Syehvira Shal Shabilla
Airlangga University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Penggunaan Media Sosial terhadap Inovasi Pengembangan Bisnis di Masa Pandemi Coronavirus Disease - 19 Syehvira Shal Shabilla; Diah Puspita Ningrum; Ayuning Dwis Cahyasari; Siti Maghfirotul Ulyah
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 6, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/must.v6i2.10665

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan III tahun 2020 menyatakan bahwa perekonomian Indonesia mengalami resesi dengan pertumbuhan sebesar -3,49 persen. Hal ini mengartikan bahwa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berdampak pada kondisi ekonomi di Indonesia. Dalam laporan World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa nilai terendah Indonesia terletak pada indikator kemampuan inovasi sebesar 37.7 tepatnya di peringkat ke-74. Hal ini dapat mengganggu salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi yang salah satunya bagi negara berkembang seperti Indonesia. Namun, survei Katadata Insight Center (KIC) menyatakan bahwa marketplace membantu pebisnis di masa pandemi. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan media sosial terhadap inovasi pengembangan bisnis dalam membantu perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang diuji dengan analisis statistika deskriptif dan uji Wilcoxon. Analisis statistika deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran dari hasil survei terkait penggunaan sosial media dan inovasi dalam berbisnis berdasarkan nilai maksimum dan minimum. Uji Wilcoxon dilakukan untuk menganalisis perbedaan pendapatan rata – rata baik sebelum dan selama pandemi serta sebelum dan sesudah pelaku bisnis melakukan inovasi untuk mengembangkan bisnisnya di masa pandemi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapat baik sebelum dan selama pandemi maupun sebelum dan sesudah berinovasi. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan adanya keterkaitan sosial media terhadap inovasi pengembangan bisnis dapat membantu perekonomian di masa pandemi Covid-19 berbasis digital yang nantinya dapat dijadikan acuan pemerintah dalam meningkatkan sektor ekonomi.
Prediksi Kadar Polutan Karbon Monoksida Berdasarkan Temperatur Maksimum di Provinsi DKI Jakarta dengan Metode Cokriging Syehvira Shal Shabilla; Toha Saifudin; Nur Chamidah; M. Fariz Fadillah Mardianto; Siti Maghfirotul Ulyah
MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol 8 No 1 (2023): JULY
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/must.v8i1.17311

Abstract

Polusi udara di DKI Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai kota terpadat paling berpolusi di Indonesia tahun 2021 berdasarkan laporan dari IQ Air. Polusi udara terbesar di DKI Jakarta berasal dari transportasi. Padahal, 70,5% emisi transportasi mampu berkontribusi menghasilkan polutan karbon monoksida (CO). Kadar CO di lingkungan dapat dipengaruhi temperatur maksimum. Titik pantau kadar CO di DKI Jakarta berjumlah hanya lima titik. Penambahan titik pantau memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Dengan demikian, sangat penting dilakukan prediksi kadar CO di titik lokasi yang tidak diambil sampelnya dengan metode Cokriging. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja Cokriging dalam mengestimasi kadar CO berdasarkan temperatur maksimum dan memprediksi kadar CO pada 44 kecamatan di DKI Jakarta, sehingga dapat dijadikan acuan Pemerintah DKI Jakarta dalam pengambilan kebijakan dan langkah preventif untuk mengoptimalkan penanganan polusi udara yang disebabkan oleh CO. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Cokriging memiliki tingkat akurasi tinggi dengan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 9,318%. Rata-rata kadar CO di lima titik yang sudah ada adalah 12,003 ppm, sedangkan hasil prediksi di 44 kecamatan menunjukkan enam kecamatan di atas rata-rata tersebut. Meskipun secara keseluruhan kadar CO berada di bawah ambang batas, pemerintah tetap harus memberikan perhatian lebih khususnya pada enam kecamatan antara lain Sawah Besar, Tanah Abang, Tanjung Priok, Kebun Jeruk, Kembangan, dan Setia Budi.