Yanice Janis
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tumou Tou

BERTEOLOGI KONTEKSTUAL DALAM MEMAKNAI MANDUR’RU TON’NA BAGI MASYARAKAT LIRUNG MATANE DI KEPULAUAN TALAUD Yanice Janis
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.814 KB)

Abstract

Kebudayaan dan adat istiadat dapat diterima, tetapi iman harus selalu menjadi warna atau napas kebudayaan. Jadi tidak ada kebudayaan Kristen, yang ada ialah budaya setempat yang bernafaskan atau diwarnai iman Kristen. Berteologi kontekstual dalam memaknai “Mandur’ru Ton’na” dilihat dalam pemahaman: Teo-logi: What Kind of God: Gambar Allah macam apa yang dapat menjawab tantangan-tantangan berteologi yang dihadapi manusia. Eklesiologi: What Kind of Ecclesiology: Gambaran persekutuan atau komunitas seperti apa yang ada dalam konteks masyarakat. Misiologi: What Kind of Missiology: Gambaran kesaksian macam apa yang dapat dilakukan. Tujuan untuk mengetahui sejauh mana peran masyarakat Lirung Matane Kecamatan Lirung Kepulauan Talaud dalam memaknai upacara adat Mandur’ru ton’na dalam kehidupan beragama dengan menggunakan Metode penelitian Kualitatif melalui teknik analisis data.
PERTEMUAN INJIL DAN KEBUDAYAAN: KAJIAN KONTEKSTUALISASI KEBUDAYAAN MAMINDATE KUBUR’RA DI JEMAAT GERMITA EL-BETEL RUSOH Yanice Janis; Meily Meiny Wagiu
Tumou Tou Volume V, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.131 KB)

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang pertemuan Injil dan kebudayaan melalui kegiatan adat memindate kubur’ra di Jemaat GERMITA El-Betel Rusoh. Bagaimana kebudayaan ini dimaknai dan diimplemnetasikan dalam lingkup hidup berjemaat, serta menghadirkan kajian kontekstualisasi sebagai jawaban atas keresahan yang dialami anggota Jemaat GERMITA El-Betel Rusoh akibat dampak dari kebudayaan mamindate kubur’ra karna dianggap tidak memiliki nilai-nilai Kristiani dan cenderung berkonfrontasi dengan ajaran gereja. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Sedangakan untuk sumber data diperoleh dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sehingga menjamin validitas dan keakuratan data. Adapun hasil yang ditemukan, diantaranya: 1) Pemahaman anggota jemaat terhadap Kebudayaan Mamindate Kubur’ra adalah warisan budaya dari para leluhur yang patut dilaksanakan dan juga dijaga kelestariannya, itulah alasan atau faktor yang mendorong dilaksanakannya Kebudayaan Mamindate Kubur’ra. 2) Walaupun saat ini para anggota jemaat telah memiliki kepercayaan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, mereka tetap tidak dapat meninggalkan nilai-nilai kebudayaan yang telah lama melekat dalam kehidupan mereka.