Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IbM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHANDAN PEMASARAN HASIL BUDIDAYA “CACING TANAH” ORGANIK JuliAstutik .; Sri Samsundari; Su’adah .; Zaenal Abidin
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4296

Abstract

IbM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHANDAN PEMASARAN HASIL BUDIDAYA “CACING TANAH” ORGANIKJuliAstutik1, Sri samsundari2, Su’adah3, Zaenal Abidin41,3,4 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhamamdiyah Malang2 Fakultas Pertania dan peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah MalangE-mail : 1)astutikjuli77@gmail.com, 2)srisamsundari@umm.ac.id, 3)Suadah-suadah@yahoo.com, 4)zenn_2112@yahoo.comABSTRAKBudidaya cacing tanah “organik” merupakan salah satu alternatif perluasan lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya masyarakat di pedesaan, mengingat ketersediaan lahan dan media yang sangat memadai, serta tekhnis budidaya yang tidak terlalu menyulitkan para peternak.Hasil dari budidaya cacing “organik” tersebut memiliki nilai komoditi eksport yang tinggi, mengingat akan kebaikan manfaat dari cacing itu sendiri. Program Iptek bagi Masyarakat tersebut dilakukan dengan kerjasama dengan 2 mitra peternakan cacing tanah “ Sido Mukti organik” dan KPCL Plaosan. Masalah yang dihadapi oleh kedua mitra ini adalah : Pengelolan usaha dan pemasaran hasil budidaya ternak cacing tanah yang masih tradisional. Solusi yang dilakukan adalah melakukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan berkaitan dengan pengolahan hasil ternak, dengan fokus pada : 1). Proses menghaluskan menjadi tepung dengan hasil yang berkualitas dan hibah peralatan mesin (glinder) dari Tim pelaksana IbM, 2) Pembuatan pupuk organik dari kotoran cacing kascing, 3) Manejemen tertib administrasi dan pembukuan, serta 4) pembuatan web untuk pemasaran online. Hasil implementasi program IbM ini adalah kelompok binaan dapat : 1) Mengelola usaha dengan mengoperasionalaisasikan alat modern (milik sendiri dari hibah Tim IbM ) baik pada proses pengeringan maupun penghalusan menjadi tepung 2) Memiliki keterampilan membuat pupuk organik dari kotoran cacing tanah (kascing), 3) Membuat catatan/administrasi dan pembukuan dan 4) Memiliki web sendiri yang dapat dijadikan sarana pemasaran via online.Kata kunci : Implementasi, Tehnologi, Budidaya, Cacing Tanah Organik,Pengelolaan Usaha, Pemasaran Online
PENGGUNAAN BAHAN OBAT ALAMI TERHADAP RESISTENSI BAKTERI Aeromonas hydrophilla YANG MENYERANG IKAN MAS (Cyprinus carpio) Sri Samsundari
Jurnal Gamma Vol. 2 No. 1 (2006): September
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ektrak kunyit dan temulawak terhadap resistensi dan daya hambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila serta perbedaan resistensi dan daya hambat kedua ekstrak tersebut terhadap pertumbuhan bakteri. Bahan alami yang digunakan adalah ekstrak temulawak dan kunyit, bakteri Aeromonas hydrophila, alat dan bahan untuk uji MIC dan Cakram. Penelitian dengan melakukan percobaan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk ektrak kunyit 6 perlakuan, ekstrak temulawak 5 perlakuan, yang masing masing 3 ulangan. Analisa data menggunakan Analisis Ragam serta diuji lanjut dengan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD). Untuk menguji perbedaan respon pada kedua ekstrak tersebut dilakukan Uji-T tak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji MIC untuk ekstrak kunyit 2.5 % dan ekstrak temulawak 5.0 % sedangkan hasil uji Cakram ekstrak kunyit : 2.5 %, 5 %, 7.5 %, 10 %, 12.5 % dan 15 % menunjukkan daya hambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila masing-masing 10.15 mm, 12.22 mm, 12.78 mm, 13.68 mm, 14.88 mm dan 15.55 mm serta Uji Cakram ekstrak temulawak : 5.0 %, 10.0 %, 15.0 %, 20 % dan 25 % menunjukkan daya hambatan pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila masing-masing 12.02 mm, 12.98 mm, 15.05 mm, 16.78 mm, dan 18.78 mm. Daya hambat pertumbuhan bakteri dengan menggunakan ekstrak kunyit dan temulawak masing-masing 14.35 mm dan 15.05 mm dengan konsentrasi sama sebesar 15 % menunjukkan adanya perbedaan (P < 0.05). Hasil penelitian menunjukan semakin tinggi ekstrak kunyit maupun temulawak yang digunakan maka semakin tinggi pula diameter daerah hambatan terhadap pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila dan pada konsentrasi penggunaan masing-masing 15 %, diameter daerah hambatan pada kedua ekstrak tersebut berbeda dengan diameter daerah hambatan lebih luas pada ekstrak temulawak.
