p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL AGROHITA
Fawzy Muhammad Bayfurqon
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEMAMPUAN AMELIORASI PADA BUDIDAYA PADI UNTUK PENURUNAN CEKAMAN FE Mela Maulida; Nurwulan Agustiani; Wagiono Wagiono; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6143

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk dapat mengurangi salah satu permasalahan dalam budidaya dan produksi tanaman padi di Indonesia khususnya pada lahan rawa pasang surut. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan, menggunakan padi varietas Inpari 30 Ciherang Sub1. Media yang di gunakan yaitu larutan hara Yoshida yang di tambahkan Fe dan pH yang telah di modifikasi agar sesuai dengan lahan rawa pada umumnya. Sistem tanam yang di gunakan adalah hidroponik Dutch Bucket System. Media tumbuh menggunakan pakis, wadah tanaman menggunakan ember plastik dengan volume 8 liter, penambahan volume larutan Yoshida di lakukan 1 minggu sekali. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa pengaruh nyata akibat pengelolaan hara dan bahan amelioran terhadap tinggi tanaman, dan skoring cekaman Fe pada daun yang di lakukan pada umur 30, 50, 70 HST dan menjelang panen, kehijauan daun umur 30 hst, bobot jerami dan gabah per pot, dan bobot 1000 butir. Perlakuan P2 memberikan hasil terendah pada pengamatan skoring Fe umur 50, 70 hst dan menjelang panen, memberikan hasil tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman 70 hst (88,50), gabah per pot (34,02), dan bobot 1000 butir (23,76). perlakuan P3 (pemberian pupuk sesuai PUTR dan kapur 125% dari rekomendasi PUTR) memberikan hasil terendah pada pengamatn skoring Fe umur 50, 70 hst dan menjelang panen, memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman menjelang panen (87,83), kehijauan daun 30 hst 40,47 dan pengamatan bobot kering jerami (43,30).
PENGARUH INTERAKSI PEMBERIAN AMPAS TAHU DAN PUPUK ORGANIK CAIR SUPER A-1 TERHADAP PRODUKTIVITAS JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae (Bull). Singer) Vivian Rizky Hassan; Ani Lestari; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6068

Abstract

Peningkatan produktivitas dalam budidaya jamur merang memerlukan adanya inovasi berupa variasi penambahan media tumbuh yang memiliki nutrisi tinggi dengan harga yang cukup efisien. Salah satu alternatif solusi penambahan media adalah dengan pemanfaatan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh komposisi media penambahan ampas tahu yang optimal terhadap produksi jamur (Volvariella volvaceae (Bull.) Singer). Penelitian dilaksanakan di kumbung jamur merang Karang Anyar, Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai November 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Terdapat dua faktor yang terdiri dari sembilan perlakuan dalam empat kali ulangan, sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama adalah penambahan ampas tahu pada media tumbuh yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : P1(penambahan 30%), P2 (penambahan 50%), dan P3 (penambahan 70%), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Super A-1 yang terdiri dari 3 taraf yaitu, A1 (10 cc/liter), A2 (15 cc/liter), dan A3 (20 cc/liter). Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi signifikan pada faktor penambahan POC dengan dosis 20 cc terhadap bobot total jamur dengan rerata bobot mencapai 0,85 kg.