aris rahardjo
universitas jenderal soedirman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Pemasaran Geopark Berbasis Masyarakat Melalui Bauran Facebook, Youtube dan Kanal TV aris rahardjo
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.557 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.16.1.2641

Abstract

Paper ini mengulas pengembangan komunikasi pemasaran pariwisata geopark berbasis masyarakat di desa Peniron Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebu-men. Desa Peniron yang menghadapi sejumlah keterbatasan berhasil mencapai tujuan pemasaran tahap demi tahap setelah mengembangkan komunikasi pema-saran melalui bauran media sosial Facebook, YouTube, dan media tradisional TV secara tanpa bayar. Bauran elemen komunikasi tersebut memberikan efek pada wisatawan untuk berwisata, sehingga desa pertanian tersebut berubah menjadi desa wisata yang memberi manfaat ekonomi baru bagi masyarakat lo-kal, konservasi alam, dan pembangunan berkelanjutan.
Komunikasi Pemasaran Geopark Berbasis Masyarakat Melalui Bauran Facebook, Youtube dan Kanal TV aris rahardjo
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.557 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2020.16.1.2641

Abstract

Paper ini mengulas pengembangan komunikasi pemasaran pariwisata geopark berbasis masyarakat di desa Peniron Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebu-men. Desa Peniron yang menghadapi sejumlah keterbatasan berhasil mencapai tujuan pemasaran tahap demi tahap setelah mengembangkan komunikasi pema-saran melalui bauran media sosial Facebook, YouTube, dan media tradisional TV secara tanpa bayar. Bauran elemen komunikasi tersebut memberikan efek pada wisatawan untuk berwisata, sehingga desa pertanian tersebut berubah menjadi desa wisata yang memberi manfaat ekonomi baru bagi masyarakat lo-kal, konservasi alam, dan pembangunan berkelanjutan.