Nur Lailatul Zahroh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MISPRONOUNCING DALAM PENGUCAPAN MONOPTHONG OLEH SISWA BASIC ENGLISH STATION (BEST) Nur Lailatul Zahroh; Muhammad Saibani Wiyanto
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap apakah siswa dari BEST mengucapkan kata-kata monophthong dengan benar atau tidak dan alasan mengapa mereka salah pengucapan. Monophthong adalah salah satu jenis suara vokal yang sering ditemukan dalam bahasa Inggris dan biasanya juga digunakan dalam komunikasi. Ini adalah suara tunggal dalam satu suku kata. Objek penelitian ini adalah siswa-siswi Basic English Station atau yang lebih dikenal dengan BEST. Kursus Bahasa Inggris yang berlokasi di Jombang, Jawa Timur ini difokuskan pada keterampilan berbicara siswa yang diajarkan dari dasar hingga menguasainya. Namun peneliti hanya memilih siswa tahap terakhir yaitu tingkat mahir / TC karena peneliti menganggap mereka lebih lama belajar bahasa Inggris, secara teoritis kemampuannya dianggap lebih baik. Artikel ini menggunakan metode studi kasus untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh peneliti. Selain itu, metode ini sangat cocok untuk penelitian ini. Metode studi kasus mengkaji suatu kasus atau fenomena tertentu yang ada dalam masyarakat dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa kata instead dan cost adalah kata yang paling salah diucapkan. Salah pengucapan pada kata justru disebabkan oleh kebiasaan pengucapan yang salah yaitu / ɪn'stɪd /, adapun kata cost siswa tidak membacanya lagi. Adapun pertanyaan kedua, tentang apa yang menyebabkan mereka salah melafalkan kata-kata monophthong, hal ini karena mereka malas mempelajari pengucapannya, termasuk monophthong. Temuan ini diperkuat dengan kuesioner yang dijawab oleh tutor mereka menggunakan metode member check untuk memvalidasi temuan.