Edy Nursanto
Magister Teknik Pertambangan, UPN Veteran Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) di Perusahaan Pertambangan Guna Meningkatkan Kinerja Keselamatan Operasi dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Hertanti Kusuma Wardani; Edy Nursanto; Nur Ali Amri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.982 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6678

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara yang disingkat SMKP Minerba merupakan aspek penting dalam suatu perusahaan pertambangan baik owner maupun perusahaan jasa pertambangan guna mencapai keberhasilan produksi menyertakan/diiringi keselamatan operasi penambangan dan keselamatan kesehatan kerja karyawan. Penilaian SMKP Minerba telah diatur dalam peraturan perundangan yakni Keputusan Direktur Jenderal Minerba No.185.K/37.04/DJB/2019. Di industri pertambangan, potensi dan faktor bahaya memiliki resiko tinggi. Sumber-sumber bahaya perlu dikelola dan dikendalikan untuk mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yakni observasi lapangan, Collecting evidence/dokumen terkait elemen SMKP, wawancara karyawan dan studi kepustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran implementasi SMKP minerba di perusahaan pertambangan ini. Penerapan SMKP Minerba di PT X sudah dilakukan dua kali dalam kurun waktu 4 tahun. Namun, tingkat pencapaian tiap elemen sangat rendah. Berdasarkan presentase penerapan SMKP Minerba terjadi kenaikan nilai presentase menjadi 25% dari nilai penerapan sebelumnya 12%. Elemen yang menjadi inti yakni Elemen Implementasi masih sangat rendah penerapannya. Hasil audit dengan presentase 25% termasuk dalam implementasi dibawah 70% mendapatkan surat keterangan dan piagam sebagai bukti telah melakukan penilaian/audit internal SMKP. Temuan-temuan yang ditemukan saat dilaksanakan audit, perlu dilakukan evaluasi dan tindak lanjut untuk menanggulangi hal tersebut guna mencapai penerapan SMKP Minerba yang selaras dengan regulasi.
Identifikasi Hazard Potential Pada Area Penambangan Dengan Metode JSA Hertanti Kusuma Wardani; Edy Nursanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.752 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7584

Abstract

PT X merupakan satu perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batubara. Proses yang dilakukan oleh PT X dalam memproduksi batubara mengikuti mekanisme/tahapan-tahapan penambangan secara baik dan benar. Berdasarkan hasil wawancara dengan manager tambang bahwa di perusahaan ini belum memiliki Standard Operating Procedures (SOP), lembar Job Safety Analysis (JSA) dan belum dilakukan identifikasi bahaya. Alat gali muat (excavator) pada fungsinya memegang peranan penting dalam melakukan proses gali muat batubara. Pada saat melakukan kegiatan produksi banyak potensi bahaya yang timbul sehingga perlu adanya identifikasi bahaya terdapat pada excavator baik itu pada saat melakukan penggalian batubara maupun saat melakukan perawatan alat tersebut. Dengan menggunakan metode pengambilan data dengan cara wawancara metode JSA dan dijelaskan berupa tabel dan deskripsi. Potensi bahaya pada kegiatan penambangan dan perawatan alat gali muat berdasarkan metode Job Safety Analysis memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda yaitu pada kegiatan pengupasan overburden terdapat 1 potensi bahaya yang memiliki tingkat risiko high dan 3 potensi bahaya tingkat risiko medium dan pada kegiatan penggalian batubara terdapat 1 potensi bahaya tingkat risiko ekstrim dan 2 potensi bahaya memiliki tingkat risiko medium. Setiap potensi bahaya tersebut dilakukan upaya pengendalian dengan menerapkan Standard Operating Procedures (SOP) dan Job Safety Analysis berdasarkan upaya pengendalian yang direkomendasikan.