Achmad Dafir Firdaus
STIKES MAHARANI MALANG

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL

Literature Review: Penggunaan Media Kartun dalam Meningkatkan Minat Makan Sayur pada Anak Usia Sekolah Winy Liveline Suryani; Rahmawati Maulidia; Achmad Dafir Firdaus
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2sp (2023): Special Issue June
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v4i2sp.286

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia, hanya 1 dari 10 anak yang cukup mengkonsumsi sayuran. Padahal, kurangnya asupan sayur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media kartun dalam meningkatkan minat makan sayur pada anak usia sekolah dengan menggunakan literature review. Metode: literature review ini menggunakan 2 database pencarian yaitu PubMed NCBI dan Google Scholar. Kriteria inklusi jurnal 5 tahun terakhir dengan penilaian kualitas menggunakan diagram alir literature review berbasis PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analyses). Hasil: terdapat 12 jurnal yang menunjukkan pengaruh atau perbedaan yang signifikan dari penggunaan media kartun dalam meningkatkan minat makan sayur pada anak usia sekolah dan 3 jurnal yang menunjukkan tidak ada pengaruh atau perbedaan yang signifikan dari penggunaan media kartun dalam meningkatkan minat makan sayur. Analisis: penggunaan media kartun memiliki pengaruh dalam meningkatkan minat makan sayur pada anak usia sekolah, dan juga memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan intervensi lain seperti ceramah, powerpoint, poster, dan lain-lain. Diskusi: Anak-anak cenderung menyukai kartun animasi karena kontennya yang edukatif, imajinatif, dan inovatif. Kesimpulan: Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartun sangat efektif dalam meningkatkan konsumsi sayur pada anak usia sekolah.
Kepatuhan Diet DM, Kadar Gula Da HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH ACAK PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA LANSIA DI POSYANDU KOKROSONO KELURAHAN POLOWIJEN KOTA MALANG Sri Wulandari; Achmad Dafir Firdaus; Nanik Susanti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v3i2.661

Abstract

Kepatuhan diet adalah ketaatan terhadap pola konsumsi makanan ataupun minuman pada pasien diabetes mellitus yang sudah ditentukan dalam program diet yang bertujuan untuk memperthankan kadar gula darah normal atau mendekati normal dengan cara memberikan 3 jenis yakni, tepat jumlah, tepat jadwal makan dan tepat jenis makan. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah diabetes mellitus pada lansia di posyandu kokrosono kelurahan polowijen Kota Malang, desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 50 lansia dengan Teknik sampling menggunakan total sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kepatuhan diet dan alat pemeriksaan gula darah (Easy Touch GCU). Analisa data menggunakan Uji Spearman Ran, dari hasil Analisa data menunjukan bahwa ada hubungan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah diabetes mellitus pada lansia di posyandu kokrosono polowijen kota malang dengan nilai signifikan (P = 0,000) dimana lebih kecil dari a (<0,05), dan nilai koefisien korelasi (r = 0,597). Dengan kepatuhan diet yang baik maka akan menjadikan kadar gula darah baik.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Histerektomi Di Instalasi Bedah Sentral Rsud Dr Saiful Anwar Malang Nurit paramita sandi Nurit; Achmad Dafir Firdaus; Reny Tri Febriani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.690

Abstract

Introduction: Hysterectomy surgery can cause various kinds of anxiety for patients. Family support can help patients deal with the stress and anxiety of hysterectomy surgery. This study aims to determine the relationship between family support and anxiety levels in preoperative hysterectomy patients at the Central Surgical Installation of RSUD dr Saiful Anwar Malang. Methods: Research method descriptive analytic with cross-sectional approach l. The population and sample of this study were 33 respondents with total sampling techniques. The research instrument was a questionnaire on family support and preoperative anxiety levels using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Results: The results showed that most respondents (84.8%) had family support, and 42.4% had anxiety levels in the mild and moderate categories in preoperative hysterectomy patients. Analysis with the Spearman Rank test with α = 0.05 obtained p value = 0.030 or p < 0.05 showed that there was a relationship between family support and anxiety levels in preoperative hysterectomy patients at the Central Surgical Installation of RSUD dr Saiful Anwar Malang with. Conclusion: Family support affects the anxiety of pre-hysterectomy patients because family support can help patients deal with the stress and anxiety caused by hysterectomy surgery. The better the family support, the lower the anxiety levels of patients after preoperative hysterectomy.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEPATUHAN INTAKE DIIT CAIRAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUANG MALAHAYATI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Ary Naning Viva Dwi Patricia; Achmad Dafir Firdaus; Andi Surya Kurniawan
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.724

