Achmad Sjafii
Faculty Of Economics, Universitas Airlangga, 60286 Surabaya, East Java, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURVIVAL ANALYSIS TO DETERMINE AGE TO GIVE FIRST BIRTH IN WOMEN IN EAST JAVA USING EXTENDED COX REGRESSION Santi Wulan Purnami; Fitria Nur Aida; Sutikno Sutikno; Diyah Herowati; Achmad Sjafii; Siska P Wibisono; Ayu Mayliawati
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 10 No. 2 (2021): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v10i2.2021.144-152

Abstract

The age of a woman when giving birth to her first child needs to be a concern because it is related to the safety of the mother and baby. A woman being too young or too old increases the risk of death for both the mother and baby. Every woman giving birth for the first time is likely to experience psychological disorders such as anxiety and excessive fear during labor, and even postpartum depression. Given the importance and possible extent of the consequences of women giving birth for the first time, this study intended to assess the factors that influence the age at first birth, especially amongst women of childbearing age in East Java. These factors include the age at first marriage, education, and region. The method used was the extended Cox regression model. The analysis shows that the age at first marriage and education are factors that significantly influence the age at first birth. The more mature the age at first marriage, the more mature the age at first birth. Likewise, the higher the educational status, the higher the potential for giving birth to a first child over the age of 23, especially amongst women who graduated high school and university.
Revitalisasi Manajemen Kelembagaan Desa Wisata Dan Bumdesa Dalam Mendorong Kemandirian Desa Wisata di Desa Sidoarjo Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Rachmaningtyas, Lyla; Sugiharti, Lilik; Sjafii, Achmad; Afiatno, Bambang Eko
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22756

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pembangunan desa. Desa Sidoharjo memiliki potensi agraris dan pariwisata yang cukup besar, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan kapasitas kelembagaan, tata kelola, serta perencanaan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDes dan pengelola desa wisata sebagai upaya optimalisasi potensi desa yang selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui survei awal, focus group discussion (FGD), pelatihan, dan pendampingan manajerial yang dilaksanakan pada September–Oktober 2024. Analisis situasi dilakukan menggunakan metode SWOC (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Challenges) untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal desa. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan survei daring berbasis kuesioner untuk mengukur perubahan pemahaman peserta sebelum dan setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengelola BUMDes dan desa wisata pada aspek administrasi dan tata kelola, keuangan dan akuntabilitas, kelembagaan, serta pemberdayaan masyarakat. Peningkatan paling signifikan terjadi pada aspek pengelolaan keuangan dan keterlibatan masyarakat, sementara pengembangan unit usaha dan pengukuran dampak sosial ekonomi masih memerlukan pendampingan lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan partisipasi masyarakat desa. Ke depan, diperlukan pendampingan berkelanjutan serta integrasi unit usaha berbasis desa wisata agar manfaat program dapat berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.