Slamet Panuntun
STAI Walisembilan Semarang (SETIAWS)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BUDAYA ORGANISASI PENDIDIKAN DI INDONESIA ORGANISASI DALAM PENDIDIKAN Slamet Panuntun
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Intelegensia - Vol. 08 No. 2 Juli-Desember 2020
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v8i2.1487

Abstract

AbstrakBudaya organisasi berdasarkan kebersamaan, sikap, hubungan, dan asumsi secara eksplisit atau implisit diterima di keseluruhan organisasi untuk membantu menghadapi lingkungan luar dan mencapai tujuan. Ada empat budaya organisasi yaitu: apathetic culture; perhatian anggota organisasi terhadap hubungan antar manusia maupun terhadap kinerja pelaksanan tugas, keduanya rendah. Penghargaan diberikan terutama berdasarkan permainan politik dan pemanipulasian orang lain, caring culture;dicirikan oleh rendahnya perhatian terhadap kinerja dan perhatian hubungan antar manusia. Penghargaan didasarkan atas kepaduan dan harmoni, bukan atas pelaksanaan tugas, exacting culture; perhatian terhadap orang lain rendah tetapi perhatian terhadap kinerja sangat tinggi. Secara ekonomis, penghargaan sangat memuaskan tetapi hukuman atas kegagalan sangat berat, integrative culture; dicirikan dengan perhatian terhadap orang maupun kinerja keduanya. Budaya organisasi Indonesia belum mengacu pada keyakinan bersama, sikap, tata hubungan, dan asumsi yang secara eksplisit atau implisit diterima masyarakat dalam lingkup pendidkan sehingga untuk membantu menghadapi lingkungan luar dan mencapai tujuan organisasi sulit terwujud. Lembaga pendidikan dapat berjalan dengan baik dengan adanya organisasi yang terstruktur. Berorganisasi membutuhkan tenaga dan fikiran, uang. Sementara organisasi memberikan kepuasan. Orang akan bekerja efektif apabila yang diperoleh lebih tinggi dari pada nilai yang dinvestasikan. Organisasi pendidikan selalu mengadakan perubahan dalam pencapaian tujuan yang. Demikian juga organisasi pendidikan demi tujuan yang diharapkan dalam undang-undang.
PENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH MELALUI PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN Slamet Panuntun
Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2018): JURNAL INTELEGENSIA - VOL. 06 NO. 2 JULI-DESEMBER 2018
Publisher : PASCASARJANA UNISNU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/intelegensia.v6i2.1817

Abstract

AbstrakPentingnya pengelolaan pembiayaan pendidikan dalam pemenuhan sarana dan prasarana, juga kebutuhan guru dan staf di Madrasah Aliyah yang selalu berubah, sehingga Madrasah melakukan penyesuaian pembiayaan dengan manajemen yang lebih mampu mengatasi permasalahan meskipun banyak kelemahan dalam memaksimalkan dana dengan setiap kebutuhan yang diinginkan sehingga kebutuhan terpenuhi, terlebih transparansi pengelolaan yang akan menjadikan setiap stakeholder di madrasah dapat bekerja dengan baik tanpa curiga. Permasalahan penelitian ini adalah 1) Bagaimana perencanaan anggaran 2) Bagaimana pelaksanaan pembiayaan 3) Bagaimana evaluasi pembiayaan? Bentuk penelitian ini kualitatif (natural setting) dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian: 1) Perencanaan anggaran untuk peningkatan mutu dilakukan dengan setiap guru mengajukan proposal sesuai kebutuhan kemudian diserahkan kepada setiap waka, waka kemudian memberikan kepada kepala madrasah dan diteruskan kepada yayasan untuk disepakati dalam RAPBM tahunan. 2) Pelaksanaan pembiayaan dilakukan dengan membagi setiap sektor pendidikan sesuai kesepakatan rapat RAPBM secara efisien, efektif demi peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah. 3) Evaluasi dilakukan dengan dua cara, jika dana dari pemerintah maka evaluasi dilakukan pemerintah melalui laporan pertanggungjawaban pihak sekolah ke kementerian terkait, jika dana dari bantuan masyarakat, orang tua, siswa maka evaluasi dilakukan oleh kepala madrasah dan yayasan dengan menggunakan E-Budgeting.Kata Kunci: Mutu Pendidikan; Pengelolaan Pembiayaan.