Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGUATAN PERAN LEMBAGA SEKOLAH DALAM PENCEGAHAN DAN PENAGGULANGAN HIV DAN AIDS PADA SISWA SLTA DIKAWASAN TRETES PRIGEN PASURUAN MELALUI STUDENT LEARNING CENTER (SLC) Ahmad Zainuddin; Zainul Ahwan; Mochamad Hasyim

Publisher : LPPM Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.641 KB)

Abstract

Official data from the National AIDS Commission [KPA] shows that East Java ranks second [two] national HIV most with 33,043 cases of HIV and AIDS as many as 17,014 cases. Whereas Pasuruan Regency was ranked 2 [two] with the highest number of HIV cases from all districts in East Java with 1212 cases. The majority of HIV cases are dominated by productive age / adolescents / school students between the ages of 20-29 years, the number of which reaches around 345 people or around 24%. of the total HIV cases in Pasuruan Regency which amounted to 1212 cases. [KPA data of Kab. Pasuruan from 2000-2016]. Whereas in terms of HIV data by region, Prigen Subdistrict still ranks first as the region with the most HIV cases in Pasuruan Regency with 93 cases. Seeing this problem, the strengthening of school institutions in the prevention and control of the dangers of HIV and AIDS is a priority to be realized. This community service activity (PKM) uses the Community Organizer (CO) approach which is implemented in 5 (five) high schools in the district. Prigen Pasuruan. The tangible results of this service program have made a real contribution to the establishment of high school education institutions in the Prigen area with the increase in the capacity of teachers and students in the prevention of HIV and AIDS and drugs in both religious and medical studies, making strategies and techniques for the campaign of HIV and Aids and network strengthening formed between educational institutions, AIDS prevention commissions in Kab. Pasuruan, the health office and the college of Yudharta Pasuruan University
Tradisi Pembacaan Surat Al-Waqi’ah: (Kajian Living Qur’an di Pondok Pesantren Al-Hidayah II, Pasuruan) Farah Lu’luil M; Ahmad Zainuddin
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 1 No. 1 (2019): Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana dan proses pembacaan surah al-Waqi’ah di Pondok Pesantren al-Hidayah II, Pasuruan. Dan untuk mengetahui makna tradisi tersebut bagi para yang mengikuti, diantaranya adalah para santri, para pengurus dan pengasuh. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan penelitian deskriptif yang bertujuan mencari esensi makna dibalik fenomena baik dalam kapasitas sebagai individu, kelompok, maupun masyarakat luas, dan berusaha mendeskripsikan suatu gejala dan peristiwa saat ini. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskripftif dengan metode teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisis data, penulis menggunakan teknik analisis interaktif. Tradisi Waqi’ahan di Pondok Pesantren al-Hidayah II ini, berasal dari ijazah yang diberikan oleh guru pengasuh yakni KH. Ahmad bin Muhammad bin Dahlan, Lebak – Winongan – Pasuruan. Pola pembacaan Surah al-Waqi’ah adalah pembacaan secara sedang (Tadwir). Makna pembacaan surah al-Waqi’ah menurut Pondok al-Hidayah II, melancarkan Rizki, melatih diri untuk istiqomah, mendekatkan diri (taqarrub) kepada allah, dan meningkatkan kecantikan dalam diri (Inner Beauty).
KONSEP BERPIKIR KRITIS PERSPEKTIF IMAM FAKHRUDDIN AR-RAZI (Interpretasi Qs. Ali Imran: 190-191 dan Qs. Az-Zumar:18) Nazzala Aulian Nafi; Miftarah Ainul Mufid; Ahmad Zainuddin; Wiwin Ainis Rohtih
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.53

