Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kerjasama Tim Terhadap Upaya Pengurangan Risiko Infeksi Di Unit Rawat Inap Rs Cintya Elvira Purba; Natsir Nugroho; Ratna Indrawati
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 4 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i4.145

Abstract

Tanggal 11 Maret 2020 WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemik. Di Indonesia sampai dengan Juni 2020 menurut data dari PHEOC Kemenkes kasus Covid-19 terkonfirmasi sudah mencapai 56.385 kasus diantaranya 2.976 kasus meninggal dunia. Dalam era pandemic Covid-19, RS X Pulomas menerapkan berbagai upaya dalam mengurangi risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi dan kerjasama tim yang dimediasi oleh kepemimpinan terhadap upaya pengurangan risiko infeksi di Unit Rawat Inap Rumah Sakit X, Pulomas. Model penelitian yang digunakan adalah korelasi multipel, dimana menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survey. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Upaya Pengurangan Risiko Infeksi dengan variabel-variabel bebas adalah: Komunikasi, Kerjasama Tim dan Kepemimpinan sebagai variabel mediasi.  Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel jenuh yaitu sebanyak 60 perawat di unit rawat inap, menggunakan instrument kuesioner dengan pengukuran skala Likert. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan SPSS 25 dan AMOS 20.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Komunikasi dan kerjasama tim berpengaruh signifikan terhadap upaya pengurangan risiko infeksi. Variabel kerjasama tim merupakan variabel yang paling berpengaruh dalam upaya pengurangan risiko infeksi. Hasil analisis lainnya didapatkan kepemimpinan tidak memediasi antara komunikasi dan kerjasama tim terhadap upaya pengurangan risiko infeksi.
Peran Mediasi Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Kepatuhan Kebijakan Kehadiran Pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Tarumajaya Siti Sahara; Erry Yudha Mulyani; Natsir Nugroho
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Maret - April 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i4.7849

Abstract

Kepatuhan terhadap kebijakan kehadiran tenaga kesehatan merupakan faktor penting dalam menjamin mutu, keselamatan, dan kesinambungan pelayanan rumah sakit. Namun, fenomena keterlambatan kehadiran tenaga kesehatan masih sering ditemukan, termasuk di RS Tarumajaya Kabupaten Bekasi, yang berpotensi menurunkan efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien. Kondisi ini menunjukkan perlunya peran kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi yang kuat dalam meningkatkan motivasi kerja serta kepatuhan terhadap kebijakan kehadiran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kepatuhan kebijakan kehadiran tenaga kesehatan dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening di RS Tarumajaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan klinis di RS Tarumajaya sebanyak 152 orang dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–4 untuk variabel kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kepatuhan kebijakan kehadiran, serta data sekunder berupa log absensi elektronik untuk mengukur motivasi kerja secara objektif. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja (β > 0; p < 0,05), demikian pula budaya organisasi yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja (β > 0; p < 0,05). Selanjutnya, kepemimpinan transformasional (β > 0; p < 0,05), budaya organisasi (β > 0; p < 0,05), dan motivasi kerja (β > 0; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan kebijakan kehadiran tenaga kesehatan. Motivasi kerja terbukti berperan sebagai variabel intervening yang secara signifikan memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kepatuhan kebijakan kehadiran (p < 0,05). Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan kebijakan kehadiran tenaga kesehatan dapat dicapai melalui penguatan gaya kepemimpinan transformasional dan pembentukan budaya organisasi yang konsisten dalam menanamkan disiplin dan tanggung jawab kerja.