Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Terhadap Kualitas Pelayanan pada PT. Matahari Department Store Plaza Mulia Samarinda Rahmadani Rahmadani; Suwoko Suwoko
Borneo Student Research (BSR) Vol 2 No 3 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Studi :Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pelatihan terhadap kualitas pelayanan pada PT. Matahari Department Store Plaza Mulia Samarinda, data penelitian diperoleh berdasarkan hasil kuesioner yang mengambil sampel sebanyak 92 karyawan perusahaan. Metodologi :Pengumpulan data adalah dengan metode survei, dan dengan alat bantu yaitu kuesioner yang dibagikan melalui link google form. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan analisis linear sederhana berdasarkan hasil output dari aplikasi SPSS 23. Hasil :Sehingga diperoleh nilai : Y = 0.532 + (0.802X). dari hasil perhitungan tersebut, didapatkan nilai beta 0.532, sehingga dapat dikatakan bahwa pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan karyawan pada PT. Matahari Department Store Plaza Mulia Samarinda. Dengan perolehan koefisien determinasi (R²) sebesar 0.753 artinya, pelatihan mempengaruhi pelatihan sebanyak 76%, sedangkan sisanya sebanyak 24% dipengaruhi oleh variabel – variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Manfaat :Dalam pelaksanaannya, kualitas pelayanan sangat dipengaruhi oleh bagaimana karyawan dalam bekerja memahami serta menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabnya kepada perusahaan. Berbagai macam bentuk pelatihan wajib diterapkan oleh setiap karyawan, karena pelatihan yang baik akan menghasilkan kualitas pelayanan yang baik pula. Keberhasilan pelatihan akan menghasilkankualitas pelayanan yang baik dan merupakan citra perusahaan, juga dapat dijadikan pedoman serta tolak ukur karyawan dalam menjalankan pekerjaan maupun dalam menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan pekerjaannya.
TOLAK UKUR KAPASITAS MUTU DALAM MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA Hasyrul Hamzah; Faldi; Rahman Anshari; ‪Chaerul Fadly Mochtar Luthfi M; Bambang Setiaji; Suwoko; Dedi Setiawan; Salsabila Azzahra; Rizky Kurniawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.669 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3470

Abstract

Sifat kedewasaan tidak dapat ditentukan semata-mata oleh usia seseorang, melainkan oleh kemampuannya untuk merespon dan memecahkan suatu masalah. Oleh karena itu, faktor usia ini tidak menjamin bahwa seseorang sudah dewasa. Keadaan seperti itu menuntut warga negara, khususnya mahasiswa, untuk mandiri agar dapat bertahan dalam keterbatasan, dan mampu menghadapi dan mengatasi segala rintangan kehidupan. Tujuan dilakukannya pengabdian ini adalah untuk dapat melihat tolak ukur kapasitas mutu dalam membangun karakter mandiri mahasiswa khususnya di Kota Samarinda. Metode pengabdian ini menggunakan metode survei deskripsi terkait tolak ukur kapasitas mutu dalam membangun karakter mandiri mahasiswa dengan alat ukur berupa kuisioner yang disebar ke mahasiswa melalui kegiatan webinar dengan pengambilan sampel scara random sampling sehingga di dapatkan 128 responden yang terdiri dari para mahasiswa. Berdasarkan hasil pengabdian diketahui sebanyak 94.5% telah memahami kapasitas mutu dalam membangun karakter mandiri bagi mahasiswa. Hal ini membuktikan bahwa manajemen mutu mandiri mahasiswa sangat diperlukan agar memastikan kualitas personal atas kompetensi dari dalam diri seorang mahasiswa.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN UNTUK BISNIS DI ERA EKONOMI KREATIF Faldi; Rahman Anshari; Hasyrul Hamzah; Chaerul Fadly Mochtar Luthfi M; Bambang Setiaji; Suwoko; Dedi Setiawan; Alfin Syahrian Dwi Nugraha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.859 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3471

