP Al Ikhlas TambakBeras Jombang ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan diantaranya; pertama, kegiatan pendahuluan yang yang diisi dengan mengucapkan salam, melakukan presensi, membaca doa bersama dan mereview materi pelajaran terkait metode Tahsin dalam menghafal Al-Qur’an, pada pertemuan sebelumnya. Kedua, kegiatan inti yang berisikan tentang penyajian materi yaitu Pengenalan macam metode dalam menghafal Al Qur’an dan ilmu tajwid, serta praktik membaca Al-Qur’an secara bersama-sama dan individual melalui pendampingan Ustadz. Ketiga, penutup yang diisi dengan ustadz memberikan penguatan materi inti yang telah disampaikan sebelumnya, kemudian ditutup dengan membaca doa selesai belajar dan salam. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa menghafal Al-Qur’an melalui metode tahsin mendapatkan respon yang baik dari para santri tahfidz PP Al Ikhlas. Hal tersebut memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an santri dari tidak lancar menjadi lancar. Data tersebut dibuktikan dari hasil tes santri sebelum mengikuti pembelajaran menghafal Al-Qur’an melalui metode tahsin, dan data hasil tes santri setelah mengikuti pembelajaran menghafal Al-Qur’an melalui metode Tahsin.