Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kematangan Emosi terhadap Self Image Anak Binaan LPKA Kelas II Tomohon Memah, Gleydis Patrisia; Solang, Deetje; Kaumbur, Great Erick
Jurnal Sains Riset Vol 13, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v13i2.1653

Abstract

Tujuan yang ada pada penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang adanya pengaruh kematangan emosi terhadap self image anak binaan yang ada di LPKA II Tomohon. Pendekatan dalam penelitian ini yang digunakan ialah kuantitatif, dengan membuat instrument dan membagikan kuesioner kepada responden yang ada dan sempel yang diambil dalam penelitian ini ialah 56 sempel dari 117 populasi yang ada di LPKA kelas II Tomohon yang ada. Dari penelitian yang dilakukan  ditemukan bahwasannya pada koefisien korelasi terdapat pengaruh antara variabel kematangan emosi terhadap self image sebesar 10,4% yang dimana 89.9% lainnya merupakan pengaruh pada faktor lainnya. Untuk itu pada nilau korelasi dari penelitian ini sebesar 0.322 atau 32.2% yang dimana pada tabel koefisien korelasi pada kategori rendah.  
HUBUNGAN LIGHT TRIAD PERSONALITY DAN PERSONAL INTELLIGENCE DENGAN ANXIETY SENSITIVITY SISWA SMA KRISTEN 2 BINSUS TOMOHON Pangau, Einstain Samuel Philip; Solang, Deetje; Hartati, Meike
Jurnal Sains Riset Vol 13, No 3 (2023): November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v13i3.1973

Abstract

Salah satu isu yang sering muncul pada masa ini adalah kecenderungan tinggi terhadap kecemasan (anxiety sensitivity) yang dapat berdampak kesehatan pada kesejahteraan mental dan kesehatan psikologis siswa. Dalam konteks ini, Light Triad Personality (LTP) dan Personal Intelligence (PI) menjadi topik yang menarik dalam penelitian kepribadian dan kesejahteraan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan light triad personality dan personal intelligence dengan anxiety sensitivity pada siswa SMA Kristen 2 Binsus Tomohon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Light Triad Personality diukur menggunakan skala Light Triad Scale berdasarkan teori Laura K.D. Johnson (2018). Personal Intelligence diukur menggunakan Personal Intelligence scale dari Salila Vongkrahchang dan Apasara Chinwonno (2016). Anxiety Sensitivity diukur menggunakan Anxiety Sensitivity Index - 3 dari Steven Taylor (2007). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara light triad personality dan personal intelligence dengan anxiety sensitivity pada siswa SMA Kristen 2 Binsus Tomohon dimana nilai Sig. F Change sebesar 0,001 ≤ 0,05 dan nilai r (koefisien korelasi) sebesar 0,344. Pada siswa SMA Kristen 2 Binsus Tomohon terdapat 53 siswa (39,8%) light triad personality dalam kategori sedang, 51 orang (38,3%) personal intelligence dalam kategori sedang, 50 orang (37,6%) anxiety sensitivity dalam kategori sedang.Kata kunci: Light Triad Personality, Personal Intelligence, Anxiety Sensitivity
Pengaruh Bystander Effect terhadap Perilaku Prososial Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Manado Damongilala, Milca; Solang, Deetje; Hartati, Meike
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 2 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i2.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bystander effect terhadap perilaku prososial pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Manado. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini 155 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala bystander effect dan skala perilaku prososial dalam bentuk Skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan nilai beta -6,37, dan nilai R (koefisien korelasi) sebesar 0,776, nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0.000 < 0.005. Dengan demikian H1 diterima dengan adanya pengaruh yang signifikan antara bystander effect terhadap perilaku prososial. Berdasarkan hasil uji koefisien determinan indikator bystander effect diperoleh nilai R Square emosi apatis sebesar 0.669 atau 66,9%, yang berarti terdapat kecenderungan pengaruh situasional bystander effect terhadap perilaku prososial dari adanya emosi apatis pengamat, dengan demikian H2 diterima.
Kebersyukuran Pada Pengasuh Panti Di Panti Tunarungu GMIM Damai Tomohon Mailangkay, Anastasia S. M. Y.; Deetje Solang; Gloridei
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 2 (2025): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i2.573

Abstract

Kebersyukuran merupakan aspek psikologis penting yang berperan dalam menjaga kesejahteraan emosional dan ketahanan diri, terutama bagi individu yang bekerja di lingkungan dengan tuntutan sosial tinggi seperti pengasuh panti. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kebersyukuran dimaknai dan diwujudkan oleh pengasuh di Panti Tunarungu GMIM Damai Tomohon. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek primer penelitian terdiri atas dua orang pengasuh panti, sedangkan subjek pendukung meliputi kepala panti dan rekan sesama pengasuh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis berdasarkan empat aspek kebersyukuran menurut McCullough, Emmons, & Tsang (2002), yaitu intensity, frequency, span, dan density. Tahapan penelitian mencakup persiapan instrumen, pengumpulan data, transkripsi, pengodean, dan analisis interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pengasuh menampilkan kebersyukuran yang kuat dalam bentuk penerimaan terhadap kondisi anak asuh, rasa ikhlas dalam pelayanan, serta refleksi spiritual yang mendalam. Meskipun terdapat perbedaan dalam intensitas dan frekuensi ekspresi syukur, keduanya menunjukkan konsistensi dalam menjadikan rasa syukur sebagai sumber motivasi dan ketenangan batin. Temuan ini menegaskan bahwa kebersyukuran berfungsi sebagai mekanisme adaptif yang memperkuat kesejahteraan psikologis dan makna kerja pada pengasuh panti