Abstract

Berpikir kritis merupakan suatu pola pikir atau kemampuan berpikir yang holistik dan memerlukan pemahaman mendalam terhadap suatu masalah. Ini melibatkan bukan hanya memberikan respons terhadap masalah tersebut, tetapi juga menyelidiki dan mengikuti perkembangannya, berusaha mengidentifikasi lebih lanjut, dan mengembangkannya menjadi lebih baik daripada sebelumnya, dengan tujuan mencapai pemahaman yang lengkap dan mendalam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Metode analisa yang akan dipakai adalah metode analisa-deskriptif, yang melibatkan penjelasan secara rinci tentang data yang diperoleh baik dari sumber primer maupun sumber sekunder, kemudian dianalisis secara kritis dan komprehensif untuk mencapai kesimpulan yang memadai. Berpikir kritits dijelaskan pada beberapa surat didalam al-Qur’an, khususnya pada surat Ali Imran ayat 190-191 dan surat Az-Zumar ayat 18. Penelitian ini menggunakan tafsir al-kabir karya Imam Fakhruddin Ar-Razi. Dalam penafsirannya Ar-Razi menjelaskan ciri-ciri orang yang berpikir kritis atas penciptaan Tuhan, penghambaan seorang makhluk yang diaplikasikan pada perilaku ibadah maupun berdzikir (mengingat) kepada Allah secara lisan dan hati, serta proses filterisasi dalam menerima informasi yang berujung pada implikasi berpikir kritis terhadap perilaku dan sikap manusia yang berakhir pada pembahsan ulul albab.
EPISTEMOLOGI PENAFSIRAN ACENG ZAKARIA DALAM KITAB TAFSIR AL-FATIHAH. Ibnu Mas’ud; Ahmad Zainuddin; Amir Mahmud; Mukhid Mashuri
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v2i2.702

Abstract

Penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui Epistemologi penafsiran pada kitab tafsir Surah Al-Fatihah karya Aceng Zakaria. Berangkat dari berbagai macam tafsir yang beredar pada masa sekarang, tentulah terdapat gaya penafsiran serta aliran-aliran tafsir yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan motivasi penulis untuk mengupas kitab tafsir karya Aceng Zakaria. Selain itu, hal menarik yang menjadi latar belakang memilih kitab tafsir karya Kiayi Aceng, karena tafsir ini dikarang oleh Ulama yang namanya masyhur berasal dari organisasi Persis (Persatuan Islam). Maka dirasa perlu untuk mengkaji terlebih dahulu mengenai sumber penafsiran serta kevalidannya sebelum dikonsumsi oleh masyarakat luas.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Pustaka (Library research) dengan pendekatan kualitatif, karena bertujuan untuk mendiskripsikan Epistemologi penafsiran pada karyanya Kitab Tafsir Al-Fatihah.Sebagaimana pada umumnya penelitian ini juga menggunakan dua sumber dalam penguraiannya, yaitu kitab Tafsir surah Al-Fatihah sebagai sumber primernya, dan beberapa kitab tafsir dan ulumul Qur’an sebagai sumber sekundernya.Kitab Tafsir Al-Fatihah ini tergolong kepada Tafsir Bi al-Iqtiran, karena sumber yang digunakan adalah kombinasi dari al-Qur’an, hadist, pendapat Shahabat, serta pemikiran Mufassir. Adapun setelah membaca dan melakukan pengamatan, kitab tafsir Al-Fatihah karya Aceng Zakaria ini dikatakan Valid. Dengan diukur menggunakan teori Korespondensi dan teori Pragmatisme. teori korespondensi adalah teori yang mengukur kebenaran sebuah penafsiran ketika terdapat keselarasan penafsiran dengan kejadian di alam raya. Sedangkan teori Pragmatisme penafsiran dikatakan valid yaitu penafsiran mengandung solusi atau pencerahan terhadap masyarakat.
PENAFSIRAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PRESPEKTIF AL-SYAIKH AL-FAQIH MUHAMMAD MUTAWALLI AL- SYA’ROWI Fauziyah, Amanda Rizqiyatul; M. Mukhid Mashuri; Miftarah Ainul Mufid; Ahmad Zainuddin
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i1.5153

