Yanice Janis
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FILM SUPERBOOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA ANAK SEKOLAH MINGGU GEREJA ALKITAB ANUGERAH (GAA) JEMAAT FILIPI MANADO Mega Tudang; Yanice Janis
Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2020): Montessori: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/mjpkaud.v1i1.433

Abstract

Dewasa ini, pendidikan untuk anak menjadi hal yang serius untuk dibicarakan, mengapa? Karena anak-anak menjadi tempat bagi keluarga, masyarakat dan jemaat untuk meletakkan dasar-dasar pembentukkan pendidikan. Olehnya keluarga dan berbagai lembaga terkait berusaha menciptakan model pendidikan dan pembelajaran yang menjadikan anak merasa dicintai dan diperhatikan. Gereja Alkitab Anugerah yang adalah bagian dari wadah pembentukkan pendidikan anak menyadari pentingnya pengetahuan alkitab bagi anak melalui pemanfaatan media Film Superbok. Media ini merupakan animasi Alkitab yang diproduksi oleh pelayanan CBN, dan diluncurkan di tahun 2012. Adapun yang menjadi Tujuan Penelitian adalah memudahkan anak memahami tentang berita Alkitab sesuai konteks dan dunia mereka. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif penelitian ini berusaha mengkombinasikan berbagai teori yang menyangkut media film superbook dan hasil temuan yang ada di Gereja Alkitab Anugerah Jemaat Filipi Manado.
BERTEOLOGI KONTEKSTUAL DALAM MEMAKNAI MANDUR’RU TON’NA BAGI MASYARAKAT LIRUNG MATANE DI KEPULAUAN TALAUD Yanice Janis
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.814 KB)

Abstract

Kebudayaan dan adat istiadat dapat diterima, tetapi iman harus selalu menjadi warna atau napas kebudayaan. Jadi tidak ada kebudayaan Kristen, yang ada ialah budaya setempat yang bernafaskan atau diwarnai iman Kristen. Berteologi kontekstual dalam memaknai “Mandur’ru Ton’na” dilihat dalam pemahaman: Teo-logi: What Kind of God: Gambar Allah macam apa yang dapat menjawab tantangan-tantangan berteologi yang dihadapi manusia. Eklesiologi: What Kind of Ecclesiology: Gambaran persekutuan atau komunitas seperti apa yang ada dalam konteks masyarakat. Misiologi: What Kind of Missiology: Gambaran kesaksian macam apa yang dapat dilakukan. Tujuan untuk mengetahui sejauh mana peran masyarakat Lirung Matane Kecamatan Lirung Kepulauan Talaud dalam memaknai upacara adat Mandur’ru ton’na dalam kehidupan beragama dengan menggunakan Metode penelitian Kualitatif melalui teknik analisis data.
PERTEMUAN INJIL DAN KEBUDAYAAN: KAJIAN KONTEKSTUALISASI KEBUDAYAAN MAMINDATE KUBUR’RA DI JEMAAT GERMITA EL-BETEL RUSOH Yanice Janis; Meily Meiny Wagiu
Tumou Tou Volume V, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.131 KB)

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang pertemuan Injil dan kebudayaan melalui kegiatan adat memindate kubur’ra di Jemaat GERMITA El-Betel Rusoh. Bagaimana kebudayaan ini dimaknai dan diimplemnetasikan dalam lingkup hidup berjemaat, serta menghadirkan kajian kontekstualisasi sebagai jawaban atas keresahan yang dialami anggota Jemaat GERMITA El-Betel Rusoh akibat dampak dari kebudayaan mamindate kubur’ra karna dianggap tidak memiliki nilai-nilai Kristiani dan cenderung berkonfrontasi dengan ajaran gereja. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Sedangakan untuk sumber data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga menjamin validitas dan keakuratan data. Adapun hasil yang ditemukan, diantaranya: 1) Pemahaman anggota jemaat terhadap Kebudayaan Mamindate Kubur’ra adalah warisan budaya dari para leluhur yang patut dilaksanakan dan juga dijaga kelestariannya, itulah alasan atau faktor yang mendorong dilaksanakannya Kebudayaan Mamindate Kubur’ra. 2) Walaupun saat ini para anggota jemaat telah memiliki kepercayaan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, mereka tetap tidak dapat meninggalkan nilai-nilai kebudayaan yang telah lama melekat dalam kehidupan mereka.
Etika Guru Agama Kristen Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Iman Naradidik Alon Mandimpu Nainggolan; Yanice Janis
CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol. 1 No. 2 (2020): November 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injil Bhakti Caraka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46348/car.v1i2.23