KAJIAN DAMPAK PENCEMARAN LOGAM BERAT DI DAERAH SEKITAR LUAPAN LUMPUR SIDOARJO TERHADAP KUALITAS AIR DAN BUDIDAYA PERIKANAN Sri Samsundari; Ima Yudha Perwira
Jurnal Gamma Vol. 6 No. 2 (2011): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sri Samsundari1 & Ima Yudha Perwira21Staf Pengajar & 2Alumni Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian-PeternakanUniversitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangEmail: srisamsundari@umm.ac.idABSTRACTSidoarjo as one potential area of aquaculture ponds very wide. Aquaculture sector can contributelarge revenues for Sidoarjo regency, but with the emergence of mudflow case PT. Lapindo led to adecline in production in the aquaculture sector. One of the factors that can affect the productiondecline is the pollution of mudflow PT. Lapindo, which is heavy metal. The purpose of this studywas to conduct a study of the impact of the mudflow events in the District Sidoarjo for aquacultureactivities. Samples were tested heavy metal content in this study is the gill and shrimp meat andpond water samples and water reservoir. While heavy metals identified are lead (Pb), Mercury (Hg),Copper (Cu) and cadmium (Cd). Observations on heavy metal content of pond water samples andorgan gill and shrimp meat showed a relatively high number compared with the water quality standardfor production and consumption. In the area range first (5 km), the highest heavy metal contentsare shown in black tiger shrimp gill samples, the 0255 &plusmn; 0029 ppm (Lead), 0142 &plusmn; 0041 ppm(Mercury), 0694 &plusmn; 0048 ppm (Copper) and 0035 &plusmn; 0007 ppm (Cadmium). While in the area of thesecond range (10 km), the metal content highest weight indicated on the shrimp gill samples, namely0124 &plusmn; 0009 ppm (Lead) 0089 &plusmn; 0018 ppm (Mercury), 0356 &plusmn; 0013 ppm (Copper) and 0023 &plusmn;0004 ppm (Cadmium). In the third range area (15 km), similar results are shown in sample Gill 0049&plusmn; 0007 ppm (Lead), 0062 &plusmn; 0015 ppm (Mercury), 0091 &plusmn; 0018 ppm (Copper) and 0019 &plusmn; 0006ppm (Cadmium). The farther the distance from the center spurt pond, the less content heavy metalswas observed. However, the heavy metal content has been identified the majority of the area wasalso the third range has exceeded the water quality standard as well as production for consumptionexcept Lead (Pb) and Cadmium (Cd) on samples of pond water and mercury (Hg) in the samplesgills and shrimp meat.Keywords: heavy metals, aquaculture, shrimp
Analisis penerapan biofilter dalam sistem resirkulasi terhadap mutu kualitas air budidaya ikan sidat (Anguilla bicolor) Sri Samsundari; Ganjar Adhy Wirawan
Jurnal Gamma Vol. 8 No. 2 (2013): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis penerapan biofilter dalam sistem resirkulasi terhadap mutu kualitas air budidaya ikan sidat (Anguilla bicolor) Analysis of the application of biofilters in recirculation systems for aquaculture water quality eel (Anguilla bicolor)Sri Samsundari1 & Ganjar Adhy Wirawan21&2Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang Email : srisamsundari@umm.ac.idABSTRACTThis study aims to examine the use of biofilters and biofilter types corresponding to the system resirkuliasi water quality eel fish farming. In addition to the data from the first year of study is expected to be used as a basis to know the type of microorganisms present in the biofilter, biofilter and the workings of the water quality management process for aquaculture eel (Anguilla bicolor).This study, conducted at the Laboratory of Integrated Field Laboratory and Department of Fisheries Faculty of Agriculture and Animal Husbandry, University of Muhammadiyah Malang. The method used in this study is an experimental method to analyze the data using statistical test &lsquo;t&rsquo; or a different test.The study evaluated two types of biofilters include first biofilter treatment plant lettuce, mustard biofilter second treatment, and the third treatment without the use of biofilters. The water quality parameters that diamatia include temperature, pH, dissolved oxygen, ammonia, nitrate, nitrite, phosphate, and type of plankton.Key Word: Biofilter, Resirculation, Angilla bicolor.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan biofilter dan jenis biofilter sesuai dengan sistem resirkuliasi kualitas air budidaya ikan sidat. Selain data dari tahun pertama studi tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui jenis mikroorganisme hadir dalam biofilter, biofilter dan cara kerja proses pengelolaan kualitas air untuk budidaya belut (Anguilla bicolor). Penelitian ini, yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Laboratorium Lapangan dan Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen untuk menganalisis data menggunakan statistik uji &lsquo;t&rsquo; atau uji beda. Studi mengevaluasi dua jenis biofiltrasi termasuk biofilter pertama pabrik pengolahan selada, sawi biofilter perlakuan kedua, dan perlakuan ketiga tanpa menggunakan biofiltrasi. Parameter kualitas air yang diamatia termasuk suhu, pH, oksigen terlarut, amonia, nitrat, nitrit, fosfat, dan jenis plankton.Kata Kunci: Biofilter, resirkulasi, Angilla bicolor.