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan perempuan kerap kali menjadi problema di tengah masyarakat. Banyak beberapa pihak yang meragukan akan seorang perempuan menjadi seorang pemimpin, dari segi ilmu khasbi dan wahbi Allahpun, dapat kita telisik bahwa perempuan dirasa sangat bisa menjadi seorang pemimpin. Karena ilmu khasbi dan wahbi Allah itu berlaku bagi setiap hamba muslim laki laki ataupun perempuan. Adapun dari segi sosial atau politik. Dalam penelitian ini, kami merujuk pada tafsir Sya’rowi, yang didalamnya menjelaskan mengenai kepemimpinan perempuan dalam surat An-Nisa’ ayat 34. Yang menjelaskan bahwa kepemimpian perempuan itu boleh asalkan seorang perempuan itu adalah hamba yang taat dan tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang hamba Allah, dan juga sebagai seorang istri. Namun dalam Al-Qur’an penjelasan mengenai kepemimpinan perempuan masih belum tertera secara gamblang, hanya terdapat satu ayat yang menjelaskan bahwa laki - laki dan perempuan harus menjadi penolong atas satu sama lain. Sehingga dapat kita tafsirkan bahwa kepemimpinan perempuan jelas boleh, hanya Allah melebihkan sebagian kepemimpinan tersebut pada seorang laki–laki. Tujuan dan hasil dari penelitian ini yakni untuk dan dapat mengetahui bagaimana penafsiran Sya’rowi sendiri mengenai kepemimpinan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lebih fokus pada deskripsi dan interpretasi data. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data non-numerik, seperti wawancara, observasi, atau analisis teks, untuk memahami fenomena atau keadaan dalam konteks yang lebih luas. Memungkinkan peneliti untuk menjelajahi kompleksitas, makna, dan hubungan sosial dalam fenomena yang diteliti. kualitatif bersifat subjektif dan interpretatif, dengan fokus pada konteks dan makna. kami melengkapi penelitian ini dengan menggunakan metode study kasus untuk memantau bagaimana pengimplemetasian yang sudah terjadi dalam real life agar memperkuat data dan apa yang sedang kami teliti. Keywords:Kepemimpinan Perempuan, Al-Syaikh Al-Faqih Muhammad Mutawalli Al- Sya’rowi, Tafir Sya’rowi
Konsep Zuhud Prespektif  Dr. Atabik Lutfi, M.A Dalam  Tafsir Tazkiyah Fina Nur Jannah; Ahmad Zainuddin; M. Mukhid Mashuri; Miftarah Ainul Mufid
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Komunikasi dan Dakwah al-Qur'an
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/93fbps43

