Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

UNDERSTANDING MEANING OF POETRY USING GRAMMAR ANALYSIS Muhammad Saibani Wiyanto
JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature) English Department of STKIP PGRI Jombang Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/jeell.v1i1.2346

Abstract

This article deals with literary work especially about grammar analysis used to understand meaning poetry by Jo Shapcott. The main point of learning literary is to get some information about life and human being, especially for the expression of feeling through the author of the poem that is Jo Shapcott , and also the distribution of.grammar in poetry of Jo Shapcott. This article focused on grammatical sense in poetry, grammar strictly and universally applied in various literary contexts, and effects to the word meaning of poetry by Jo Shapchott.The article uses structural approach, qualitative descriptive, where the approach is limited on research of the literary work by itself and it is something dependent. It had taken the data to analyze, which is the poems of Jo Shapchott from the library. The instrument used here is human instrument because the researcher acts as the organizer of the research and also the only instrument to collect the data.The result shown that in the poems of Jo Shapcott entitled Hubei Province Tornado could be found the grammatical sense inside the poem. In another poem entitled Station Bookstand that grammar is not bound to follow the strict formulation of the grammatical structure. Then, finding that grammar gives effect to word meaning of poetry by Jo Shapcott
TRANSITIVITY SYSTEM AS THE REPRESENTATION OF FIELD IN BARRACK OBAMA'S INAUGURAL SPEECH Muhammad Saibani Wiyanto
JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature) English Department of STKIP PGRI Jombang Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/jeell.v3i2.2347

