Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Unjuk Kerja Heat Pump Water Heater Dengan Daya Kompresor 0.25 HP Untung Kurniawan; Maryadi Maryadi
Baut Dan Manufaktur Vol 2 No 02 (2020): Jurnal Baut Dan Manufaktur Vol. 2 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v2i02.1103

Abstract

Mesin pendingin yang digunakan baik untuk tujuan pendinginan dan untuk tujuan pemanasan secara bersamaan dinamakan Mesin refrigerasi hibrida (Hybrid Refrigeration Machine). MesinHeat Pump untuk water heater yang dimiliki Teknik Mesin Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta banyak memberikanmanfaat bagi mahasiswa dan pengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah (a)menghitung kerja kompresor persatuan massa refrigerant. (b)menghitung kalor yang dilepas oleh kondensor persatuan massa refrigerant. (c)menghitung kalor yang diserap oleh evaporator persatuan massa refrigerant. (d)menghitung beberapa formula dasar dalam teknik pendinginan seperti : Coefficient Of Performance (COP), (e)menghitung efisiensi dari mesin Heat Pump water heater, (f)menghitung laju aliran massa refrigerant. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Islam As-Syafi”iyah. Dari hasil pengujian, mesin Heat Pump dapat bekerja dengan baik, dengan beban air 7 liter, mesin Heat Pump dengan daya ¼ HP dan menggunakan fluida refrigerant R134a mampu mendapatkan suhu kerja kondensor sebesar 67°C, dan suhu kerja evaporator -03°C. Kerja kompresor persatuan massa refrigerant (Win) terendah sebesar 25 kJ/kg dan tertinggi 62 kJ/kg. Energi kalor persatuan massa refrigerant yang dilepaskan oleh kondensor (Qout) terendah sebesar 198 kJ/kg, tertinggi sebesar 205 kJ/kg. Energy kalor persatuan massa refrigerant yang diserap evaporator (Qin) terendah sebesar 136 kJ/kg, tertinggi sebesar 180 kJ/kg. Coefficient Of Performance actual terendah sebesar 2,19, tertinggi sebesar 7,2, Coefficient Of Performance ideal terendah sebesar 5,90, tertinggi sebesar 21,31, Nilai efisiensi Mesin Heat Pump water heater terendah 33%, tertinggi sebesar 43%, Laju aliran massa refrigerant terendah sebesar 0,003 kg/detik, tertinggi sebesar 0,00744 kg/detik.
DETAIL DESAIN CHILLER SISTEM HVAC PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT Bangbang Jaka Samudra; Maryadi Maryadi; Amiral Aziz
Baut Dan Manufaktur Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Baut Dan Manufaktur Vol. 3 No. 1 Tahun 2021 | April 2021
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v3i01.1312

Abstract

Detail Desain Chiller Sistem HVAC Pada Bangunan Gedung Bertingkat adalah proses desain untuk menentukan sistem pengkondisian udara pada bangunan gedung guna mencapai temperatur yang diinginkan. Proses desain ini meliputi perhitungan dari beban pendingin internal, eksternal, infiltrasi dan ventilasi. Beban internal meliputi beban panas dari penghuni, peralatan listrik, dan peralatan elektronik, sedangkan beban panas eksternal meliputi beban panas dari material seperti dinding, lantai, atap, dan kaca. Data yang dibutuhkan meliputi data bangunan seperti luas area, lokasi bangunan, fungsi bangunan, jenis material yang digunakan, temperatur dan kelembaban. Pada tugas akhir ini didapatkan nilai beban pendingin sebesar 841.800 Btu/h dan menggunakan Fan Coil Unit jenis Water Cooled Package sebanyak 4 unit model MWCP70AE dimana masing – masing unit memiliki kapasitas sebesar 210.450 Btu/h. Pendistribusian udara pada setiap ruangan menggunakan ducting dengan dimensi ducting utama sebesar 1200 x 550 dengan flow udara sebesar 10800 m3/h dan ducting cabang sebesar 400 x275 dengan flow udara sebesar 1080 m3/h.
ANALISA KEKUATAN BAJA KARBON AISI 1045 PADA UJI FATIK TIPE ROTARY BENDING Maryadi Maryadi
Baut Dan Manufaktur Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 4 No. 1 Tahun 2022 | April 2022
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v4i1.2017

Abstract

Kelelahan adalah salah satu penyebab utama dari kegagalan material. Penyebab utama kegagalan 90% menyebabkan kelelahan. Kelelahan adalah perubahan proses struktur material yang disebabkan oleh beban berulang (tegangan atau geser) dalam jangka waktu yang lama sehingga terjadi retak atau pecah. Alasan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan fatik media baja karbon tipe AISI 1045 dengan variasi rotasi poros pada mesin bending bending.Uji kelelahan diterapkan pada baja karbon sedang tipe AISI 1045 tanpa perlakuan panas. Penelitian ini dilakukan dengan putaran poros 1.400 rpm dan dilanjutkan dengan variasi beban 20%, 35%, dan 50% dari material UTS. Spesimen yang digunakan menurut spesimen ASTM E466 dibuat dengan mesin bubut.Uji kelelahan digunakan dengan mesin uji kelengkungan tipe rotari.
Analisa Perbandingan Hasil Pengelasan GTAW dan SMAW pada Pipa A36 dengan Metode Uji Radiografi Muhammad Zulfikar; Maryadi Maryadi; Arifiansah Arifiansah; Tugiman Fahrudin
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 3 No. 4 (2025): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v3i4.1062