Abstract

Setiap manusia pasti mengharapkan kehidupan yang baik, dan cenderung mengikuti kemauan-kemauan yang di kendalikan oleh hawa nafsu masing-masing, mereka cenderung ingin menguasai dunia, yang mana kebanyakan orang yang salah faham terhadap zuhud, banyak yang mengira kalau zuhud adalah meninggalkan harta, menolak segala kenikmatan dunia, dan mengharamkan yang halal.  Zuhud bukanlah meninggalkan kenikmatan dunia, dan juga bukan seseorang yang mengenakan pakaian yang lusuh, bukan berarti seseorang yang miskin, bukan juga seseorang yang hanya duduk di masjid, beribadah dan beribadah saja tanpa melakukan kegiatan lainnya. Hakikat zuhud yaitu mengalihkan kesenangan dari sesuatu kepada sesuatu yang lebih baik, zuhud memiliki posisi yang paling utama setelah manusia taqwa kepada Allah. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode maudhu’i Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, yang menekankan hal terpenting suatu perkara. Sedangkan jenis penelitian yang di pakai yaitu penelitian kepustakaan, yang menggunakan pengumpulan informasi dan data melalui berbagai literatur. Dan dalam metode penafsirannya, menggunakan metode tafsir maudhu‟i (tematik), yaitu metode yang mengarahkan pandangan kepada tema tertentu, kemudian mencari pandangan al-Qur‟an mengenai tema tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menuntun setiap orang kepada kezuhudan. Dalam Tafsir Tazkiyah banyak sekali paparan tentang zuhud dalam kehidupan sehari-hari di antaranya yaitu mnusia di anjurkan untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan yang mana sekarang banyak manusia yang cenderung ingin unggul dari orang lain. sifat berlomba-lomba dalam kebaikan akhirat merupakan puncak tertinggi untuk orang-orang yang berbakti kepada Alllah SWT. selanjutnya kita harus selalu tawakkal kepada Allah dengan bentuk menyerahkan seluru persoalan kita kepada Allah, yang mana tidak ada rencana apapun kecuali takdir Allah. Abstract Every human being certainly hopes for a good life, and tends to follow the desires that are controlled by their respective lusts, they tend to want to rule the world, which most people misunderstand about zuhud, many think that zuhud is leaving wealth, rejecting all worldly pleasures, and forbidding what is halal. Zuhud is not leaving worldly pleasures, and also not someone who wears shabby clothes, does not mean someone who is poor, nor is it someone who just sits in the mosque, worshiping and worshiping without doing other activities. The essence of zuhud is to divert pleasure from something to something better, zuhud has the most important position after humans are pious to Allah. The method used in this study is the maudhu'i method. The method used is a qualitative approach, which emphasizes the most important thing in a matter. While the type of research used is library research, which uses the collection of information and data through various literature. And in the interpretation method, it uses the Maudhu'i (thematic) interpretation method, namely a method that directs one's gaze to a certain theme, then looks for the view of the Qur'an regarding that theme. This research aims to guide everyone to asceticism. In the Tafsir Tazkiyah there are many explanations about asceticism in everyday life, including that humans are encouraged to always compete in goodness, where nowadays many people tend to want to be superior to other people. The nature of competing for goodness in the afterlife is the highest peak for people who are devoted to Allah SWT. Next, we must always trust Allah in the form of submitting all our problems to Allah, where there is no plan except Allah's destiny.
Konsep Pergaulan Baik dalam Perspektif Al-Quran : (Telaah dalam Perspektif Maudhui) Nuril laila, Nuril Laila; Wiwin Ainis Rohtih; Ahmad Zainuddin; Nyoko Adi Kuswoyo
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/takwiluna.v6i1.1887

Abstract

This analytical study aims to understand the concept of good relationships in the Al-Qur'an. By using qualitative research methods and thematic interpretation methods (maudhu'i), this research found that the concept of good social relations in the Al-Qur'an found six verses related to good social relations. Where each verse will be interpreted by the scholars to find the results of an intelligent social attitude. Apart from that, a definition of social relations is also presented which includes the definition of good social relations according to the Al-Qur'an, as well as social ethics which emphasize mutual respect and appreciation, the last of which will be presented regarding the discussion of the impact of promiscuity. Thus, this study not only deepens social relationships but also provides the perspective of the Al-Qur'an that every Muslim must live by.
Optimalisasi Pelatihan Kepenulisan Dalam Meningkatkan Karya Ilmiah Mahasiswa IAT Universitas Yudharta Pasuruan di Pondok Pesantren LSQ Ar-Rahmah Rizki Kurniawan; M. Ja’far Shodiq; Nur Rochma; Shofiatul Husna; Khusnul Anwariyah; Ita Silviana; Ahmad Zainuddin
Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2025): Marsipature Hutanabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Devi Tara Innovations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The field experience practice conducted by students from Yudharta Pasuruan University aims to improve scientific work skills, carried out through writing training held at the LSQ Ar-Rahmah Islamic boarding school, Bantul, Yogyakarta. The background of this activity is expected that students of the Qur'an and Tafsir Sciences of Yudharta Pasuruan University can produce quality scientific works at the student level in order to support preparation for making proposals and theses. We can see that students are currently minimal in making scientific works, even though the skills that a student must have are in the field of correct writing and according to the flow of making. Therefore, this PPL activity for students of the Qur'an and Tafsir Sciences of Yudharta Pasuruan University is expected to be more accurate in producing scientific works through writing training at the LSQ Ar-Rahmah boarding school. The method used is direct training and intensive mentoring from mentors at the LSQ Ar-Rahmah Bantul boarding school, Yogyakarta. This writing training was carried out for approximately 2 weeks. Students are required to create scientific works in the form of journal articles output from this PPL activity, it is expected that the journal can be included in the synta and successfully published. The results of the activity show an increase in skills and the emergence of new interests among students to be more enthusiastic in creating scientific works.
The Urgency of Reading in the Character Formation of Generation Z Youth from an Al-Qur'an Perspective (Examination of Maudhu'i Tafsir) Mukhammad Fatchur Rozi; Nyoko Adi Kuswoyo; Ahmad Zainuddin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i2.2283