Abstract

Understanding how words and grammatical choices are realized the context of situationis needed to understand a discourse.One of context of situation elements is field (topic which is talked about) that realized through transitivity system.The objective of this study were to describe the three aspects of transitivity system; process, participants and circumstances that associated with the process, and explain the field of Barrack Obama's Inaugural speech based on transitivity system analysis.This studywas qualitative study. Systemic Functional Linguistics was a theory that used to analyze the data. The data was the utterances which contains of words or phrases referring to transitivity system that taken fromthe transcript of Barrack Obama's Inaugural speech on January 20, 2009. The findingsshowed that the processes that found were material process, relational process, mental process, verbal process, behavioral process, and existential process. The participants were mostly we, our nation, us, you, I, all or America. Circumstances that mostly occur in the data were circumstance of location, manner, cause and accompaniment. Then, the field was Barrack Obama addressed all of the peoplewatching or listening his speech in the world, especially American people to do some actions in making America better
MISPRONOUNCING DALAM PENGUCAPAN MONOPTHONG OLEH SISWA BASIC ENGLISH STATION (BEST) Nur Lailatul Zahroh; Muhammad Saibani Wiyanto
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap apakah siswa dari BEST mengucapkan kata-kata monophthong dengan benar atau tidak dan alasan mengapa mereka salah pengucapan. Monophthong adalah salah satu jenis suara vokal yang sering ditemukan dalam bahasa Inggris dan biasanya juga digunakan dalam komunikasi. Ini adalah suara tunggal dalam satu suku kata. Objek penelitian ini adalah siswa-siswi Basic English Station atau yang lebih dikenal dengan BEST. Kursus Bahasa Inggris yang berlokasi di Jombang, Jawa Timur ini difokuskan pada keterampilan berbicara siswa yang diajarkan dari dasar hingga menguasainya. Namun peneliti hanya memilih siswa tahap terakhir yaitu tingkat mahir / TC karena peneliti menganggap mereka lebih lama belajar bahasa Inggris, secara teoritis kemampuannya dianggap lebih baik. Artikel ini menggunakan metode studi kasus untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh peneliti. Selain itu, metode ini sangat cocok untuk penelitian ini. Metode studi kasus mengkaji suatu kasus atau fenomena tertentu yang ada dalam masyarakat dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa kata instead dan cost adalah kata yang paling salah diucapkan. Salah pengucapan pada kata justru disebabkan oleh kebiasaan pengucapan yang salah yaitu / ɪn'stɪd /, adapun kata cost siswa tidak membacanya lagi. Adapun pertanyaan kedua, tentang apa yang menyebabkan mereka salah melafalkan kata-kata monophthong, hal ini karena mereka malas mempelajari pengucapannya, termasuk monophthong. Temuan ini diperkuat dengan kuesioner yang dijawab oleh tutor mereka menggunakan metode member check untuk memvalidasi temuan.
STRATEGI KESANTUNAN POSITIF DALAM TALK SHOW VIDEO TANGGAPAN TREVOR NOAH TRUMP TERHADAP VIRUS CORONA Sulfi Yulia Eka Putri; Muhammad Saibani Wiyanto
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah Strategi Kesantunan Positif dalam Video Talk Show Trevor Noah "Tanggapan Trump terhadap Virus Corona Mengungkapkan Kurangnya Kepemimpinannya".  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis strategi kesantunan positif yang digunakan oleh pembicara (pembawa acara) dan nara sumber untuk menanggapi dan mengungkapkan dalam percakapan.  Data dalam penelitian ini dapat melalui observasi langsung video talk show Trevor Noah “Tanggapan Trump terhadap Virus Corona Mengungkap Kekurangan Kepemimpinannya” dan merekam percakapan yang mengandung strategi kesantunan positif.  Data yang terkumpul akan diidentifikasi, diklarifikasi, dan dianalisis secara kualitatif.  Courtesy Theory oleh Brown dan Levinson (1987) digunakan untuk menganalisis data.  Hasil analisis ditemukan 11 data dengan menggunakan teori dari Brown & Levinson (1987).  Diantaranya ada 1 data dari Pemberitahuan;  Menghadiri H (minatnya, kebutuhannya, keinginannya dan kebaikannya), 3 data dari Intensive interest to H, 3 data dari Exaggerate (persetujuan, simpati dengan pendengar), 2 data dari Avoid Disagreement, 2 data dari Joke.
TINDAK TUTUR ILOKUSI EKSPRESIF DALAM OPRAH’S 2020 VISIONARIES WITH MICHELLE OBAMA Muhammad Saibani Wiyanto; Masriatus Sholikhah; Dion Fafa
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana tindak tutur ilokusi ekspresif diterapkan pada interaksi antara pembawa acara dan bintang tamu dalam acara talk show yang bertajuk “The Oprah’s 2020 Visionaries with Michelle Obama” yang ditayangkan di kanal youtube. Penelitian ini berfokus pada jenis tindak tutur ilokusi menggunakan teori Jhon R. Searle, yang diklasifikasikan menjadi asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Pada penelitian ini, peneliti fokus untuk menganalisis tindak tutur ilokusi ekpresif dengan lima jenisnya yakni tindak tutur ekspresif berharap, tindak tutur ekspresif berterima kasih, tindak tutur ekspresif sikap, tindak tutur ekspresif meminta maaf, dan tindak tutur ekspresif persetujuan. Metodologi yang digunakan adalah penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis isi. Data penelitian ini merupakan ungkapan-ungkapan yang dikemukakan oleh Oprah Winfrey sebagai pembawa acara dan Michelle Obama sebagai bintang tamu dalam acara tersebut. Langkah-langkah pengumpulan datanya meliputi menonton videoTalk Show tersebut dan mengidentifikasi tindak tutur ilokusi ekspresifnya, mengecek ulang data lewat transkrip video Talk Show tersebut yang tersedia di youtube, dan membuat kode pada masing-masing kategori data. Temuan menunjukkan bahwa peneliti menemukan 31 ungkapan yang teridentifikasi sebagai tindak tutur ilokusi ekspresif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ilokusi ekspresif adalah sebuah tindak tutur untuk mengungkapkan keadaan psikologis yang ditentukan dalam kondisi ketulusan tentang keadaan yang ditentukan dalam konten proposisional
SPEECH STYLE COMMUNICATION ON EFL CLASSROOM IN SENIOR HIGH SCHOOL Sulistiani Mashitoh; Muhammad Saibani Wiyanto
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 5, No 1 (2023): Fifth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gaya komunikasi guru pada kelas EFL di SMAN Jogoroto. Penelitian dalam artikel ini dirancang dengan menggunakan metode kualitatif dimana peneliti menyajikan hasil dalam bentuk diagram batang dengan penjelasan hasil. Peneliti menganalisis Gaya bicara menggunakan teori Chaika (1982) dengan 9 jenis. Hasil temuan menunjukkan 57 ujaran yang termasuk Gaya bicara dengan total 8 jenis, yang dalam penelitian ini meneliti 9 jenis. Diantaranya adalah 2 ujaran yang termasuk dalam Frozen Style, kemudian 7 ujaran yang termasuk dalam Formal Style. 10 ujaran yang termasuk Gaya Konsultatif, Gaya Santai 12 ujaran. 21 ujaran yang termasuk dalam Informal Style dan 3 ujaran yang termasuk dalam Serious Style. Terakhir, 1 tuturan yang termasuk Gaya Ironis dan Humor. Kemudian Gaya bicara yang tidak terdeteksi ditemukan pada Intimate Style. Kesimpulannya, penggunaan Gaya bicara dalam pembelajaran tetap membuat siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan guru dapat berekspresi dengan bijak
PENDAMPINGAN PROSES KREATIF DALAM MENULIS CERPEN MENGGUNAKAN BLOGSPOT PADA SISWA KELAS XI SMAN KABUH JOMBANG Fitri Resti Wahyuniarti; Nanda Risky Ardhana; Amelia Septiana; Muhammad Saibani Wiyanto
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nusantara Hasana Journal, July 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i2.1579

