Sonny Koeshendrajana
Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Petamburan-Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK LIMNOLOGIS, PERKEMBANGAN POPULASI IKAN PATIN SIAM (Pangasionodon hypophthalmus) INTRODUKSI DAN PERIKANAN DI WADUK WONOGIRI, JAWA TENGAH Endi Setiadi Kartamihardja; Kunto Purnomo; Sonny Koeshendrajana; Chairulwan Umar
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 3, No 1 (2011): (Mei 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.292 KB) | DOI: 10.15578/jkpi.3.1.2011.37-50

Abstract

Ikan patin siam (Pangasianodon hypophthalmus) diintroduksikan ke Waduk Wonogiri (luas 8.800 ha), Jawa Tengah pada tahun 1999-2002 yang ditujukan untuk mengisi relung ekologis yang kosong dan meningkatkan produksi ikan. Penelitian tentang perubahan karakteristik limnologis waduk, perkembangan dan kontribusi sumber daya ikan patin terhadap hasil tangkapan serta implikasi pengelolaan dan konservasinya telah dilakukan pada tahun 2009. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapang, studi pustaka, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Waduk Wonogiri telah mengalami penyuburan (eutrofikasi). Makanan utama ikan patin adalah plankton, ikan ini dapat memijah secara alami di waduk namun diduga laju rekruitmennya lebih rendah dari laju penangkapannya. Pemanfaatan sumber daya ikan patin siam telah mencapaitingkat optimum yang diindikasikan dengan hasil tangkapan yang stabil pada kisaran 149,6-155,2 ton selama periode tahun 2005-2009. Langkah-langkah pengelolaan yang perlu diterapkan meliputi perlindungan daerah pemijahan dan asuhan ikan patin di muara Sungai Keduwang; perlindungan induk ikan patin di kawasan budi daya keramba jaring apung Cakaran; penebaran benih patin untuk menambah rekruitmen; pengawasan dan penegakkan hukum dalam penggunaan alat tangkap yang merusak dengan melibatkan kelompok masyarakat pengawas; monitoring dan evaluasi hasil tangkapan dengan melibatkan peran serta pedagang pengumpul; dan penguatan kelembagaan pengelola perikanannya. Introduction of striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus) to Wonogiri Reservoir (a surface water area of 8,800 ha), at Central Java has been conducted in the period 1999-2002. A field observation, desk study, and interview aimed to evaluate limnological characteristics of the reservoir, growth and development of the striped catfish resource, the contribution to total yield and its management and conservation implication has been conducted in 2009. Results of the study showed that the Wonogiri Reservoir developed to become an eutrophic waters. The Striped catfish feed on plankton, grew faster and spawn naturally but it is estimated that the recruitment rate was lower than that the exploitation rate. The exploitation of the catfish resource has reached the optimum utilization which is indicated with stabilize the catfish yield at a range of 149.6-155.2 ton in the period of 2005-2009. Management measures which should be implementedinclude: protecting of the striped catfish spawning and nursery ground at mouth of Keduwang River; protecting the striped catfish brood stock at fish cage culture area at Cakaran; restocking of striped catfish juvenile to increase their recruitment;surveilance and law enforcement of the destructive fishing gear through participation of the society group; monitoring and evaluation of the fish yield through participation of the fish broker; and increasing capacity building of the local fisheries management unit.
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI DANAU TOBA PASKA INTRODUKSI IKAN BILIH Sonny Koeshendrajana
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 3, No 1 (2011): (Mei 2011)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.108 KB) | DOI: 10.15578/jkpi.3.1.2011.1-12

Abstract

Pengelolaan perikanan tangkap pada hakekatnya adalah pengendalian penangkapan (control of fishing) dan pengendalian upaya penangkapan (control of fishing effort) melalui sejumlah opsi pengelolaan yang diimplementasikan oleh pihak pengelola (management authority). Kajian kebijakan dan strategi pengelolaan perikanan tangkap di perairan Danau Toba pasca introduksi ikan bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) dimaksudkan untuk memberikan panduan praktek pengelolaan yang mampu menjamin keberlanjutan perikanan ikan bilih di perairan Danau Toba. Metode survei penilaian cepat (rapid appraisal survey) dan review literatur digunakan dalam kajian ini; sedangkan metode analisis deskriptif tabulatif dan content analysis digunakan untuk membantu pengambilan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ikan bilih yang ditebarkan ke Danau Toba 2.840 ekor dengan ukuran panjang berkisar antara4,1-5,7 cm dan bobot 0,9-1,5 g pada tahun 2003 telah mampu memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar Danau Toba. Penggunaan alat tangkap yang kurang ataupun tidak terkontrol telah memberikan indikasi penurunan jumlah dan kualitas stok ikan bilih; sehingga implementasi opsi pengelolaan yang meliputi pengembangan kawasan konservasi dan pengaturan serta pengendalian penggunaan alat tangkap bagan untuk menjamin keberlanjutan perikanan ikan bilih perlu segera diterapkan oleh pihak pengelola.Fishery management is essentially a control of fishing and fishing effort through various management options implemented by a management authority. Studies on policies and strategies for fishery management in the Lake Toba water body post introducing or stocking of bilih fish (Mystacoleucus padangensis Bleeker)aimed at providing a sort of guidelines for management practice in order to ensure sustainability of such the fishery. Rapid appraisal survey method and literature review were used in this study. Analysis of the study used a descriptive method compounded by cross tabulated data techniques and a content anaysis method. Results show that introducing of bilih fish in the Toba Lake amounted of 2,840 piece with body length of 4.1-5.7 cm and body weight of 0.9-1.5 g in 2003 has been able to provide a positive impact to social and economic aspects of the society surrounding the Lake Toba. However, the use of uncontrolled fishing and fishing effort was led to indication of decreasing quantitatively and qualitatively such of the fish stock; therefore, implementation of management options of developing a protected or conserved area and controlled the use of bagan fishing gear has to be imposed by management authority.