This Author published in this journals
All Journal Tumou Tou
Yemdin Wonte
Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Manado

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETEGARAN: Suatu Analisis Historis-Kultural terhadap Iman Perempuan Kanaan dalam Matius 15:21-18 Yemdin Wonte
Tumou Tou Volume II, Nomor 2, Juli 2015
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.939 KB)

Abstract

Kehidupan yang dijalani manusia pada dasarnya adalah kehidupan yang tidak mudah. Banyak hal yang membutuhkan perjuangan dan usaha yang keras untuk diperoleh. Karenanya ketegaran menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki demi mempertahankan kehidupan. Matius merupakan salah satu kitab yang memberi gambaran yang memadai tentang ketegaran, khususnya dalam pasal 15:21-18 mengenai kisah mengenai “Iman Perempuan Kanaan.” Untuk meneliti secara mendalam apa ajaran yang mau disampaikan Matius mengenai hal ini, maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini merupakan suatu studi Biblika Perjanjian Baru dengan menggunakan pendekatan historis kritis, sebagai salah satu bentuk pendekatan dalam kerja tafsir. Melalui pendekatan ini dilakukan kajian secara mendalam terhadap lingkungan historis kultural dari komunitas Matius, diserta kajian detail terhadap setiap kata dan kalimat dalam teks berdasarkan tata bahasa Yunani, sehingga dapat diperoleh pesan teologis. Dari penelitian diperoleh pesan bahwa ketegaran perempuan Kanaan merupakan peringatan pada pembaca bahwa dalam perjumpaan dengan Yesuspun ketegaran itu diperlukan, karena jawaban Yesus atas setiap permohonan umat tidak selamanya sesuai dengan harapan. Namun ketegaran dapat mengubah sikap Yesus; dan semua orang tanpa dibatasi oleh identitas kesukuan dan kepercayaan berhak menerima anugerah keselamatanNya.
YHWH: Kajian Kritik Sosial Terhadap Sumber Yahwis Dalam Kisah Abram, Yakub, dan Musa dan Implementasinya Bagi Jemaat GPIG Efrata Gentuma Gorontalo Anita Inggrith Tuela; Yemdin Wonte
Tumou Tou Volume V, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.716 KB)

Abstract

Artikel ini hendak menyajikan uraian disekitar penggunaan nama YHWH dalam kisah Abram, Yakub dan Musa dan implementasinya di jemaat GPIG “Efrata” Gentuma Gorontalo. Adapun pendekatan yang dipakai yakni hermeneutik kritik sosial untuk penelitian teks sedangkan untuk penelitian lapangan digunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apa yang hendak dikatakan sumber Yahwis mengenai substansi YHWH serta mendapaikan implementasinya bagi jemaai GPIG “Efrata” Gentuma Gorontalo. Dari hasil penelitian dan pembahasan didapati pertama, sumber Yahwis dalam kisahAbram, Yakub, dan Musa memberikan penggambaran mengenai substansi YHWH sebagai Allah yang mampersatukan dalam pemerintahan monarki Daud. Kedua, ajaran yang mengeksklusifkan nama YHWH sebagai satu-satunya nama yang benar blsa menjadi ancaman yang memacah-belah kasatuan jemaat dan masyarakat.
PERANG: PROBLEM TEOLOGIS DAN REINTERPRETASI Yemdin Wonte
Tumou Tou Volume I, Nomor 1, Januari 2014
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.302 KB)

Abstract

Dunia yang didiami oleh manusia sejak dulu adalah dunia yang kaya dengan keberagaman. Berbagai perbedaan nampak di sana; perbedaan bangsa, bahasa, kebudayaan, filosofi, tingkat ekonomi, agama, dan sebagainya, namun sebenarnya di sinilah letak keindahan dan dinamikanya, apabila keberagaman itu disikapi secara positif. Namun kenyataannya perbedaan itu seringkali lebih dinilai dari sisi negatifnya sehingga menjadi pemicu dari berbagai konflik yang akhirnya menjadi "perang", apakah itu antarsuku, antaragama, atau antarbangsa. Jika sejarah dunia dan sejarah setiap negara ditelusuri, maka pasti akan ditemukan babakan perang di dalam setiap catatannya. Yang memprihatinkan adalah negara-negara yang didominasi oleh agama Kristen pun memiliki catatan ini, dan adakalanya dalam perang-perang itu motif-motif agama mengemuka, dan perang-perang dalam Alkitab (terutama PL) dijadikan alat pembenaran atas perang itu, seolah-olah Allah menghendaki perang dengan alasan tertentu. Melalui tulisan ini penulis berusaha untuk menelusuri apa kata Alkitab (lebih khusus PL) tentang perang dan bagaimana kita menafsirkannya metalui tulisan Yonky Karman mengenai "Perang: problem teologis dan reinterpretasi" dalam buku Bunga Rampai Teologi Perjanjian Lama. Bertitik tolak dari pemahaman teologis yang diberikan Karman, penulis merefleksikannya pada berbagai peristiwa perang yang terjadi diberbagai belahan bumi ini, secara spesifik di tanah Palestina, untuk melihat kelanjutan yang terjadi antara masa PL dengan masa sekarang, dan juga bagaimana perang dan konflik yang terjadi di Indonesia. Dengan melihat pengalaman-pengalaman perang itu, diharapkan melalui terang reinterpretasi atas cerita-cerita perang dalam PL, ada sumbangsih positif yang bisa diberikan bagi upaya perdamaian, untuk menjadikan dunia yang kaya dengan perbedaan ini senantiasa indah dan dinamis.