Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Sosial Budaya dengan Kualitas Hidup Penderita Hipertensi pada Etnis Dayak di Desa Pampang Samarinda Muhammad Ridho; Burhanto Burhanto
Borneo Student Research (BSR) Vol 1 No 1 (2019): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Untuk mengetahui hubungan antara sosial budaya dengan kualitas hidup penderita hipertensi pada etnis dayak di desa Pamapang Samarinda. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif (non-eksperiment) dengan menggunakan metode pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini seluruh masyarakat Desa Pampang Samarinda yang mengalami hipertensi sebanyak 60 responden. Besar sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin dan mendapatkan hasil 52 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa: kuesioner sosial budaya yang di uji validitas dan kuesioner kualitas hidup SF-36 yang diisi sendiri oleh pengumpul data, dengan interview dan melihat status responden sosial budaya dengan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-Square. Ada hubungan bermakna antara sosial budaya dengan kualitas hidup penderita hipertensi pada etnis dayak di Desa Pampang Samarinda dengan hasil nilai P = 0.11 Hasil:Dari hasil uji hubungan antara sosial budaya dengan kualitas hidup penderita hipertensi pada etnis dayak di Desa Pampang Samarinda dilakukan dengan menggunakan rumus chi square dengan taraf signifikan α = 5% dengan nilai p = 0,011 yang berarti menolak hipotesis nol (HO), artinya terdapat hubungan yang bermakna antara sosial budaya dengan kualitas hidup penderita hipertensi pada etnis dayak. Manfaat:Penelitian ini dapat diterapkan menjadi bahan referensi dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dibidang kesehatan dan mahasiswa keperawatan
Literatur Review: Edukasi Pencegahan DBD dengan Tindakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) di Lingkungan Keluarga M. Bachtiar Safrudin; Nurhayati Sipahutar; Muhammad Ridho
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pk2d9d91

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di Indonesia. Tingginya angka kejadian DBD dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang kurang terjaga, rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, serta belum optimalnya tindakan pencegahan penyakit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran DBD yaitu melalui edukasi kesehatan dengan penerapan Gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi pencegahan DBD melalui tindakan 3M di lingkungan keluarga dan masyarakat berdasarkan hasil telaah dari 13 jurnal nasional tahun 2023–2026. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah jurnal yang membahas edukasi kesehatan, Gerakan 3M Plus, pemberdayaan masyarakat, serta upaya promotif dan preventif dalam pencegahan DBD. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, membandingkan, dan mengelompokkan hasil penelitian berdasarkan metode penelitian, populasi dan sampel, serta hasil penelitian yang diperoleh. Hasil telaah menunjukkan bahwa edukasi kesehatan melalui penyuluhan, demonstrasi, penggunaan leaflet, booklet, poster, video animasi, pelatihan kader jumantik, kerja bakti, dan pendekatan door to door dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam mencegah DBD. Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya penurunan angka kejadian DBD, penurunan House Index dan Container Index, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. Penerapan Gerakan 3M secara rutin terbukti mampu mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, edukasi kesehatan mengenai tindakan 3M perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai salah satu upaya pencegahan DBD.