Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan III tahun 2020 menyatakan bahwa perekonomian Indonesia mengalami resesi dengan pertumbuhan sebesar -3,49 persen. Hal ini mengartikan bahwa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berdampak pada kondisi ekonomi di Indonesia. Dalam laporan World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa nilai terendah Indonesia terletak pada indikator kemampuan inovasi sebesar 37.7 tepatnya di peringkat ke-74. Hal ini dapat mengganggu salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu menjaga kestabilan pertumbuhan ekonomi yang salah satunya bagi negara berkembang seperti Indonesia. Namun, survei Katadata Insight Center (KIC) menyatakan bahwa marketplace membantu pebisnis di masa pandemi. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan media sosial terhadap inovasi pengembangan bisnis dalam membantu perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang diuji dengan analisis statistika deskriptif dan uji Wilcoxon. Analisis statistika deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran dari hasil survei terkait penggunaan sosial media dan inovasi dalam berbisnis berdasarkan nilai maksimum dan minimum. Uji Wilcoxon dilakukan untuk menganalisis perbedaan pendapatan rata – rata baik sebelum dan selama pandemi serta sebelum dan sesudah pelaku bisnis melakukan inovasi untuk mengembangkan bisnisnya di masa pandemi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapat baik sebelum dan selama pandemi maupun sebelum dan sesudah berinovasi. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan adanya keterkaitan sosial media terhadap inovasi pengembangan bisnis dapat membantu perekonomian di masa pandemi Covid-19 berbasis digital yang nantinya dapat dijadikan acuan pemerintah dalam meningkatkan sektor ekonomi.
Copyrights © 2021