Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Dalam Meningkatkan Civic Skill Mahasiswa Dwi Agustina Rahayu
ASANKA: Journal of Social Science And Education Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v2i1.2519

Abstract

AbstrakLembaga Pendidikan Tenaga kependidikan adalah salah satu rujukan nasional untuk meningkatkan mutu dan daya saing bangsa Indonesia di sektor sumber daya manusia melalui pencapaian kualifikasi sumberdaya manusia Indonesia yang dihasilkan oleh sistem pendidikan dan sistem pelatihan kerja nasional, serta sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek dan kesiapan perguruan tinggi di  Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia  Tulungagung yang berposisi sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga kependidikan pogram studi pendidikan Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dalam meningkatkan keterampilan kearganegaraan (civic skills) mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dengan subjek penelitian yaitu Kepala program studi, dosen dan mahasiswa. Data yang didapat merupakan hasil dari observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti selama melangsungkan penelitian di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kurikulum berbasis Lembaga Pendidikan Tenaga kependidikan dalam mata kuliah di prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat meningkatkan terhadap keterampilan kewarganegaraan  pada mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. 
Development of Microlearning Based on Project Citizenship in Citizenship Learning to Improve Students' Civic Disposition Dwi Agustina Rahayu; Ajar Dirgantoro; Nurna Listya Purnamasari; A.A Putu Eka Putra
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v2i1.43

Abstract

This research aims to develop a Project Citizenship-based Microlearning learning model in Civic Education courses to improve students' civic disposition in higher education. By using the Research and Development (R&D) method based on the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), this research produces innovative learning media that is effective, flexible, and relevant to meet the needs of digital era students. The results showed that the majority of students (78%) felt that civic learning was too theoretical, and 82% wanted a more practical approach. Therefore, a microlearning module was designed with interactive content in the form of short videos, infographics, quizzes, and applicable citizenship projects. The product was validated by material and media experts with validity levels of 89% and 87% respectively. The implementation of this model involved 70 students and was carried out for six month. The evaluation results showed a significant increase in the aspects of civic disposition: civic knowledge (20%), civic skills (21%), civic responsibility (23%), and civic participation (26%). Microlearning-based learning provides time flexibility, while integration with project citizenship motivates students to contribute directly to social activities. In conclusion, the development of microlearning based on project citizenship is effective in improving students' civic disposition, with advantages in the form of concise, practical material delivery, and being able to build active involvement. This finding makes an important contribution to the innovation of Civic Education learning in the digital era.
Hak Cipta Untuk Kreativitas Yang Berkelanjutan: Membangun Masa Depan Batik Tulungagung Bersama Generasi Muda Bachrul Ulum; Leny Suryaning Astutik; Moh Bagus Dwi Wicaksono; Nadia Citra Agustin; Sofia Nanda Octaviani; Muhammad Alfin Prayoga; Kelvin Cahya Kusuma; Alif Fansa Yusril Maulana; Dwi Agustina Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i1.2527

Abstract

Tujuan dari kegiatan masyrakat ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang hak cipta di kalangan pengrajin batik Tulungagung dan generasi muda. Melalui metode Community-Based Participatory Research (CBPR), program ini melibatkan observasi, wawancara, serta pelatihan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya perlindungan hak cipta bagi karya seni batik. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai hak cipta dan pentingnya pendaftaran untuk melindungi karya dari plagiarisme. Diskusi dan praktik yang dilakukan selama pelatihan membantu pengrajin untuk mengintegrasikan kreativitas dengan aspek legal, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dalam berinovasi. Program ini juga berhasil memupuk kesadaran pada generasi muda tentang nilai budaya batik dan pentingnya hak cipta. Penelitian ini menekankan perlunya dukungan infrastruktur dan pendidikan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan dan perlindungan karya batik di masa depan.
Preventing Bullying Through Islamic Religious Education in Indonesian Elementary Schools Bachrul Ulum; Leny Suryaning Astutik; Dwi Agustina Rahayu; A.A. Putu Eka Putra; Moh. Zaini
Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia (JPAII) Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jpaii.v7i2.3046

