Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pembangunan desa. Desa Sidoharjo memiliki potensi agraris dan pariwisata yang cukup besar, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan kapasitas kelembagaan, tata kelola, serta perencanaan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDes dan pengelola desa wisata sebagai upaya optimalisasi potensi desa yang selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui survei awal, focus group discussion (FGD), pelatihan, dan pendampingan manajerial yang dilaksanakan pada September–Oktober 2024. Analisis situasi dilakukan menggunakan metode SWOC (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Challenges) untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal desa. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan survei daring berbasis kuesioner untuk mengukur perubahan pemahaman peserta sebelum dan setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengelola BUMDes dan desa wisata pada aspek administrasi dan tata kelola, keuangan dan akuntabilitas, kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek pengelolaan keuangan dan keterlibatan masyarakat, sementara pengembangan unit usaha dan pengukuran dampak sosial ekonomi masih memerlukan pendampingan lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan partisipasi masyarakat desa. Ke depan, diperlukan pendampingan berkelanjutan serta integrasi unit usaha berbasis desa wisata agar manfaat program dapat berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.