Abstract

SMAN Kabuh offers significant opportunities in education, particularly in innovative and technologically adaptive learning processes. SMAN Kabuh, a state educational institution, has the potential for further development due to its excellent facilities and infrastructure. The short story writing learning process still uses traditional methods that do not utilize IT technology, such as Blogspot, which is easy to create and access for students. To develop students who can write short stories, this process approach prioritizes the writing process in its learning. These stages or processes are implemented to instill the principle of respecting the process undertaken by students until completion of their work. The creative process is more difficult than simply a seemingly effortless process. The stages of the creative process are: preparation, elaboration, illumination, and verification. The methods used in the community service activity, entitled "Mentoring the Creative Process of Writing Short Stories Using Blogspot for Grade XI Students of SMAN Kabuh Jombang," included lectures, discussions, questions and answers, and practice/mentoring. This community service activity successfully improved students' creative writing literacy skills and digital skills through the medium of blogs. Using a creative process approach, students are guided to enjoy and appreciate each stage of short story writing, from planning to publication. Twenty-six students successfully created personal blogs and published their short stories, reflecting the program's success in developing students' imagination, expression, and self-reflection through storytelling. The program also equips teachers with innovative learning strategies, combining technology and creativity, making writing instruction more relevant to current developments.
PELATIHAN PENERAPAN APLIKASI SCRACTH BERBASIS VISUAL PROGRAMMING LANGUAGE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI GURU DI SDN BELOH MOJOKERTO Muhammad Saibani Wiyanto; Fitri Resti Wahyuniarti; Muhammad Bagus Ramadhan; Anthony Pradana; Rahma Amelia Putri; Santika Aliyah Firdaus
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 4 (2025): Nusantara Hasana Journal, September 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i4.1692

Abstract

This community service program was conducted at Beloh Public Elementary School, Mojokerto, aiming to enhance teachers’ technological literacy skills through the use of Scratch, a visual programming language. The main problem faced by the partner school was the limited integration of technology in the teaching process, which remained largely conventional and less engaging for students. The implementation method consisted of needs analysis, module preparation, and intensive training delivered in three stages: introduction to Scratch, practical development of interactive learning media, and publication of the outputs for classroom application. The results indicate that teachers were able to design creative and interactive learning media that fostered greater student engagement. This program demonstrates that systematic mentoring can encourage teachers to be more innovative in integrating technology, while also establishing the foundation for continuous collaboration in improving the quality of elementary education. Key words: Technological literacy, Scratch, Learning media
Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Digital Melalui Pembuatan Blog dan Google Classroom di SDN Diwek 2 Jombang Wahyuniarti, Fitri Resti; Mindaudah; Muhammad Saibani Wiyanto
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi November 2023
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v5i1.116

Abstract

Jombang  merupakan  kota  yang  memilik  keragaman SDM yang  memiliki  keunggulan  dalam  bidang  apapun,  khususnya dalam bidang pendidikan. Adapun prosedur rencana kegiatan yang akan diberikan meliputi: tahap observasi, tahap pelaksanaan (pelatihan keterampilan membuat blog sebagai media pembelajaran, pelatihan keterampilan membuat google classroom sebagai media pembelajaran), dan tahap  analisis  data  (menganalisis  data  yang diperoleh dari tahap pelaksanaan pelatihan). Hasil dari pelatihan berupa blog dan google classroom yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran untuk menyampaikan materi dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Pelatihan membuat blog khususnya dalam mengembangkan SDM untuk membuat media pembelajaran berbasis IT, guru mampu membuat blog dengan kriteria blog yang baik dan benar yang ditunjukkan dengan bervariasinya isi blog dengan segala kemampuan guru yang dibuat sangat menarik. Kriteria tersebut meliputi: memperhatikan penggunaan bahasa, penggunaan gambar animasi, desain blog yang menarik, memunculkan produk yang ditawarkan, foto-foto kegiatan yang dilakukan, dan materi pembelajaran. Blog tersebut dibuat dengan memperhatikan kaidah berbahasa yang baik dan benar serta dengan gambar yang menunjang untuk menarik pembaca. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan blog yaitu: menyalakan komputer/laptop, membuka google chrome, membuka blog, mendaftar blog, dan mengisi blog. Pelatihan membuat google classroom yang dimanfaatkan untuk media pembelajaran dalam pembelajaran di kelas yang melputi: materi, tugas, dan kelas.
Stative and Dynamic Predicates in Writing Descriptive Text Students’ Assignments: A Semantic Study MUHAMMAD SAIBANI WIYANTO; IRA NOVINDA; FITRI RESTI WAHYUNIARTI
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 1 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates how stative and dynamic predicates are used in descriptive writing. Previous research has focused on the syntactic and semantic aspects of these predicates in various languages and literary forms, such as English poem andCorona Virus Songs. However, research on their application in descriptive writing is still rare. The purpose of this study is to examine how students use stative and dynamic predicates in their descriptive texts. This study was conducted on grade VIIIstudents at SMPK Jombang, using a qualitative descriptive approach and the classification of stative and dynamic verbs from the works of (Saeed, 2003) and (Ghubin, 2021). Through this analysis, the researcher aims to explore the frequency andnature of the use of stative and dynamic verbs in students' descriptive text assignments. The findings show that stative verbs are used more frequently than dynamic verbs in students' writing, which suggests a preference for stative verbs in their descriptive writing.