Abstract

This research discusses the urgency of reading from generation Z of the perspective of the Koran and the implications of the character formed in it. Along with rapid technological development, generation Z faces major challenges in the form of literacy crises and moral decline. The phenomenon of low interest in reading among young people is associated with the negative influence of modernity and digital technology. In the context of the literacy crisis faced by young people in the digital era, this research raises the importance of reading as a fundamental character that can help generation Z to strengthen character and faith in facing the challenges of modern times. Using a maudhu'I interpretation approach, several verses of the Koran that will be analyzed include QS. Al-Alaq verses 1 and 3, QS. Al-Isra’ verse 14, QS. Al-Haqqah verse 19 which emphasizes the command to read and QS. Taha verse 114, QS. Yusuf verse 30, QS. Al-Kahf verses 13, 60, 62 and QS. Al-Anbiya’ verse 60 which shows the character of an ideal young man. This research aims to explore communication between the two classification verses. In order to provide solutions and understanding of how reading can form a strong and positive mentality both from a spiritual and social perspective in Generazi Z which is in line with the teachings of the Al-Qur’an.
The Concept of Trust in Leadership: A Comparison of the Tafsir of Al-Munir and Al-Azhar in Interpreting Surah An-Nisa':58 Hanifah, Widad Fatin; Mufid , Miftarah Ainul; Mashuri , M. Mukhid; Zainuddin, Ahmad
Literacy: Journal of Education and Social Science Vol. 1 No. 02 (2024): Literacy: Journal of Education and Social Science
Publisher : Literacy: Journal of Education and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The general meaning of the word amanah in Surah an-nisa' verse 58 is the mandate to enforce the law of Allah fairly, both in personal life, society or state. In addition, another meaning of trust in this verse is that the position or mandate must be handed over to the person who has the right to carry it, anytime and anywhere. In the context of the life of the nation and state, all positions must be handed over to those who have gone through the legal or democratic process in obtaining the mandate. In this study, a literature method is used that involves collecting data analysis from various relevant sources such as books, tafsir books, and articles related to tafsir al-Munir and al-Azhar surah an-nisa' verse 58. This study aims to compare and analyze the interpretation of Surah an-nisa' verse 58 from the perspective of Tafsir al-Munir and al-Azhar. The results of this study found differences and similarities between Tafsir al-Munir and al-Azhar. Wahbah Zuhaili interprets the word amanah in this verse to include a broad meaning, meaning all types of trusts that exist, both trusts related to oneself or related to the rights of others as well as trusts related to Allah. Meanwhile, Buya Hamka interpreted that the mandate should be given to someone who is indeed an expert. The same interpretation of the two says that maintaining trust is one of the main keys in Islamic religious teachings.