Bahru Rozi
Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah Pasuruan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problematika Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4.0. Bahru Rozi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan pendidikan Islam di Indonesia sudah sejak lama sejak abad ke 13 M namun berbagai persoalan selalu mengiringi pendidikan Islam dari zaman penjajahan kolonial, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, hingga di Era Revolusi Industri 4.0. apalagi di tengah zaman industrialisasi ini memaksakan semua elemen di dalam Negara dan masyarakat berbasis digitalisasi dan manufaktur. Hal ini sangat jauh berbeda dengan paradigm pendidikan Islam yang berfokus pada pembimbingan manusia agar menjadi insan yang berspiritual Islami harus berorientasi pada teknologi dan manufaktur. Ada beberapa permasalahan yang masih menjadi “batu ganjalan” pendidikan Islam di tengah arus deras zaman industrialisasi ini ialah: Pertama, masih adanya dikotomi ilmu (antara ilmu umum dengan ilmu agama); Kedua, masih lemahnya budaya penelitian dalam lembaga pendidikan Islam (baik sarjananya, praktisinya, pengambil kebijakannya, maupun keterbukaan lembaga pendidikan semisal pesantren dan madrasah yang masing menganggap penelitian adalah produk Barat); Ketiga, problem kurikulum yang sering berganti seiring perubahan menteri pendidikan; Keempat, keterbatasan SDM secara kuantiti maupun kualitas (baik guru, dosen, tutor, ustadz, dan lain-lain); Kelima, sistem manajemen pendidikan Islam yang masih tidak tertata dengan baik; penguasaan ilmu pengetahuan dan ICT dalam penyelenggaraan pendidikan, dan; Keenam, sistem evaluasi pendidikan yang selama ini masih bertumpu pada nilai ujian nasional.
SEJARAH KESULTANAN CIREBON DAN PROBLEMATIKANYA TAHUN 1677-1752 Bahru Rozi; Ahmad Misbah
Batuthah: Jurnal Sejarah Padaban Islam Vol. 1 No. 1 (2022): Batuthah: Jurnal Sejarah Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pecahnya Kesultanan Cirebon sangatlah berdampak pada kehidupan masyarakat di Cirebon, yaitu menyebabkan adanya perubahan dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui gambaran menyeluruh tentang masa awal Kesultanan Cirebon (2) mengetahui faktor pecahnya Kesultanan Cirebon (3) mengetahui dampak pecahnya Kesultanan Cirebon terhadap kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya di Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah menurut Kuntowidjoyo,Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Cirebon menjadi sebuah kesultanan yang berdaulat penuh bermula dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati memberhentikan pemberian upeti kepada Kerajaan Pajajaran. Pasca Pemerintahan Panembahan Ratu II Kesultanan Cirebon pada tahun 1677 pecah menjadi Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman. (2) Pecahnya Kesultanan Cirebon diakibatkan adanya campur tangan Kesultanan Banten dan Mataram. Dua kekuatan ini ingin menguasai wilayah Cirebon dan Pelabuhan Cirebon yang letaknya strategis dalam jalur perdagangan internasional. (3) Pecahnya Kesultanan Cirebon berdampak pada perubahan politik dan ekonomi masyarakat Cirebon yaitu hilangnya kekuasaan politik sultan dalam memimpin Cirebon dan monopoli perdagangan oleh VOC baik ekspor maupun impor barang dagangan, Perubahan juga terjadi dalam bidang sosial, yaitu maraknya perbudakan dan penjualan diri di Cirebon akibat kesengsaraan dan kemiskinan. Dalam bidang budaya adanya perubahan dalam sistem mata pencaharian masyarakat, sistem peralatan hidup dan teknologi, organisasi politik, agama dan kesenian Cirebon. Keyword: Sejarah, Kesultanan Cirebon, Problematika
Problematika Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4.0. Bahru Rozi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2019)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan pendidikan Islam di Indonesia sudah sejak lama sejak abad ke 13 M namun berbagai persoalan selalu mengiringi pendidikan Islam dari zaman penjajahan kolonial, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, hingga di Era Revolusi Industri 4.0. apalagi di tengah zaman industrialisasi ini memaksakan semua elemen di dalam Negara dan masyarakat berbasis digitalisasi dan manufaktur. Hal ini sangat jauh berbeda dengan paradigm pendidikan Islam yang berfokus pada pembimbingan manusia agar menjadi insan yang berspiritual Islami harus berorientasi pada teknologi dan manufaktur. Ada beberapa permasalahan yang masih menjadi “batu ganjalan” pendidikan Islam di tengah arus deras zaman industrialisasi ini ialah: Pertama, masih adanya dikotomi ilmu (antara ilmu umum dengan ilmu agama); Kedua, masih lemahnya budaya penelitian dalam lembaga pendidikan Islam (baik sarjananya, praktisinya, pengambil kebijakannya, maupun keterbukaan lembaga pendidikan semisal pesantren dan madrasah yang masing menganggap penelitian adalah produk Barat); Ketiga, problem kurikulum yang sering berganti seiring perubahan menteri pendidikan; Keempat, keterbatasan SDM secara kuantiti maupun kualitas (baik guru, dosen, tutor, ustadz, dan lain-lain); Kelima, sistem manajemen pendidikan Islam yang masih tidak tertata dengan baik; penguasaan ilmu pengetahuan dan ICT dalam penyelenggaraan pendidikan, dan; Keenam, sistem evaluasi pendidikan yang selama ini masih bertumpu pada nilai ujian nasional.