Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pathways to Electric Two-Wheeler Adoption in Emerging Markets: A Scoping Review and Empirical Validation of Consumer Behaviour Agus Hindarto Wibowo; Moses Laksono Singgih; Budisantoso Wirjodirdjo
Automotive Experiences Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ae.16387

Abstract

The electrification of two-wheelers (E2Ws) is increasingly recognised as a high-impact decarbonisation strategy in emerging Asian markets, where motorcycles are the dominant mode of transport. However, the literature remains fragmented, and behavioural studies consistently report a persistent gap between stated adoption intentions and actual purchase behaviour. This study provides a robust empirical proxy to address these limitations through a two-phase hybrid approach: a Scoping Review and Bibliometric Analysis (ScoRBA) of 278 Scopus-indexed articles, synthesised using the PAGER framework, followed by empirical validation via a multi-model machine learning approach applied to a stated-preference dataset of 6,040 respondents from Solo, Indonesia. Bibliometric mapping identified three core socio-technical research clusters. The empirical analysis revealed a finding that departs substantially from prevailing assumptions: Perceived E-bike Quality, not financial incentives or operational costs, emerged as the dominant predictor of adoption. While initially identified via a baseline Decision Tree, this dominance was robustly validated across advanced ensemble algorithms and confirmed via SHAP analysis (Mean |SHAP Value| = 17.88%). Correctly situated within the Technology Perception dimension of the Technology Acceptance Model (TAM), this variable's dominance implies a sequential cognitive architecture: technology credibility must be established before economic evaluation becomes relevant. Consequently, policymakers in similar motorcycle-dominated transitional markets should prioritise quality certification and demonstration programmes before deploying purchase subsidies at scale.
Model Terintegrasi Dynamic Network Analysis dan RCSA Untuk Pengendalian Risiko Kredit dan Penurunan NPL di PT Bank X I Dewa Ayu Made Istri Wulandari; Moses Laksono Singgih
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7413

Abstract

Tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang tinggi menjadi masalah utama di sektor perbankan Indonesia, yang mencerminkan lemahnya manajemen risiko kredit. Meskipun bank telah mengimplementasikan berbagai sistem pengelolaan risiko, tingkat NPL yang signifikan menunjukkan bahwa pendekatan yang ada belum sepenuhnya efektif dalam menekan risiko kredit. Kebutuhan mendesak akan pendekatan baru yang lebih komprehensif dan inovatif sangat diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengurangi NPL, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menjembatani kebutuhan dalam identifikasi dan mitigasi faktor risiko yang berkontribusi terhadap NPL untuk diterjemahkan menjadi strategi manajemen risiko yang lebih efektif. Integrasi Dynamic Network Analysis (DyNA) dan Risk Control Self Assessment (RCSA) digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut. DyNA memetakan hubungan dinamis antar faktor risiko dalam jaringan yang sistemik, memungkinkan identifikasi titik-titik rawan risiko yang berpotensi mempengaruhi NPL. Sementara itu, RCSA digunakan untuk mengevaluasi efektivitas kontrol internal dari perspektif pelaku risiko, memberikan wawasan mengenai kelemahan dalam pengelolaan risiko yang ada. Kombinasi kedua metode ini menghasilkan peta risiko yang lebih tepat sasaran dan berbasis data, yang dapat digunakan untuk merumuskan strategi mitigasi yang lebih adaptif dan inovatif. Hasilnya meningkatkan efektivitas manajemen risiko kredit di sektor perbankan dan secara berkelanjutan mengurangi tingkat NPL.