Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Integritas Terbuka dalam Pengembangan Inklusivisme Beragama Masyarakat Kampung Susuru Hendi Suhendi; Mohammad Taufiq Rahman
Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies Vol. 1 No. 1 (2022): Integritas Terbuka: Peace and Interfaith Studies
Publisher : Kongregasi Hati Kudus Yesus (RSCJ) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.382 KB) | DOI: 10.59029/int.v1i1.4

Abstract

Masyarakat Kampung identik dengan kehidupan tradisional dan homogen baik dari etnis, budaya maupun agama. Masyarakat Kampung yang kental dengan sikap ‘‘curiga’’ jika ada pendatang dengan keyakinan agama berbeda. Sikap umum tersebut tidak berlaku untuk Kampung Susuru. Meskipun Kampung Susuru secara geografis berada terpencil dari kampung lainnya tetapi memiliki relasi sosial yang baik dengan sesama warga yang berbeda agama. Inklusivisme beragama warga Kampung Susuru menjadi nilai khas yang sangat berharga karena merupakan modal besar dalam mencipatakan kerukunan antar umat beragama yang berdampak tehadap kedamaian dan keamanan Kampung. Contoh wujud kerukunan tersebut dapat dilihat dari praktek ibadah mereka, dimana setiap warga yang berbeda agama saling menghormati dan membantu dalam pelaksanaan ibadah warga lain yang berbeda agama. Selain itu kebiasaan gotong royong diantara warga dalam mebangun tempat ibadah merupakan penegasan dari sikap inklusivisme mereka. Untuk meningkatkan inklusivisme tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan integritas terbuka yakni sikap keterbukaan terhadap klaim kebenaran, mempertahankan keunikan setiap agama dan respon terhadap relativisme yang dapat kembangkan melalui sepuluh tahapan pembelajaran yaitu membangun kesadaran: nilai-nilai ku dan nilai dalam dirimu, membangun keterhubungan nilai dan spiritual diri, membangun keterhubungan dari pohon kehidupan, merumusakan mimpi, , membangun keterhubungan hidup dengan orang lain, membangun karakter damai dari pikiran damai, membangun dialog antar iman yang lebih baik, membangun keterbukaan, membangun keterhubungan dalam dialog antar agama dan melakukan perubahan secara terbuka.
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN INFAK MELALUI DIGITALISASI PENGELOLAAN DAN PENINGKATAN KEBERAGAMAAN DONATUR DEVELOPMENT OF INFAQ MANAGEMENT THROUGH DIGITALIZATION MANAGEMENT AND IMPROVEMENT OF DONOR'S DIVERSITY Hendi Suhendi; Muhammad Fauzi Arif
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 1, No.2, Oktober 2021
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.vi.2540

Abstract

The realization of Baitul Maal Unisba's infaq receipts that are not in line with the existing donation potential, causes the level of financing ability of the scholarship program run by Baitul Maal Unisba has not been fulfilled optimally. For this reason, this research was conducted with the aim of knowing the infaq management carried out by Baitul Maal Unisba, and knowing the strategy for increasing infaq through digitalization of management systems and services. This research is a case study research using descriptive and participatory analysis methods, namely methods that try to solve problems based on the data analyzed and interpreted. The data obtained shows that the infaq collection process has not been optimally carried out by Baitul Maal Unisba, one of which is shown by the absence of a digital- based management information system or application. The results of the study reveal that in order to achieve an increase in collection according to the expected target, the manager must take the following steps: increasing the capacity and competence of human resources, preparing digital technology-based facilities and infrastructure, creating creative and innovative programs, carrying out da'wah activities in order to increase understanding and concern donors, digitizing management information systems, digitizing donation services and digitizing collections through outreach and promotion activities. Realisasi penerimaan infak Baitul Maal Unisba yang belum selaras dengan potensi donasi yang ada, menyebabkan tingkat kemampuan pembiayaan program beasiswa yang dijalankan Baitul Maal Unisba belum terpenuhi dengan optimal. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengelolaan infak yang dilakukan Baitul Maal Unisba, serta mengetahui strategi peningkatan infak melalui digitalisasi sistem pengelolaan dan layanan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan partisipatory, yaitu metode yang berusaha memecahkan masalah berdasarkan data-data yang dianalisis dan diinterpretasikan. Datayang diperoleh menunjukan bahwa belum optimalnya proses penghimpunan infak yang dilakukan oleh Baitul Maal Unisba, salah satunya ditunjukan dengan belum adanya sistem informasi manajemen berbasis digital atau aplikasi. Hasil penelitian mengungkapkan agar tercapai peningkatan penghimpunan sesuai target yang diharapkan maka pengelola harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut : peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, menyiapkan sarana dan prasana berbasis teknologi digital, menciptakan program kreatif dan inovatif, menjalankan aktivitas dakwah dalam rangka peningkatan pemahaman dan kepedulian donatur, digitalisasi sistem informasi manajemen pengelolaan, digitalisasi layanan kemudahan donasi serta digitalisasi penghimpunan melalui aktivitas sosialisasi dan promosi.
STRATEGI DAKWAH MUSLIM FOOTBALLERS BOGOR DALAM MENGEDEPANKAN NILAI-NILAI ISLAM DI SEPAKBOLA Muhammad Raihan; Hendi Suhendi
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial Volume 3, No.2, Oktober 2023
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the da'wah strategy carried out by the Muslim Footballers Bogor community. The current phenomenon is how to uphold Islamic values ​​in various activities, one of which is through football. Today, the way to preach is easy to implement, the various uniqueness and quality of creative human resources, makes da'wah no longer just listening to lectures. The method used is a qualitative descriptive approach which aims to obtain actual data in detail according to the symptoms encountered. The results of this study illustrate that preaching can be done by anyone, anytime and anywhere as written in QS. An-Nahl verse 125, which is the basis for Muslims to preach. The da'wah strategy carried out by Muslim Footballers Bogor is the principle of the Synergy da'wah strategy and the principles of the Convergence da'wah strategy. Penelitian kali ini membahas tentang strategi dakwah yang dilakukan oleh komunitas Muslim Footballers Bogor. Fenomena yang terjadi saat ini adalah bagaimana menjunjung tinggi nilai keislaman dalam berbagai aktivitas, salah satunya lewat sepak bola. Dewasa ini, jalan untuk berdakwah mudah untuk dilaksanakan, berbagai keunikan serta kualitas sumber daya manusia yang kreatif, membuat dakwah tak lagi hanya sekedar mendengar ceramah. Metode yang digunakan yakni pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan data yang aktual secara rinci sesuai dengan gejala yang di hadapi. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa dakwah bisa dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun seperti yang tertulis pada QS. An-Nahl ayat 125, yang menjadi landasan bagi kaum Muslimin untuk berdakwah. Strategi dakwah yang dilakukan oleh Muslim Footballers Bogor adalah prinsip strategi dakwah Sinerji dan prinsip strategi dakwah Konvergensi.
Peran Pengajian Asy-Syaamil dalam Peningkatan Pemahaman Fikih Ibadah Masyarakat Kampung Kihapit Barat Kiky Fatmawati; Hendi Suhendi
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 3, No.2, Desember 2023, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v3i2.3024