Abstract

Peningkatan kualitas dan pengetahuan di era dunia kreatif ini sangatlah penting. Dalam paradigma ekonomi baru ini, kecerdasan dipandang sebagai sumber daya yang dapat memberikan kekayaan, pekerjaan, pendapatan, dan stabilitas sosial. Pemasaran digital membantu bisnis dalam mempromosikan dan menampilkan produk yang mereka tawarkan. Akibat keterbatasan waktu, komunikasi, atau sumber daya lainnya, pemasaran digital juga dapat menciptakan atau membangun pasar baru yang sebelumnya terbelakangBerdasarkan hasil pengabdian, dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan kuisoner yang diberikan pihak panitia kepada masyarakt di dapatkan hasil 92,8%. Dan terdapat 7,2% yang tidak tahu apa itu bisnis yang tepat. Serta melihat dari diagram yang ada masyarakat atau responden sudah mulali memahami apa itu marketing digital dengan persentase 89,3% untuk yang telah mengetahui dan 10,7% untuk masyarakat yang masih kurang atau tidak memahami apa itu digital marketing.
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG MAKANAN HALAL DI KOTA SAMARINDA Rahman Anshari; Hasyrul Hamzah; Faldi; Chaerul Fadly Mochtar Luthfi M; Bambang Setiaji; Suwoko; Salsabila Azzahra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.244 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3472

Abstract

Makanan adalah salah satu komponen yang paling penting dari kehidupan manusia dan menyediakan sebagian besar energi yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia. Dengan populasi yang terdiri dari 86,88% muslim, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar yang menganut agama Islam dari negara mana pun di dunia. mayoritas penduduk Muslim di Indonesia, sangat penting untuk memperhatikan kehalalan suatu produk makanan untuk menjamin kehalalan dan kemurniannya. Ketentuan tentang komposisi makanan harus disertai dengan halal lagi baik dan tidak mengandung najis. Penelitian ini dilakukan saat webinar “Sertifikasi Halal Pada Produk Makanan dan Minuman” dengan media Zoom meeting berlangsung mulai dari jam 13:00 hingga 15:30 WITA. Pembagian link Goggle Form dibagikan pada akhir kegiatan ini. Hal tersebut untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta webinar dan respon terhadap keseluruhan materi webinar kepada masyarakat yang telah disampaikan. Informasi yang diperoleh dari pengetahuan responden ialah di mana lebih dari 50% responden sangat mengetahui dan setuju tentang pemahaman sertifikasi halal. Responden memiliki pemahaman yang sangat baik tentang pentingnya sertifikasi halal bagi keduanya yaitu pelaku usaha dan pelanggan.
Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kualitas Layanan pada PT. Matahari Departemet Store Plaza Mulia Samarinda Rasyid Siddiq; Suwoko Suwoko
Borneo Student Research (BSR) Vol 4 No 1 (2022): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi:Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kualitas layanan pada PT. Matahari Departement Store Plaza Mulia Samarinda. Metodologi:Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif menggunakan angket/kuisioner dengan menyebarkan kuisioner ke seluruh karyawan PT. Matahari Departement Store Plaza Mulia Samarinda yang berjumlah 210 orang dan sampel yang digunakan 138 orang. Hasil:Hasil menunjukkan bahwa hasil parsial variabel Kepuasan kerja berpengaruh positif positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan pada PT. Matahari Departement Store Plaza Mulia Samarinda. Manfaat:penelitian ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan sebagai bahan referensi penelitian di bidang sumber daya manusia terhadap variabel kepuasan kerja dan kualitas layanan.
MULTICULTURALISM & DEMOCRACY EDUCATION IN POLITICAL AND CULTURAL BASED CONFLICT RESOLUTION PROCESS IN EAST KALIMANTAN Suwoko Suwoko
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol 6, No 1 (2022): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v6i1.20535

Abstract

Indonesia is an archipelago country with differences in ethnicity, race, religion, and between groups. Pancasila is a key that can unite. In line with the life of the Indonesian people, horizontal conflicts are very prone to occur in Indonesia, which can cause friction between ethnicities, races, ethnicities, religions, and groups. Horizontal conflicts often occur due to several factors, including deep-rooted economic, social, and cultural factors. Based on the history of the Indonesian nation towards this horizontal conflict, it is necessary to resolve and resolve the conflict with a political and cultural approach that can dilute the heated situation. The importance of Multiculturalism Education for the Indonesian people can be a way out and a way of life for the Indonesian people by utilizing culture as a bridge and politics as a forum for reaching consensus on a problem in horizontal conflict. The method used is a qualitative method with Multiculturalism Democracy Education in the Process of Conflict Resolution Based on Politics and Culture in East Kalimantan. The data collection technique was carried out using a literature study so that the data used came from journals and government laws that were correlated with the context of the issues discussed in this article. In the application of multiculturalism, in theory, the people of East Kalimantan are very understanding. In line with its application with clear evidence, one of which is the establishment of inter-regional forums, group discussion forums, and inter-cultural events where indirectly the community has vital harmony and coexistence without any sense of difference that can cause conflict. multiculturalism as an Approach and as a National Policy As stated above, multiculturalism is an ideological solution to the problem of the decline in the power of integration and nationalism awareness of a nation as a result of changes at the global level.