Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Satya Widya

PENGEMBANGAN PENGORGANISASIAN ISI PERKULIAHAN MELALUI MODEL ELABORASI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM SD PROGRAM S1 PGSD FKIP UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2012 Slameto Slameto
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.21 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p1-14

Abstract

Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum berfungsi untuk mengantar mahasiswa ke pemikiran yang logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien agar dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengolah dan memanfaatkan informasi untuk bertahan, bahkan antisipasi terhadap keadaan yang selalu berubah, dan kompetitif. Isi perkuliahan yang diorganisasi dengan berpijak pada karakteristik isi perkuliahan diharapkan dapat me­ ningkat­ kan perolehan hasil belajar dan retensi yang lebih baik. Salah satu peng­ organisasi­ ­ an isi perkuliahan adalah dengan model elaborasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengoraganisasian isi perkuliahan Pengembangan Kurikulum SD dengan model elaborasi untuk meningkatkan belajar mahasiswa menjadi lebih baik atau efektif; dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat perkuliahan yang teruji efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Langkah pengembangan modelnya mulai dari 1) studi pendahuluan; 2) perencanaan dan pengembangan model; 3) validasi model melalui pengukuran hasil pembelajaran. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah dihasilkanya perangkat perkuliahan yang terbukti efektif atas hasil pengembangan pengorganisasian isi perkuliahan melalui model elaborasi mata kuliah pengembangan kurikulum SD. Pengembangan model elaborasi sebagai salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan mengorgani­ sasi isi perkuliahan terbukti valid, memiliki keefektifan, efisiensi dan daya tarik yang tinggi. Telah dihasilkannya model pengorganisasian isi perkuliahan dengan model elaborasi untuk Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum SD yang teruji efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
KEPEMIMPINAN SANG JUARA KEPALA SD JAWA TENGAH Slameto Slameto
Satya Widya Vol 28 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.91 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i2.p191-199

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh/menentukan keberhasilan siswa dan kemajuan sekolah; Oleh karena itu, kepemimpinan kepala sekolah perlu mendapat perhatian serius dalam peningkatan mutu pendidikan. Bagaimana pengalaman 35 kepala SD dalam kepemimpinan mereka sehingga berhasil menjadi juara aras Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dan faktor apa saja yang mempengaruhinya? Data dikumpulkan melalui wawancara/diskusi terfokus saat para kepala sekolah mengikuti seleksi kejuaraan aras Jawa Tengah. Kepemimpinan kepala SD juara yang paling strategis adalah: bekerja langsung bersama guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, menyediakan sumber dan sarana/prasarana yang memadai diimbangi dengan pengembangan profesional guru, secara periodik memantau perkem­bangan guru dalam mengajar dan keberhasilan siswa dalam belajar, memfasilitasi guru dalam kegiatan ilmiah, dan penggalangan partisipasi orang tua dan masyarakat. Kepemimpinan kepala SD juara ternyata dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu: kepribadian, pemahaman/ pengetahuan dan keterampilan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Faktor kebijakan pendidikan ternyata tidak berpengaruh; penguasaan mereka terhadap esensi kebijakan dan implementasinya masih belum memuaskan.
MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI KOTA SALATIGA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS KESENJANGAN TAHUN 2011/2012 Slameto Slameto
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.812 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p1-12

Abstract

Monitoring dan evaluasi (monev) ini dilakukan untuk mengidentifikasi kesenjangan implementasi dan hasil Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan mendasarkan hasil pengisian kuestioner dan Focus Group Discustion (FGP) dengan 24 orang stake-holder. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilaksanakan diperoleh bahwa implementasi Program BOS di Salatiga ternyata terdapat kesenj angan yang bervariasi: tinggi, sedang dan rendah baik menyangkut proses implementasi maupun hasil program. Sesuai tujuan, ternyata dana BOS digunakan untuk mensubsidi seluruh siswa, mengurangi iuran yang dibebankan kepada orang tua siswa terutama yang miskin, diarahkan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dengan tetap memperoleh layanan pendidikan yang lebih bermutu. Sesuai tujuan, hasil program BOS mencakup: BOS dapat menjadi akses untuk pengendalian pengelolaan dana pendidikan untuk menjamin penggunaan sumber daya finansial berlaku secara efisien, efektif, dan produktif; BOS memberi peluang bagi sekolah untuk membelanjakan pada kegiatan-kegiatan (baru) yang sebelumnya tidak terpenuhi dari sumber iuran bulanan. Terdapat kesenjangan yang tinggi dalam implementasi BOS, sehingga: ada keraguan apakah sekolah tetap dapat mempertahankan mutu pelayanan pendidikan apalagi harusmenyelenggarakan sekolah gratis; apakah BOS digunakan secara transparan, dan para guru dilibatkan; dengan BOS yang diterima, sekolah belum dapat membebaskan seluruh biaya sekolah (hanya dapat membebaskan 40-70 persen dari biaya sekolah), sehingga masih harus melakukan penggalian dana dari sumber lain; terdapat sejumlah kebutuhan program sekolah yang strategistetapi tidak dapat dibeayai oleh BOS; Dana BOS belum mampu mewujudkan sekolah gratis. Terdapat berbagai faktor, baik faktor internal sekolah maupun faktor eksternal; yang perlu mendapat perhatian dalam menentukan tindak lanjut, yaitu perlunya memodifikasi program terutama pada aras implementasi level sekolah dengan dukungan supra struktur birokrasinya.
PEMBELAJARAN BERBASIS RISET MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN YANG INSPIRATIF Slameto Slameto
Satya Widya Vol 31 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.01 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i2.p102-112

Abstract

Tuntutan terhadap proses pembelajaran yang berkualitas semakin tinggi seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan harus inspiratif; Kuncinya adalah bagaimana proses pembelajaran lebih bersifat kontekstual dan saintifik sehingga membentuk karakter peserta didik yang berjiwa saintis (ilmuwan). Sayangnya guru yang siap untuk itu adalah guru yang inspiratif yang menurut Rhenald Kasali (2007) jumlanya kurang dari 1%. Setelah setengah abad melakukan advokasi, Paul A. Kirschner, John Sweller, dan Richard E. Clark (2006) menemukan banyak kelemahan pembelajaran kunstruktif yang student centered sehingga tidak efektif; tidak ada penelitian yang mendukung efektifitas teknik ini. Sejauh ini tidak ada bukti dari studi yang terkendali, yang menunjukan pembelajaran berbasis konstruktivistik yang berhasil; biasanya kurang efektif; bahkan negatif. Seiring gencarnya semangat pemerintah menerapkan pembelajaran saintifik melalui kurikulun nasional muncul permasalahan bagaimana menghasilkan pengajaran yang inspiratif, apakah pembelajaran saintifik atau berbasis riset yaitu: Aktive Learning, Inquiry-Based Learning, Problem-Based Learning, dan Peer Instruction mampu mewujudkan pembelajaran efektif yang inspiratif? Penelitian ini menggunakan studi dokumen atas hasil-hasil penelitian sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri jurnal elektronik melalui Google Cendekia. Dari hasil penelusuran yang diperoleh, masing-masing model dipilih 2 hasil penelitian untuk dianalisis lebih lanjut dalam bentuk %. Berdasarkan hasil analisis ternyata 4 pembelajaran berbasis riset (yang inspiratif secara implisit) mampu meningkatkan hasil belajar, mulai dari yang terendah 8% sampai yang tertinggi 35% dengan rata-rata 18,45%.