Abstract

Abstract. Recitation is one of the places for people to study Islamic sciences in depth. The purpose of the establishment of Asy-Syaamil studies, it is hoped that the people present will get appropriate Islamic religious instruction and be able to practice it in everyday life. errors in worship are found in the people of West Kihapit Village, especially in terms of ablution, prayer and fasting. The study aims to find out how the role of Asy-Syaamil recitation in increasing the understanding of Jurisprudence of the Western Kihapit community which is present. This study used qualitative methods with data collection techniques through interviews, conservation and documentation. The results of this study obtained conclusions: (1) The Asy-Syaamil recitation program consists of 6 programs (2) Understanding the Jurisprudence of Worship of the congregation of Asy-Syaamil recitation mothers before participating in Asy-Syaamil recitation is on average lacking and there are still errors in worship (3) The recitation of Asy-Syaamil plays a role in increasing the understanding of the Jurisprudence of its worshippers, this is evidenced by the recitation of Ash-Shaamil the pilgrims of the study of mothers become aware of the true knowledge and discard the mistakes that they have been holding and knowing. Abstrak. Pengajian merupakan salah satu wadah untuk masyarakat mempelajari ilmu-ilmu Islam secara mendalam. Tujuan berdirinya pengajian Asy-Syaamil diharapkan masyarakat yang hadir mendapatkan pengajaran agama Islam yang sesuai dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kekeliruan dalam beribadah ditemukan di masyarakat Kampung Kihapit Barat terutama dalam hal wudhu, shalat dan puasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pengajian Asy-Syaamil dalam peningkatan pemahaman Fikih Ibadah masyarakat Kihapit Barat yang hadir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, obeservasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memperoleh kesimpulan: (1) Program pengajian Asy-Syaamil terdiri dari 6 program (2) Pemahaman Fikih Ibadah jamaah ibu-ibu pengajian Asy-Syaamil sebelum mengikuti pengajian Asy-Syaamil rata-rata kurang dan masih ada kekeliruan dalam beribadah terutama dalam hal shalat, puasa dan wudhu. (3) Pengajian Asy-Syaamil berperan dalam meningkatkan pemahaman Fikih Ibadah para jamaahnya, hal ini dibuktikan dengan adanya pengajian Asy-Syaamil para jamaah pengajian ibu-ibu menjadi mengetahui pengetahuan yang sebenarnya dan membuang kekeliruan yang selama ini mereka pegang dan ketahui.
The Social Lives of Veiled Women: Exploring Religious Identity and Modern Society's Reactions Hendi Suhendi; Ira Wahyudi
International Journal of Nusantara Islam Vol 11, No 2 (2023): International Journal of Nusantara Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijni.v11i2.24375

Abstract

The primary objective of this study is to investigate and gain a comprehensive understanding of the social experiences of women who wear the veil in their everyday lives. The study seeks to achieve two key objectives: first, to discern the motivations driving women to wear the veil, and second, to examine the social dynamics governing their utilization of the veil in daily life. Employing a qualitative method with a phenomenological approach, data collection was carried out through interviews and observations. The findings of this study shed light on the diverse motivations that drive veiled career women to wear the veil. These motivations are rooted in various causal factors, including experiences of disturbance, societal influences, concerns, and familial issues. The overarching objective for these women is to fortify their faith and safeguard themselves against undesirable behaviors. Moreover, the study reveals that the veil holds multiple meanings for career women who wear it, such as serving as reminders, protective elements, expressions of gratitude, symbols of communication, obligations, and even challenges. The dynamics of communication among women who wear the veil, as explored in this study, encompass interactions with their immediate environment, their social circles, and communication within the workplace. These interactions elicit a spectrum of responses and reactions, ranging from rejection and alienation to serving as role models and sources of inspiration for others considering the practice of wearing the veil. This research provides valuable insights into the complex interplay of motives, meanings, and social interactions surrounding the practice of veiling among career women