Muhammad Roihan Nasution
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ibn Abbas

Konsep Istisna’ (Insya Allah) dalam Al-Quran Tafsir al-Marāghī Muhammad Roihan Nst, Nuraisah, Robiatul Adawiyah Muhammad Roihan Nasution; Nuraisah Nuraisah; Robiatul Adawiyah
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir VOL 4, NO 1 (2021): APRIL-SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v4i1.11105

Abstract

AbstrakKata Insya Allah begitu sering diucap oleh masyarakat muslim di Indonesia. Tidak hanya dalam percakapan sehari-hari, kalimat ini juga sangat populer di media sosial. Kata ini sering diterima dan dipakai begitu saja tanpa menyesuaikan makna dan penggunaan yang seharusnya. Tulisan ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi esensi dan urgensi kalimat Insya Allah dalam al-Qur’an tafsir al-Marāghī, 2) Mengidentifikasi konteks ayat-ayat Insya Allah dalam al-Qur’an tafsir al-Marāghī, 3) Mengidentifikasi pandangan al-Marāghī  dan ulama lain  tentang istitsna dengan kalimat Insya Allah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu riset kepustakaan (library research), dikaji secara deskriptif dan analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa; Esensi (hakikat) Istitsna’ (Insya Allah) dari kajian al-Qur’an merupakan suatu jaminan akan sebuah kepastian terhadap apa yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang, sementara urgensi mengucapakan kalimat Insya Allah dalam kehidupan sosial adalah untuk mengendalikan rasa sombong, angkuh seorang hamba sebab manusia dalam berbuat tidak terlepas dari kehendak Allah SWT.Kata Kunci : Istitsna’, Insya Allah, Al-Qur’an
KONSEP PEMIMPIN IDEAL DALAM TAFSIR TURJUMAN AL-MUSTAFID Muhammad Roihan Nasution; Harun Ar-Rasyid; Fachrur Rozi
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 3, No 1 (2020): VOL 3, NO 1 (2020): APRIL-SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/jia.v3i1.11071

Abstract

AbstrakAda dua bentuk plural dari kata khalifah, pertama khulafa, bentuk jamak ini mengandung makna kekuasaan politik dalam mengelolah satu wilayah. Kedua khalaif, bentuk jamak kedua ini tidak mengindikasikan makna kekuasaan pada satu wilayah. Berangkat dari  makna yang diutamakan, tafsiran ayat di atas terlepas dari makna politik atau kekuasaan. Dengan demikian, makna khalifah bersandar pada makna asal yaitu ‘di belakang‘ atau ‘yang menggantikan’. Kata ‘menggantikan' tidak semerta-merta bermakna  politis atau penguasaan terhadap satu  kekuasaan, karena pengganti memiliki kesamaan atau kesesuaian dengan yang diganti. Pergantian muncul karena beberapa sebab, diantaranya kematian, perbedaan waktu dan tempat. Dengan demikian, pagantian selalu memerlukan kerjasama antara pengganti dan yang diganti, sehingga tidak ada satupun yang saling menguasai satu sama lainnya.Kata Kunci: Pemimpin, Khalifah, Kekuasaan, Kesamaan