Abstract

This study aims to analyze the welding results between two commonly used methods, namely Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) and Shielded Metal Arc Welding (SMAW), using radiographic testing methods. Welding is an important process in industry that affects the quality and strength of metal joints. In this study, we will examine the quality of welding results from both methods through radiographic testing, which serves to detect defects in welded joints. The GTAW method is known for its cleaner results and minimizes defects, while SMAW is often used because of its convenience and lower cost. The welding process is a crucial factor in ensuring the durability and performance of metal structures, and selecting the right welding method is essential for specific industrial applications. This study will compare the two methods based on the results of radiographic and tensile tests, evaluating factors such as weld strength, defect occurrence, and structural integrity. The analysis will also examine the advantages and disadvantages of each method in terms of weld quality, cost-effectiveness, and practical applications in different industries. It is hoped that the results of this study can provide deeper insights into the selection of the right welding method for industrial applications, as well as contribute to the development of welding technology. Furthermore, the findings will support improvements in quality control and provide a scientific basis for future welding practices in various manufacturing sectors.
ANALISA PERENCANAAN POMPA PEMADAM KEBAKARAN PADA GEDUNG PERKANTORAN DI JAKARTA Maryadi, Maryadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9375

Abstract

Salah satu alasan utama mengapa sistem dan instalasi pemadaman kebakaran sangat penting dalam gedung bertingkat adalah karena gedung bertingkat sering kali memiliki banyak orang, peralatan, dan bahan yang mudah terbakar. Risiko kebakaran meningkat seiring bertambahnya jumlah lantai dan kepadatan penghuni. Dalam situasi darurat, evakuasi bisa lebih sulit dan kebakaran dapat menyebar dengan cepat. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan ini adalah menentukan kapasitas pompa, daya pompa dan head pompa. Hasil perencanaan Electric Fire Pump, kapasitas = 4731 liter/menit, tekanan pompa = 234 m dan daya = 253 kW. Terpasang di lapangan dengan kapasitas = 4731 liter/menit, tekanan pompa = 240 m dan daya = 282 kW. Diesel Fire Pump hasil perencanaan, kapasitas = 4731 liter/menit, tekanan pompa = 234 m dan daya = 253 kW. Terpasang di lapangan dengan kapasitas = 4731 liter/menit, tekanan pompa = 240 m dan daya = 282 kW. Jockey Fire Pump hasil perencanaan, kapasitas = 48 liter/menit, tekanan pompa = 234 m dan daya = 2,6 kW. Terpasang di lapangan dengan kapasitas = 48 liter/menit, tekanan pompa = 240 m dan daya = 5,5 kW.
UNDERSTANDING MICROCONTROLLERS AND ROBOTICS THROUGH THE APPLICATION OF INQUIRY METHODS IN BASIC ELECTRONICS COURSES Cut Susan Octiva; Maryadi, Maryadi; Dikky Suryadi; Nursalim, Nursalim; T. Irfan Fajri
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 12: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This analysis aims to explain the understanding of microcontrollers and robotics through the application of inquiry methods in basic electronics courses. The type of research used is classroom research. The sample of this study was 40 private campus students in Medan City who were taken randomly. This quantitative method uses inquiry methods learning model. The results of the study indicate that the application of the inquiry method can make students understand microcontrollers and robotics in basic electronics courses
Development of A Handcycle for The Disabled Based on Alternative Materials and Sustainable Electricity Using The Vdi 2221 Method To Improve Ergonomics and Energy Efficiency Arifiansah, Arifiansah; Anwar, Syahrul; Maryadi, Maryadi; Sari, Mulyani Indah; Fauziah, Dita Anggun; Asyroflie, Farrel; Wijaya, Adje
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 1 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Octob
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i1.5560

Abstract

Handcycle is a transportation device in the form of a tricycle controlled by the rider’s arms through a chain and crank transmission. This research aims to design and develop a handcycle prototype for people with disabilities by applying the VDI 2221 systematic design method. The innovation focuses on using 6061 aluminum as the main frame, reducing weight by 46.6% compared to ST 37, and an ergonomic seat designed based on anthropometric data. To support mobility, the system integrates a 36 Volt/350 Watt a BLDC motor powered by a 36-volt, 10-Ah lithium-ion battery. This configuration theoretically enables a range of ±25–30 km per charge with a maximum speed of 45 km/h. A 300 WP solar panel is also employed as a renewable energy source, enhancing sustainability. The product development follows four main VDI 2221 stages: needs analysis, concept design, design development with CAD details, prototyping, and testing. The result is a handcycle prototype that combines ergonomics, efficiency, and eco-friendliness, offering a practical mobility solution for people with disabilities while promoting renewable energy utilization. This study demonstrates how lightweight materials and sustainable electrical systems can significantly improve assistive transportation technology.
Analisis Pengaruh Parameter Pengelasan terhadap Heat Input pada Proses GTAW Multipass Pipa ASTM A36 Maryadi, Maryadi; Zulfikar, Muhammad; Arifiansah, Arifiansah; Farudin, Tugiman
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.423

Abstract

This research aims to evaluate heat input calculations in multipass Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) on ASTM A36 steel pipe. The primary parameters investigated include current, voltage, and welding speed, incorporating a process efficiency factor (η = 0.7). The research methodology employs an experimental approach where heat input values are systematically calculated for each welding layer. The results indicate that increases in current and voltage are directly proportional to the rise in heat input, whereas an increase in welding speed is inversely proportional to it. Specifically, the highest heat input was observed in the root layer at 2.43 kJ/mm, followed by the filler layer (2.20 kJ/mm), capping layer (2.08 kJ/mm), and hot pass layer (2.00 kJ/mm). Metallurgically, these findings indicate that excessive heat input can trigger grain growth in the Heat Affected Zone (HAZ), while insufficient heat input can lead to lack-of-fusion defects. This study significantly contributes to understanding thermal energy distribution across multipass welding layers, providing a fundamental basis for determining optimal parameters to ensure high-quality weld joints.