Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Live Modeling Terhadap Perilaku Cuci Tangan Pada Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 003 Sangasanga Izma Mega Ulita; Muhammad Bachtiar Safrudin
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 1 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh live modelling terhadap Perilaku cuci tangan pada siswa di SDN 003 Sangasanga.Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experiment without control. Populasi pada penelitian ini berjumlah 57 siswa. Teknik pengambilan purposive sampling sebanyak 11 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian menggunakan lembar observasi aktivitas fisik. Analisis statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon.Hasil : Ada pengaruh pemberian live modelling terhadap Perilaku cuci tangan pada siswa di SDN 003 Sangasanga. Hasil uji statistik menunjukan nilai rata-rata pretest dan posttest dadi 6 menjadi 8 dengan nilai p value 0,003 (p value < α = 0.05). Artinya ada pengaruh live modelling terhadap perilaku cuci tangan.Manfaat : Untuk mengetahui Pengaruh Live Modeling Terhadap Perilaku Cuci Tangan Pada Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 003 Sangasanga
Analisis Intervensi Position Quarter Prone terhadap Perbaikan Status Oksigenasi pada Neonatus Prematur dengan Respiratory Distress Syndrome (RDS) Ulita, Izma Mega; Astuti, Zulmah
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1720

Abstract

Neonatus prematur merupakan kondisi pertumbuhan dan perkembangan organ yang belum maturitas hal ini menimbulkan berbagai masalah terutama pada gangguan pernapasan yang biasa di kenal dengan RDS (Respiratory Distress Syndrome). Kondisi ini disebabkan jumlah surfaktan pada pembentukan organ pernapasan yang kurang berkembang dan menimbulkan gejala seperti dispnea / bradipnea / takipnea dengan frekuensi >60-80 x/menit, sianosis, retraksi dada, pernapasan cuping hidung dan menurunya daya compliance. Dalam mengatasi masalah dapat dilakukan tindakan farmakologi maupun Non farmakologi. Untuk tindakan Non-Farmakologi salah satunya dengan pengaturan posisi. Berdasarkan hal ini peneliti tertarik untuk menganalisis intervensi position quarter prone terhadap status oksigenasi pada neonatus premature dengan diagnosis RDS. Pemberian intervensi dilakukan selama 3 hari dengan waktu 60 menit. Pre-test quarter prone pada pasien saturasi oksigennya 90%, frekuensi napas 68x/menit, frekuensi nadi 102x/menit. Post-test posisi quarter prone selama 60 menit menunjukkan adanya kenaikan pada saturasi oksigennya naik menjadi 99%, dan frekuensi napas memperlihatkan turun 62x/menit dan frekuensi nadi 106x/menit. Kesimpulan pada analisis kasus adanya pengaruh dalam pemberian intervensi posisi quarter prone terhadap status oksigenasi pada kenaikan saturasi oksigen, serta kestabilan frekuensi napas dan frekuensi nadi pada neonatus premature yang mengalami Respiratory Distress Syndrome (RDS).