Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Dominan Yang Berpengaruh pada Peningkatan Biaya Pemeliharaan Jalan di Kota Cirebon Edi Mulyana
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4448.145 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i03.109

Abstract

 Akhir-akhir ini banyak ditemui kerusakan dini perkerasan jalan di Kota Cirebon baik berupa retak kecil (crack), pelepasan butiran (raveling) maupun pengelupasan lapisan perkerasan yang mengakibatkan terus meningkatnya biaya pemeliharaan jalan dalam setiap tahunnya yang disebabkan oleh banyaknya faktor yang mempengaruhi sejak perencaanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan proyekproyek jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor dominan apa yang berpengaruh pada peningkatan biaya pemeliharaan jalan di Kota Cirebon, sehingga hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan positif kepada instansi terkait. Penelitian menggunakan metode survey, melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terdiri dari kontraktor, konsultan, pemberi tugas dan pakar dibidangnya yang kemudian data kuesionernya diolah dengan analisa statistik SPSS 19 untuk menghasilkan tingkat hubungan antara variabel bebas (X) berupa faktor resiko yang berpengaruh pada peningkatan biaya pemeliharaan dan variabel (Y) berupa biaya pemeliharaan. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada 6 (enam) faktor yang paling dominan mempengaruhi peningkatan biaya pemeliharaan yaitu penawaran harga terlalu rendah (77.69), lemahnya pengendalian proyek (74.35), kesalahan estimasi biaya (70.39), material yang dikirim tidak sesuai permintaan (68.35), sub kontraktor tidak bekerja optimal (67.57) dan terjadinya bencana alam (62.88) terhadap biaya pemeliharaan. 
TERITORI PEDAGANG INFORMAL SEPANJANG JL.WINAON - JL.LEMAHWUNGKUK Farah Farhatunida; Nurhidayah; Edi Mulyana
Jurnal Arsitektur Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Cirebon merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Kota Cirebon dan pemelihara pasar kanoman telah beberapakali memberikan kebijakan guna menanggulangi permasalahan PKL dengan cara memberikanhimbauanagarPKL bisa masukkeareapasarkanoman. Tetapi para PKL memilih untuk tetap berdagang di Sepanjang Jalan Winaon-Lemahwungkuk dengan alasan lokasi yang mereka tempati lebih strategis karena berada di jalan utama menuju pasar kanoman. Sifat dan perilaku para PKL yang mempertahankan tempat mereka berdagang merupakan wujud teritorial yang berhubungan dengan kebutuhan ruang dan pemenuhan di bidang perekonomian bagi mereka, dimana para PKL memilih lokasi yang mereka rasa sangat strategis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk teritori pedagang kaki lima di Sepanjang Jalan Winaon Lemahwungkuk dan menemukan faktor-faktor pembentuk teritori pedagang kaki lima di jalan tersebut. Berdasarkan fokus rumusan masalah mengenai Teritori Pedagang Kaki Limadi sepanjang Jalan Winaon - Jalan Lemahwungkuk, maka metode penelitan yang akan digunakan adalah Metode Deskriptif Kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk teritori PKL di Sepanjang Jalan WInaon- Lemahwungkuk didominasi bentuk teritori sekunder dan publik, ini dapat terlihat dari batas-batas fisik sarana berdagang dan cara penyajiandagangan. Teritori sekunder dan publik tidak memiliki batasan yang jelas dan terus berkembang melakukan klaim ruang pada  sepanjang Jalan Winaon-Lemahwungkuk karena mereka merasa ini adalah lokasi yang paling starategis dan menguntungkan dalam berdagang. Dan faktor - faktor yang paling mempengaruhi pembentukan teritori PKL di Sepanjang Jalan Winaon- Lemahwungkukadalahdasarperilaku teritorial, pengalaman keruangan dimasa lalu,kapasitas psikologi, lokasi berdagang, aksesibilitasdanlemahnyapengawasan.