Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Rantai Pasokan Perusahaan Pt.Agro Aku Bisa Alvian Yusril Santoso; Rahmat Agus Santoso
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3941.468 KB) | DOI: 10.59141/jist.v3i01.320

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas jagung yang sangat vital di kemudian hari. Jagung juga merupakan salah satu bahan pokok karena kekurangannya sebagai bahan pangan alami yang memiliki manfaat diet tinggi dan merupakan sumber utama gula dan protein. Penelitian ini dilakukan di PT. Agro Aku Bisa jember jawa timur, untuk memenuhi persyaratan memenuhi persyaratan kebutuhan dari konsumen serara efisien untuk mana yang akan datang, SCM dalam industri pertanian jagung mendapatkan informasi persediaan bibit, hasil tani, dan pendistribusian hasil pertanian jagung lebih optimal supaya SCM dalam industri pertanian jagung dapat berjalan optimal, efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja manajemen rantai pasokan perusahaan PT.Agro Aku Bisa, bagaimana cara mendistribusikan bahan baku ke petani,bagaimana proses produksi dan hasil panen. Penelitian ini tergolong pada jenis penelitian kualitiatif dengan menggunakan data primer yang meliputi wawancara dan observasi langsung. Agroindustri Pelaku Supply chain Adalah Agroindustri. Agroindustri yang dimaksud adalah agroindustri Perusahaan Jagung. Agroindustri perusahaan Jagung yang menjadi pelaku supply chain ini berada di JL. Kyai Mojo, Kaliwates, Jember, Jawa Timur. Pemasok Pemasok adalah pelaku Supply chain setelah Agroindustri. Pemasok yang dimaksud berasal dari beberapa perusahaan yang memproduksi pupuk, bibit tanaman, obaat-obatan untuk pertanian, Pemasok atau vendor yang bekerja sama dengan PT. Agro Aku Bisa Yakni PT. Petrosida Gresik. Rantai pasokan agroindustri PT. Agro Aku Bisa adalah perusahaan Agroindustri – PT. Agro aku bisa – petani - Pemask – produsen – Konsumen
Leadership Style and Perceived Meritocracy: Work Engagement as a Mediator of Job Satisfaction Andika Perdana Putra; Muhammad Rosyihuddin; Rahmad Agus Santoso
Jurnal Relevansi : Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 10 No 5 (2026): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), STIE Krakatau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61401/relevansi.v10i5.700

Abstract

The management of non-organic workers requires organizations to pay attention not only to supervisory practices but also to the fairness and objectivity of employment-related decisions. This study examines the effects of leadership style and perceived meritocracy on job satisfaction, with work engagement serving as a mediating variable among non-organic workers at PT Petrokopindo Cipta Selaras. The study employed a quantitative explanatory design and analyzed data from 100 respondents using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The measurement model consisted of 16 indicators representing leadership style, perceived meritocracy, work engagement, and job satisfaction. The results show that leadership style does not significantly affect either work engagement (β = -0.023, p = 0.891) or job satisfaction (β = 0.126, p = 0.303). In contrast, perceived meritocracy has a positive and significant effect on work engagement (β = 0.706, p < 0.001) and job satisfaction (β = 0.323; p = 0.032). Work engagement also positively affects job satisfaction (β = 0.439, p = 0.001). The mediation analysis further indicates that work engagement does not mediate the relationship between leadership style and job satisfaction, whereas it significantly mediates the relationship between perceived meritocracy and job satisfaction (β = 0.310, p = 0.003). These findings highlight the importance of merit-based workforce management in strengthening work engagement and job satisfaction among non-organic workers.