Abstract

AbstractThis paper describes the ethics of Christian religion teachers and their relevance to the faith of students using  literature approach. The importance of the ethics for a Christian religion teacher is because being a Christian religion teacher is not just transferring knowledge, understanding and skills to students, but also educating students to experience a complete life transformation, especially experiencing a faith that is rooted, growing and fruitful in the Lord Jesus. To produce mature students in faith, Christian religious teachers must live the knowledge, understanding, and values of Christianity. This research is a qualitative research method with a literature study approach. From this research, it was found that the integration between teaching and living examples of a Christian religion teacher is an urgent matter and must be fulfilled because it is relevant to the faith education of the students.AbstrakTulisan ini mendeskripsikan mengenai etika guru agama Kristen dan relevansinya terhadap pendidikan iman naradidik dengan menggunakan pendekatan literatur­. Pentingnya etika bagi seorang guru agama Kristen adalah karena menjadi guru agama Kristen bukan hanya sekadar mentransfer pengetahuan, pemahaman dan keterampilan terhadap naradidik, melainkan mendidik naradidik agar mengalami transformasi hidup secara utuh, khususnya mengalami iman yang berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Tuhan Yesus. Untuk mewujudkan naradidik yang dewasa dalam iman, maka guru agama Kristen harus menghidupi pengetahuan, pemahaman dan nilai-nilai agama Kristen. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi liteartur. Dari penelitian ini didapati bahwa integrasi antara pengajaran dan keteladanan hidup dari seorang guru agama Kristen menjadi hal yang mendesak dan sebuah keharusan untuk dipenuhi karena memiliki relevansi terhadap pendidikan iman naradidik.
Pendidikan Kristiani sebagai Praksis Perdamaian: Integrasi Pemikiran Dietrich Bonhoeffer dan Thomas Groome Janis, Yanice
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026 (In Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.1953

Abstract

Abstract. This study explores Dietrich Bonhoeffer’s theological perspective as a foundation for Christian education in fostering peace, courage, and transformative action within communities. The research employs a qualitative library method with theological analysis, drawing upon Bonhoeffer’s writings and contemporary scholarship on Christian education. The finding reveals that Bonhoeffer’s emphasis on community, risk-taking, and resistance to injustice can be integrated with Thomas Groome’s framework of Christian religious education to create a transformative pedagogical model. Such integration enables Christian communities to act as peace agents by embodying ethical commitment, dialogical learning, and social engagement.Abstrak. Kajian ini mengeksplorasi perspektif teologis Dietrich Bonhoeffer sebagai fondasi bagi pendidikan Kristiani dalam menumbuhkan perdamaian, keberanian, dan tindakan transformatif dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka dengan analisis teologis, berfokus pada karya Bonhoeffer dan literatur kontemporer tentang pendidikan Kristiani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penekanan Bonhoeffer pada komunitas, keberanian mengambil risiko, dan perlawanan terhadap ketidakadilan dapat diintegrasikan dengan kerangka pendidikan Kristiani Thomas Groome untuk menghasilkan model pedagogi transformatif. Integrasi ini memungkinkan komunitas Kristen menjadi agen perdamaian melalui komitmen etis, pembelajaran dialogis, dan keterlibatan sosial.