Ismaya Indri Astuti
SMK SMAK Padang (BPSDMI - Kementerian Perindustrian)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BUDAYA 5S SEBAGAI WUJUD REFORMASI BIROKRASI DALAM PELAYANAN PUBLIK DI SMK SMAK PADANG Ismaya Indri Astuti
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol 12 No 2 (2021): Vol.12 No.2 Juni 2021
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v12i2.4044

Abstract

ABSTRAK Visi reformasi birokrasi akan menjadi nyata jika tata kelola birokrasi yang baik dimulai dari budaya melayani tanpa pamrih. Aparatur layanan publik sudah saatnya berbenah untuk memberikan layanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati yang tercermin dari kesungguhan aparatur dalam melayani. Saat ini Pemerintah pemerintah sedang gencar melakukan reformasi birokrasi baik di instansi pusat maupun di daerah. Sejalan dengan Road Map Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, SMK SMAK Padang secara konsisten memaksimalkan pelayanan dengan mendahulukan kepentingan masyarakat. Untuk mewujudkannya harus ada perubahan karakter, salah satu upaya SMK SMAK Padang dalam memaksimalkan pelayanan publik ialah dengan membudayakan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Budaya 5S yang dilakukan di SMK SMAK Padang tidak muncul begitu saja, tetapi diupayakan melalui suatu proses yang terkendali dengan melibatkan semua sumber daya manusia dalam seperangkat sistem. SMK SMAK Padang menjadi tempat untuk menyoalisasikan nilai-nilai budaya yang tidak hanya terbatas hanya nilai-nilai keilmuan saja, namun semua nilai-nilai kehidupan yang memungkinkan bisa mewujudkan manusia yang berbudi dan berbudaya. Sebagai salah satu instansi dengan predikat Zona Integritas WBK WBBM lekat dengan pelayanan yang optimal dan maksimal, maka keberhasilan dari suatu pelayanan dapat diukur melalui kepuasan yang dirasakan oleh masyarakat. Kata kunci: Reformasi Birokrasi, Budaya 5s, Pelayanan Publik Abstract The vision of Bureautic Reform will become real if the Bureautic Good Governance starts from the habit of service itself. The servants of public service should improve themselves to provide services for the community wholeheartedly which is reflected in the seriousness of the servants in a good serving. Nowdays, the government is intensively carrying out bureaucratic reforms both in central and regional agencies. In line with the Road Map of the Ministry of Industry of the Republic of Indonesia, Padang Chemical Analyst Vocational School consistently maximizes services by prioritizing the interests of the community. To make it happen there must be a change in character, one of the effort of Padang Chemical Analyst Vocational School in maximizing public services through by 5S Culture (Smile, Regrads, Greetings, Polite, Courteous). The 5S Culture that was carried out at Padang Chemical Analyst Vocational School did not appear itself, but is pursued through a controlled process involving by all human resources in this system. Padang Chemical Analyst Vocational School is a place to promote cultural values that are not only limited to scientific values but all possible values of life that can be becoming righteous human and cultured people. As one of the government agencies with the title of the Zona Integritas WBK WBBM is closely related to optimal and maximum service, the success of service can be measured through the satisfaction felt by the community. Keywords: Bureautic Reform, 5S Culture, Public Service
Platform Instagram Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Peserta Didik Ismaya Indri Astuti
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17680

Abstract

Sejak diberlakukannya sekolah daring akibat Pandemi Covid-19 di Indonesia menyebabkan adanya perubahan dalam sistem pembelajaran, di tingkat dasar maupun menengah. Dengan diberlakukannya sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tentunya tidak terlepas dari internet, maka peran media sosial bisa digunakan sebagai alternatif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Pada proses pembelajaran PPKn, peserta didik harus terlibat dalam pengambilan keputusan, cerdas dan kritis dalam berpikir, serta bertindak secara independen. Untuk membentuk kepercayaan diri peserta didik dalam berpendapat, maka peserta didik dituntut untuk berani berbicara, bertanya, dan menyanggah ketika proses pembelajaran berlangsung. Meskipun terkendala tidak bisa belajar secara tatap muka langsung, maka dengan menggunakan media sosial sebagai media pembelajaran menjadi alternatif Guru dalam mengajarkan bagaimana cara mengeluarkan pendapat yang baik dan benar. Tujuan penelitian ini ialah untuk menggali minat baca dan skill peserta didik dalam mengungkapkan serta mengekspresikan pendapat dengan penggunaan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, metode tersebut dipilih agar dapat memahami gejala fenomena sosial dengan cara memaparkan suatu peristiwa dengan penggambaran yang jelas, sehingga dapat menjelaskan bagaimana bentuk praktek kebebasan berpendapat melalui media sosial yang dilakukan oleh peserta didik.