Abstract

Purpose of the study: This study examines how Islamic Religious Education ( ) is implemented to prevent bullying in elementary schools. It focuses on value integration in instruction, Islamic habituation, and the role of teachers as moral mediators. Methodology: A qualitative multi-site case study was conducted in three elementary schools in Tulungagung Regency representing urban, semi-urban, and rural contexts. Data were collected from 3 principals, 6 teachers, and 15 Grade IV–VI students through interviews, participatory observation, and documentation. The interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña was used for analysis. Main Findings: Three findings emerged. First, the integration of ukhuwah, tawadhu', and rahmah values into instruction built students' anti-violence awareness. Second, Islamic habituation programmes reduced verbal aggression consistently. Third, teachers' competency served as the key determinant of programme success. Novelty/Originality of this study: This study introduces a three-layer implementative model curricular integration, institutional habituation, and teacher mediation that extends the whole-school approach with a spiritual- teacher dimension. It also identifies Islamic-based restorative dialogue as a distinctive mediation technique not previously documented in -based bullying prevention literature.
Penyuluhan Pendidikan Seksualitas sebagai Upaya Preventif Kekerasan Seksual Sejak Dini di Sekolah Dasar Bachrul Ulum; Leny Suryaning Astutik; Dwi Agustina Rahayu; A.A. Putu Eka Putra
Alahyan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Mei
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/ecos-preneurs.v4i1.512

Abstract

Cases of sexual violence against children in Indonesia continue to rise, with primary school pupils being the most vulnerable group. Cultural stigma, which regards sexuality education as a taboo subject, exacerbates this vulnerability due to limited communication about self-protection within both school and family environments. This community service initiative aims to enhance pupils’ knowledge, awareness and protective skills, whilst equipping teachers with appropriate communication strategies for sexuality education. The activity was held on 16 May 2026 at SDN 1 Beji, Boyolangu Sub-district, Tulungagung Regency, involving around 60 participants comprising pupils and teachers. The programme employed an educational-participatory approach using methods such as interactive lectures, group discussions, case studies, and question-and-answer sessions, supported by edutainment media including animated videos, role-plays, scenario cards, and educational songs. The activity took place in three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the participant feedback questionnaire showed a very positive response, with an average rating of ‘very good’ above 86% across all assessment aspects. Teachers expressed a strong commitment to building a protective environment for children. This programme is recommended for institutionalisation as a sustainable collaboration between schools and families in efforts to prevent sexual violence against children at an early stage.
Integrasi QR Code untuk Literasi Kewarganegaraan Digital dan Pembelajaran Kritis Remaja Tulungagung : Integrasi QR Code untuk Literasi Kewarganegaraan Digital dan Pembelajaran Kritis Remaja Tulungagung Dwi Agustina Rahayu; Ahmad Izzul Ito; Lovry Arindo Setiawan
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi Mei - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i3.8515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi kewarganegaraan digital mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta mengkaji efektivitas integrasi QR Code dalam pembelajaran kritis. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan model sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui angket skala Likert kepada 60 mahasiswa, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi selama implementasi pembelajaran berbasis QR Code. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 % mahasiswa berada pada kategori literasi tinggi dan 60 % pada kategori sedang, tanpa kategori rendah. Dimensi akses informasi dan etika digital menunjukkan capaian baik, namun kemampuan analisis dan evaluasi informasi masih perlu diperkuat. Implementasi lima tantangan berbasis  QR Code terbukti meningkatkan keterlibatan, kemampuan verifikasi informasi, serta partisipasi etis mahasiswa dalam ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi QR Code efektif sebagai strategi pedagogis untuk memperkuat literasi kewarganegaraan digital secara kritis dan kontekstual.