Abstract

Long-term hemodialysis lowers a patient's zest for life, which may have an impact on how well they follow their dietary guidelines. Dietary noncompliance is a major issue, particularly for people receiving hemodialysis. The client's quality of life may be negatively impacted by non-compliance, and rising medical expenses may have an adverse effect on hemodialysis patient compliance. The purpose of this study is to ascertain how family social support and fluid intake compliance relate to each other in patients with chronic renal failure receiving hemodialysis at Dr. Saiful Anwar Regional Hospital in Malang. Quantitative descriptive research is the kind that this study is doing. 110 patients with chronic kidney failure who received hemodialysis in the Malahayati ward at RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, were included in the study's population as of March 2023. Purposive sampling was utilized in the sampling process to yield 52 respondents. A questionnaire is used in this study as the measurement method. The Spearman Rank correlation test is the data test that is employed. According to the Spearman Rank correlation test results, there is a connection between patients with chronic renal failure receiving hemodialysis at RSUD Dr. Saiful Anwar Malang and their compliance with fluid consumption (p value <0.05). It is intended that Dr. Saiful Anwar Hospital will enhance its offerings and educate families about the support networks available to patients as they receive hemodialysis treatment and manage their fluid intake.
THE CORELATION BETWEEN COMPLIANCE WITH DRINKING OAT "TUBERCOLOSIS DRUG" AND THE HEALING STATUS OF PULMONARY TB PATIENTS IN THE LUNG CLINIC Sri Utami; Achmad Dafir Firdaus; Sismala Harningtyas
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.744

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious chronic disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria that can attack the lungs but can also affect various other organs such as the pleura, lymph nodes, bones, and other extra-pulmonary organs. Adherence to medication is the patient's attitude toward taking medication as recommended. This study used the purposive sampling technique with a retrospective approach; the sample consisted of 40 respondents. Data were collected by looking at medical record data and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that of the 40 patients studied, there were 13 who were compliant and 10 who were declared cured. The results of the statistical test analysis obtained a pvalue so is rejected and is accepted. So there is a relationship between adherence to medication and recovery status. There are still many pulmonary TB patients who are not cured because they are not compliant with treatment. Adherence to taking medication is an important indicator of the patient's recovery status, but compliance is influenced by a lack of awareness of the importance of treatment, such as preferring herbal remedies, not wanting to take medicine again because they feel their body is healthy, and not controlling because of long-term out-of-town work. So that strong support is needed both from the family, health workers, and also from pulmonary TB survivors.
The Relationship Between Self-Efficacy By Behavior Health Hypertension On Age Mature Young In the work area Public health center Dampit Dhea rira; Achmad Dafir Firdaus; Kurnia Laksana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 6 No 1 (2024): In Progress issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v6i1.805

Abstract

Penelitian ini menggambarkan pentingnya self-efficacy dalam mempengaruhi perilaku kesehatan terkait hipertensi pada usia dewasa muda di wilayah kerja Puskesmas Dampit. Dari hasil analisa data menunjukan bahwa adanya hubungan positif antara self-efficacy dengan perilaku kesehatan hipertensi. Ini berarti semakin tinggi tingkat self-efficacy, semakin baik perilaku kesehatan terkait hipertensi. Dengan nilai koefisien korelasi yang tinggi (r =0,678), hal ini menegaskan bahwa hubungan antara self-efficacy dan perilaku kesehatan terkait hipertensi sangat kuat. Ini mengindikasikan bahwa individu yang memiliki tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung memiliki perilaku kesehatan yang lebih baik terkait hipertensi.Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa meningkatkan tingkat self-efficacy dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan perilaku kesehatan terkait hipertensi pada populasi usia dewasa muda di wilayah tersebut. Terapi yang fokus pada peningkatan self-efficacy mungkin dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan antihipertensi dan pengadopsian gaya hidup sehat, yang pada gilirannya dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.