Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Human Error terhadap penggunaan Peralatan Komunikasi dan Navigasi Kapal Sebagai Penyebab Kecelakaan Kerja Anak Agung Istri Sri Wahyuni; Dian Wahdiana; Sereati Hasugian; Anak Agung Istri Sinta Bela Paramitha
Jurnal Infokes Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human error has long been considered the leading cause of incidents in the shipping sector. It is estimated that between 75% and 96% of marine accidents are caused by human error. Such incidents are also ranked as the leading cause of liability loss, driven by the high costs that can be attributed to the impact of a major event. Human error or human error still often occurs in ship control. The possibility of human error occurring on board is due to the high workload and the influence of an uncomfortable work environment. The purpose of this study was to analyze human error on navigation communication equipment on ships as a cause of accidents in the Bali Strait. This research is a qualitative descriptive study, the data collection technique used is observation, and literature, the data analysis technique used is the qualitative analysis technique. Based on the explanation above, Human error factors in the form of fatigue, stress levels and physical stress that affect concentration are believed to affect safety in the workplace.Meanwhile, decision errors, skill-based errors, perceptions and violations are also categorized as human errors which also contribute to work accidents that result in ship wreck.
IDENTIFIKASI RISIKO KEGIATAN BONGKAR MUAT UNTUK MENGENDALIKAN DAN MENCEGAH KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZOP ANALYSIS DI MV. TANTO PERMAI Ahmad Maulana; Sereati Hasugian; Anak Agung Istri Sri Wahyuni; Heru Widada; Arleiny Arleiny
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 24, No 1 (2023): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i1.359

Abstract

Kecelakaan kerja adalah insiden atau kejadian yang tidak diduga dan tidak diinginkan karena bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Serta kecelakaan kerja juga dapat menyebabkan seseorang mengalami cedera fisik. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian kecelakaan kerja yaitu dengan menerapkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab seluruh crew diatas kapal untuk selalu memperhatikan safety management system agar dapat mengurangi risiko kecelakaan pada saat bongkar muat diatas kapal. Untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, diperlukan kegiatan manajemen risiko yang meliputi identifikasi bahaya, analisis potensi bahaya, penilaian risiko, manajemen risiko, serta pemantauan dan evaluasi. Kecelakaan kerja pada saat bongkar muat diidentifikasi dengan menggunakan metode analisis hazop. dalam kegiatan ini mengidentifikasi 7 kegiatan pada saat kegiatan bongkar muat terdiri dari perencanaan pemuatan (Bay Plan), perencanaan muatan out of gauge, proses muat kontainer kargo, pelashingan kontainer, pemuatan kontainer IMDG, pemuatan kontainer reefer, dan pada saat proses bongkar. Berdasarkan data yang telah terkumpul dari penelitian yang telah dilakukan, nilai risiko kecelakaan tertinggi terdapat pada kegiatan (6A) Menyentuh kabel daya listrik reefer dengan total risk level 15,02 dimana tingkat risiko yang ditimbulkan tinggi dan tidak dapat diterima sehingga waktu penanggulangannya untuk mengurangi risiko menjadi rendah dan dapat diabaikan adalah dalam waktu 24 jam. Hazard yang timbul pada saat menyentuh kabel daya listrik reefer dan sambungan listrik yang tidak diperiksa dapat menyebabkan bahaya tersetrum pada saat plug in kabel reefer. Untuk nilai risiko terendah terdapat pada kegiatan (3E) ruang muat yang kotor dengan total risk level 8,01 tingkat risiko yang dapat ditimbulkan yaitu medium dimana risiko yang dapat terjadi yaitu kerusakan pada muatan. Untuk pengendalian risiko untuk menurunkan risiko ke tingkat rendah sehingga dapat diabaikan adalah dalam waktu 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian didapatilah beberapa Analisa risiko kecelakaan kerja yang dapat terjadi pada saat kegiatan bongkar muat. Untuk itu, demi meningkatkan kelancaran dan keselamatan pada saat bekerja harus ada upaya penanggulangan dan pengendalian risiko yang dilakukan untuk para pekerja dan awak kapal agar dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan kegiatan bongkar muat dapat terlaksana dengan baik dan teratur. Kata kunci :  Identifikasi Risiko, kapal, kecelakaan kerja ,pengendalian risiko, Metode Hazop Analysis