Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dokter, Fasilitas Rawat Jalan, dan Pelayanan Farmasi Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum Gunung Jati Cirebon Ade Yusuf
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 1 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aims to determine the influences of Service Quality of Doctor, Outpatient Facilities, and Pharmacy Service, both individually or simultaneously, to Patient Satisfaction at Gunung Jati Hospital Cirebon. The research using explanatory survey method. The population of this research were all patients in the Outpatient Installation regardless of gender. Sample was taken from the population by using simple random sampling technique which amount of 100 patients. The result of the research was the Service Quality of Doctor, Outpatient Facilities and Pharmacy Service individually have positive and significant influence to Patient Satisfaction at Gunung Jati Hospital Cirebon. Service Quality of Doctor, Outpatient Facilities and Pharmacy Service simultaneouslyhave positive and significant influences to Patient Satisfaction at Gunung Jati Hospital. The total influences of those three variables are 69.8%, and the rest was influenced by other factors which not examined. Of the three variables, Service Quality of Doctor variable has the largest influence, the next is the Pharmacy Service variable, then Outpatient Facilities variable.
Hubungan Perilaku Kebiasaan Merokok di dalam Rumah Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan atas (ISPA) pada Balita di Puskesmas Pamengkang Kabupaten Cirebon Ade Yusuf; Rama Paris Sakti S; Ismi Cahyadi
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12511

Abstract

ABSTRACT Upper respiratory tract infection (URTI) is a significant health issue both globally and in Indonesia. Upper respiratory tract infection (URTI) is a disease that affects all ages, but it primarily affects individuals with relatively low immune systems such as infants and the elderly. Cigarette smoke is one of the main risk factors for the occurrence of URTI, as it is a challenging issue to minimize. In 2018, the prevalence of URTI based on health care provider diagnoses reached 4.4% across 34 provinces in Indonesia, while based on healthcare worker assessments and symptoms, it reached 9.3% by province. . To determine the relationship between the habit of smoking indoors and the occurrence of URTI in toddlers at the Pamengkang Community Health Center. . An observational study using a cross-sectional design with the Spearman test to analyze the relationship between the habit of smoking indoors and the occurrence of URTI in toddlers at the Pamengkang Community Health Center in Cirebon Regency in the year 2023. The analysis of the relationship yielded a p-value of 0.000 (p 0.05), which is statistically significant and indicates a relationship between the habit of smoking indoors and the occurrence of URTI in toddlers. There is a significant relationship between smoking habits in the house and the incidence of URTI in toddlers at the Pamengkang Health Center, Cirebon Regency. Keywords: Smoking Habit,ISPA  ABSTRAK Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) adalah merupakan masalah kesehatan yang utama terjadi di dunia maupun indonesia. ISPA adalah penyakit yang dirasakan seluruh usia, namun yang paling utama memiliki daya tubuh yang kurang relative rendah seperti bayi serta lanjut usia. Asap rokok menjadi salah satu resiko utama timbulnya ISPA karena salah satu masalah yang sulit diminimalisir. Pada tahun 2018 pravelensi ISPA menurut diagnosis tenaga Kesehatan mencapai 4,4% dari 34 provinsi di Indonesia sedangkan berdasarkan nakes dan gejala menurut provinsi mencapai 9,3%. Untuk mengetahui hubungan perilaku kebiasaan merokok di dalam rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di puskesmas pamengkang.  Penelitian observasi menggunakan desain Cross sectional dengan Uji Spearman untuk menganalisis Hubungan Kebiasaan Merokok Di Dalam Rumah Terhadap Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Pamengkang Kabupaten Cirebon Tahun 2023. Analisis hubungan diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p 0,05) yang memiliki makna terdapat hubungan antara kebiasaan merokok di dalam rumah terhadap kejadian ISPA pada balita. SIMPULAN Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok didalam rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Pamengkang Kabupaten Cirebon. Kata Kunci: ISPA, Kebiasaan Merokok
Profil Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika Cirebon Arbi Rizki Hidayat; Yogi Puji Rachmawan; Ade Yusuf
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling banyak terjadi di dunia dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Peningkatan prevalensi hipertensi, khususnya di negara berkembang, menunjukkan pentingnya pemahaman mengenai karakteristik pasien untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien hipertensi di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika Cirebon. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi rawat jalan periode Januari–Maret 2023 dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 906 data pasien. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan analisis univariat dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengalami hipertensi derajat 1 (58,3%), berjenis kelamin perempuan (72,1%), dan berada pada kelompok lanjut usia ≥60 tahun (47,8%). Jenis obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah beta bloker kardioselektif (75,2%) dengan terapi kombinasi dua obat sebagai regimen terbanyak (32,8%). Penyakit jantung koroner menjadi komorbiditas yang paling sering ditemukan (54,7%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika Cirebon didominasi perempuan lanjut usia dengan hipertensi derajat 1 dan komorbiditas kardiovaskular sehingga memerlukan penatalaksanaan hipertensi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon: Description of the Quality of Life Among Patients with Chronic Kidney Disease Undergoing Hemodialysis at Gunung Jati Regional Hospital Cirebon Firyal Amirah Hasna; Siti Maria Ulfah; Ade Yusuf
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i2.14182

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit dengan penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan ireversibel sehingga memerlukan terapi hemodialisis. Terapi ini dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan sosial pasien yang berdampak pada kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSD Gunung Jati Cirebon berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lama menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 130 responden. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner Kidney Disease Quality of Life Short Form-36 (KDQOL-SF 36), sedangkan data karakteristik diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat. Responden berusia 46–55 tahun (38,5%), berjenis kelamin laki-laki (51,5%), berpendidikan SD (44,6%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (43,8%), dan telah menjalani hemodialisis selama 49–60 bulan (28,5%). Hasil: Sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kategori sedang (52,3%), diikuti kategori baik (36,2%), sangat baik (7,7%), dan buruk (3,8%), sedangkan tidak terdapat responden dengan kualitas hidup kategori sempurna. Simpulan: Gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSD Gunung Jati Cirebon didominasi oleh kategori sedang, dengan mayoritas responden merupakan kelompok usia lansia awal, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SD, bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan telah menjalani hemodialisis selama 49–60 bulan.