Frits O.P. Siregar
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MEDIA MATRASAIN

ANALISIS TEKS DAN KODE INTERIOR GEREJA “CHURCH OF THE LIGHT” DAN “CHURCH ON THE WATER” KARYA TADAO ANDO Siregar, Frits O.P.
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya arsitektural selalu mengandung pesan di dalamnya, baik itu berupa gagasan, ideologi, dan bahkan misi yang ingin dicapai oleh sang arsitek melalui hasil karyanya tersebut. Pesan ini kemudian terwujud dalam bentukan elemen-elemen arsitektural bangunannya, baik yang secara lepas maupun saling terintegrasi kemudian membentuk suatu sistem tanda baik pada ruang luar (eksterior) maupun ruang dalam (interior) dan menjadi karakter dari bangunan tersebut. Gereja sebagai bangunan yang dipakai oleh umat Kristen dalam melaksanakan ibadahnya merupakan salah satu contoh bangunan yang  menggunakan penampilan visual dalam menyampaikan ajarannya. Penerapan simbol-simbol pada arsitektur gereja adalah sebuah komunikasi petunjuk-petunjuk yang dapat dipakai sebagai pedoman antara sesama umat Kristen dan dengan Tuhan. Salah satu cara penerapan simbol-simbol tersebut  adalah melalui bentuk arsitektur gereja dan ragam hiasnya. Arsitektur Gereja Church of The Light dan Church on The Water  karya Tadao Ando merupakan contoh yang menarik untuk dianalisis. Persinggungan antara kebudayaan Kristiani, yang berakar dari kebudayaan luar, dengan kebudayaan Jepang yang merupakan latar belakang budaya dari desainernya  menjadikan  bangunan  tersebut  memiliki  kekhasan  tersendiri. Rumusan pemaknaan dari hasil analisis teks dan kode interior “Church of The Light” dan “Church on The Water” karya Tadao Ando harmonis dengan karakter arsitektur Jepang yang penuh dengan kesederhanaan, kepolosan, kelurusan, dan ketenangan batin. Jiwa Jepang tradisional yang mencari keheningan dan ketenangan dalam perasaan yang bersemadi. Kata kunci : simbol, gereja, Tadao Ando
PARTISIPASI MASYARAKAT MENGANTISIPASI ANCAMAN BENCANA ALAM PADA DESA TATELI TIGA DAN TATELI WERU MANDOLANG DI MINAHASA Poli, Hanny; Siregar, Frits O.P.; Lakat, Ricky M.S
MEDIA MATRASAIN Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai tenaga pendidik yang berada di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi dengan tugas dan fungsi yaitu melaksanakan tridarma perguruan tinggi yaitu: pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyrakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Melalui program PKM tahun 2019 tim telah melaksanakan pengabdian yang diberi judul yaitu: “PKM Pelatihan Teknis Antisipasi Masyarakat terhadap ancaman bencana di desa Tateli Tiga dan Desa Tateli Weru Mandolang Minahasa” yang telah dihadiri sebanyak 35 orang peserta (daftar hadir telampir). Luaran yang direncanankan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat kegiatan PKM yaitu: Tesedianya Artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal ber ISBN atau Prosiding ber ISBN dari seminar nasional atau tersedianya artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui media cetak/elektronik. Bagi masyarakat yang telah terlatih dapat juga menjadi pelopor dalam memberikan dorongan atau ajakan bagi masyarakat lainnya yang ada di sekitar kecamatan Mandolang dalam mengantisipasi terhadap ancaman bencana alam apabila diminta baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat lainnya yang membutuhkan bantuan dalam rangka peningkatan kewaspadaan masyarakat sesuai permasalahan yang dihadapi. Metode pelaksanaan program PKM Pelatihan Teknis Antisipasi Masyarakat terhadap ancaman bencana di desa Tateli Tiga dan Desa Tateli Weru Mandolang Minahasa melalui: survei, observasi lokasi lingkungan permukiman desa, wawancara dengan pemerintah desa Tateli Tiga dan desa Tateli Weru, serta masyarakat yang ada disekitar lokasi rawan banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, gelombang pasang dan tsunami dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholders) serta melakukan studi pustaka. Kesimpulan bahwa upaya peningkatan ketentraman, keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di desa diperlukan kerjasama antara Pemerintah desa serta kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lembaga sosial masyarakat (LSM), lembaga pendidikan tinggi sebagai antisipasi terhadap ancaman bencana alam. Pertumbuhan dan perkembangan suatu komunitas masyarakat yang memiliki tujuan dan sasaran untuk menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya, dapat ditentukan oleh rasa tenteram, aman dan nyaman sehingga perlunya difasilitasi oleh pemerintah melalui: Membangun infrastruktur yang tanggap bencana alam seperti: banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, tsunami; mengurangi penebangan pohon-pohon serta membangun dan memelihara drainase; penegakan peraturan dalam membangun rumah pada kawasan rawan bencana; perlu kesadaran masyarakat; perlu adanya jalur evakuasi apabila terjadi bencana; perlu adanya pendampingan baik dari pemerintah dan Lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki kepakaran ilmu dan teknologi, keterampilan dalam bidang kebencanaan.
STUDI PENGAMATAN TERJADINYA POLA PERGESERAN FUNGSI RUANG PADA BANGUNAN RUMAH-TOKO DI MANADO Erdiono, Deddy; Karonkong, Hendriek H.; Siregar, Frits O.P.
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah-toko (Shop house) adalah bangunan khas perkotaan dengan fungsi ganda sebagai tempat usaha (dagang) sekaligus hunian (rumah tinggal). Fungsi ini biasanya berawal pada satu kawasan pasar dengan aktivitas utama adalah dagang. Rumah dalam konteks rumah-toko (ruko) tersebut merupakan kebutuhan papan (primer) di samping aktivitas mata pencaharian utama. Jajaran ruko itu sendiri merupakan bangunan rintisan mengawali kegiatan bisnis terutama aktivitas dagang pada satu kawasan kemudian perkembangan berikutnya menjadi pusat perdagangan dan jasa dengan berbagai kesibukan bisnis yang merupakan bagian integral suatu kota. Perencanaan bangunan ruko di Manado awalnya didominasi oleh masyarakat pedagang keturunan Tionghoa (Cina) dengan rancangan ruko pada lahan yang terbatas. Fungsi rumah-toko tersebut masih seimbang antara fungsi hunian dan dagang, namun seiring dengan perkembangan jaman serta meningkatnya aktivitas berdagang daripada aktivitas berhuni, telah menyebabkan terjadinya perubahan fungsi ruang pada bangunan rumah-toko. Untuk mengetahui tentang perubahan tersebut, maka dilakukan penelitian terjadinya pergeseran fungsi ruang pada bangunan rumah-toko pada beberapa kawasan di Manado menurut urutan tahun pembangunannya. Penelitian ini dilakukan untuk: 1) Mengamati transformasi fungsi ruang pada beberapa kelompok bangunan rumah-toko di Manado secara berurut sesuai tahun pembangunannya; 2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendominasi penyebab terjadinya perubahan fungsi ruang pada bangunan rumah-toko tersebut. Hasil dari kedua pengamatan tersebut akan dijadikan bahan dalam merumuskan tipe atau karakteristik perubahan yang terjadi pada bangunan rumah-toko di kota Manado. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Diharapkan nantinya dari proses penelitian ini diperoleh karakteristik pola transformasi fungsi ruang bangunan rumah-toko di Manado, adalah pola transformasi yang didominasi oleh penyebab yang spesifik. Kata Kunci : Rumah-toko, fungsi ruang, transformasi, pergeseran, dagang.