Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konstruksi Media Massa Dalam Pembentukan Stigma Masyarakat Mengenai Covid-19 Rohmatin Alfianistiawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.591 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2021.17.2.4279

Abstract

Jenis virus corona baru yaitu SARS-CoV-2, kependekan dari Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2. Yang biasa disebut COVID-19 menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat dan memakan banyak korban. Ditengah pandemic yang terjadi, media ramai memberitakan dampak dari virus covid 19 tersebut yang muncul di layar kaca selama berminggu-minggu. Munculnya banyak pemberitaan dari media massa tersebut membentuk stigma yang berbeda beda oleh setiap masyarakat. Penelitian ini menggukan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif guna mengunggap konstruksi media massa di masa pandemi. Adapun hasil yang diperoleh adalah peran media massa dalam menciptakan sebuah konstruksi realitas dikalangan masyarkat sehingga membentuk stigma tersendiri mengenai pandemi. Dalam menyampaikan informasi dan edukasi media massa mampu menjadi sebuah rujukan terpercaya bagi masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan media massa mampu mengkonstruksi realitas yang ada di masyarakat.
Transformasi televisi sebagai media belajar di tengah pandemi dalam kacamata rasional instrumental Rohmatin Alfianistiawati; Pramana Herjati Putra Dionchi; Hasna Bararah M; Joan Hesti Gita Purwasih
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.563 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p116-124

Abstract

During the Covid-19 pandemic, various areas of life experienced changes and adjustments, including in the field of education by conducting distance learning. As a form of adjustment for distance learning, the government and educators use television as a learning medium. The transformation of television as a learning medium is aimed at every level of education, one of which is at the high school level. This study aims to determine the form of television transformation in the perspective of the instrumental rational theory as well as the perspective of students on learning through television. This research was conducted using descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation and interviews. The results obtained in the form of structured programs during learning through television as a form of instrumental rational action during distance learning as well as the perspective of students with this transformation. Pada masa pandemi Covid-19 berbagai bidang dalam kehidupan mengalami perubahan serta penyesuaian, termasuk pada bidang pendidikan dengan mengadakan pembelajaran jarak jauh. Sebagai bentuk penyesuaian pembelajaran jarak jauh tersebut pihak pemerintah serta pendidik memanfaatkan televisi sebagai media belajar. Transformasi televisi sebagai media belajar ini ditujukan pada setiap jenjang pendidikan, salah satunya pada jenjang sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk transformasi televisi dalam perspektif teori rasional instrumental tersebut serta perspektif peserta didik akan kegiatan belajar memelalui televisi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi serta wawancara. Hasil yang diperoleh berupa adanya program terstruktur selama pembelajaran melalui televisi sebagai bentuk tindakan rasional instrumental selama pembelajaran jarak jauh serta perspektif peserta didik dengan adanya transformasi tersebut.
Konstruksi Media Massa Dalam Pembentukan Stigma Masyarakat Mengenai Covid-19 Rohmatin Alfianistiawati
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.591 KB) | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2021.17.2.4279

Abstract

Jenis virus corona baru yaitu SARS-CoV-2, kependekan dari Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2. Yang biasa disebut COVID-19 menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat dan memakan banyak korban. Ditengah pandemic yang terjadi, media ramai memberitakan dampak dari virus covid 19 tersebut yang muncul di layar kaca selama berminggu-minggu. Munculnya banyak pemberitaan dari media massa tersebut membentuk stigma yang berbeda beda oleh setiap masyarakat. Penelitian ini menggukan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif guna mengunggap konstruksi media massa di masa pandemi. Adapun hasil yang diperoleh adalah peran media massa dalam menciptakan sebuah konstruksi realitas dikalangan masyarkat sehingga membentuk stigma tersendiri mengenai pandemi. Dalam menyampaikan informasi dan edukasi media massa mampu menjadi sebuah rujukan terpercaya bagi masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan media massa mampu mengkonstruksi realitas yang ada di masyarakat.
EVALUASI KEGIATAN PENDAMPINGAN LITERASI DIGITAL “HOAKS” PADA KELOMPOK PENGAJIAN PEREMPUAN Rohmatin Alfianistiawati; Pramana Herjati Putra Dionchi; Hasna Bararah; Megasari Noer Fatanti
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v5i2p70-79

Abstract

The increasing circulation of false/hoax information amid the increasing number of internet users in Indonesia is why understanding media literacy, especially digital information, needs to be given to all levels of society, including housewives (IRT), who are often actors who spread hoaxes and affected victims. This article discusses efforts to increase the understanding of the study group about "hoaxes" by providing digital literacy assistance. This research is intended to increase awareness of information literacy in digital media for women, especially mothers who are members of the recitation group in Jatirejoyoso Village, Kepanjen District, Malang Regency. The aims of this study are: (1) to find out what the Jatirejoyoso recitation groups use on social media, (2) can participants distinguish between true and false information after the service activity?, (3) how can the participants avoid hoax news?. The research uses descriptive qualitative data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and focused group discussions. The activity results show that Whatsapp and Facebook are favourite platforms for mothers to find and disseminate information. On the other hand, the post-test results show that the informants can distinguish between accurate and hoax information, such as fraudulent messages received via SMS/Whatsapp or information with bombastic titles without source information. One of the informants admitted that the effort to avoid hoaxes or news was to ask family members at home, religious leaders (Ustad/Ustadzah), or even tell each other about a community meeting. So far, this strategy has effectively prevented mothers from the threat of fake news or hoaxes.Peredaran informasi palsu/hoaks yang semakin tinggi ditengah peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia menjadi alasan bahwa pemahaman literasi media khususnya informasi digital perlu diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali para ibu rumah tangga (IRT) yang kerapkali menjadi aktor penyebar hoaks maupun korban terdampak. Artikel ini membahas mengenai upaya peningkatan pemahaman kelompok pengajian tentang hoaks melalui kegiatan pendampingan literasi digital. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran literasi informasi media digital bagi perempuan, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui media sosial apa yang digunakan oleh para kelompok pengajian Jatirejoyoso, (2) apakah pasca kegiatan pengabdian peserta dapat membedakan informasi benar dan hoaks?, (3) bagaimana para peserta agar terhindar dari berita hoaks?. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan focus group discussions. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Whatsapp dan Facebook menjadi platform favorit bagi ibu-ibu untuk mencari dan menyebarkan informasi. Di lain sisi, hasil post test menunjukkan bahwa informan memiliki kemampuan dasar membedakan antara informasi yang benar dan hoaks, seperti misalnya pesan penipuan yang diterima melalui SMS/Whatsapp maupun informasi dengan judul bombastis tanpa keterangan sumber. Salah satu informan mengakui bahwa upaya terhindar dari hoaks atau berita yaitu bertanya kepada anggota keluarga se rumah, pemuka agama (Ustad/Ustadzah), atau bahkan saling menyampaikan ketika ada pertemuan warga. Selama ini strategi tersebut cukup efektif menghindarkan ibu-ibu dari ancaman berita palsu atau hoaks.