Abdul Rahman HI
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Analysis of Political Message Processing of Prabowo-Hatta and Jokowi-JK in the Indonesian Presidential Election 2014 in West Jakarta Abdul Rahman HI
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v5i1.469

Abstract

This research analyzed the political message processing of the voters of Prabowo-Hatta and Jokowi-JK in the Presidential Election 2014 in West Jakarta. The aim was to determine the influence of systematic and heuristic political message processing in the decision of beginner voters. Also, it targeted the political message processing model in the Presidential Election 2014. Quantitative research was used by conducting a survey and heuristic-systematic model was picked as the theory. It was derived into three variables, namely heuristic process variable, systematic process variable, and decision to choose president variable,. The result showed that the decision to vote Prabowo-Hatta was influenced more by systematic than heuristic political messages. On the other hand, the decision to elect Jokowi-JK was influenced more by heuristic than systematic political messages. If Prabowo-Hatta wished to improve their voters, they could strengthen the heuristic political message (emotional message), while for Jokowi / JK, they could strengthen the systematic political message (rational message).
Membaca Ulang Polarisasi Politik di Era Digital dalam Perspektif Sosiokultural dan Postkolonial Abdul Rahman HI
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2025): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 13 No. 2 Desember 2025
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.035.07

Abstract

Artikel ini mengkaji komunikasi politik lintas budaya di era digital pascakolonial dengan membandingkan konstruksi, sirkulasi, dan penafsiran pesan politik di tiga demokrasi multikultural: Indonesia, India, dan Nigeria. Melalui kombinasi Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis/CDA) dan etnografi digital, penelitian ini menganalisis keterkaitan antara warisan kolonial, infrastruktur media digital, dan narasi budaya dalam membentuk identitas politik serta wacana publik. Platform digital dipahami sebagai arena kontestasi tempat narasi populis, nasionalis, dan keagamaan direproduksi, dinegosiasikan, sekaligus ditantang. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama. Pertama, aktor politik secara strategis mereapropriasi simbol budaya dan sejarah untuk membangun legitimasi politik. Kedua, lingkungan digital berbasis algoritme memperkuat polarisasi melalui pembentukan ruang gema. Ketiga, muncul bahasa politik hibrida sebagai hasil negosiasi antara norma media global dan kerangka budaya lokal. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dan interpretatif dengan menganalisis wacana politik di Twitter/X, Facebook, dan YouTube, serta dilengkapi observasi etnografi digital terhadap interaksi publik dan peredaran narasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori komunikasi antarbudaya melalui pengajuan kerangka integratif yang memadukan kritik pascakolonial, ekologi media, dan semiotika politik. Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan ruang publik digital yang sensitif budaya, inklusif, dan tidak memperkuat polarisasi, khususnya dalam konteks demokrasi transisional yang dipengaruhi politik identitas dan amplifikasi algoritmik.