Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kemampuan Filter Rokok Non-Pakai Sebagai Adsorben Dalam Mengurangi Gas Emisi CO Dan HC Mukhammad Rifki Hendianto; Novirina Hendrasarie
Jurnal Serambi Engineering Vol 5, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v5i4.2355

Abstract

Air is the most important element for life. However, the air we breathe now tends to be dirty and not good for health. Air pollution occurs due to transportation activities. Cigarette filter manufacturers produce cigarette filters that are not suitable for use because they do not meet standards. This research utilizes an unused cigarette filter which can only become waste that was difficult to decompose by nature. This study aimed to assess the ability of unused cigarette filters to reduce gas emissions, carbon monoxide (CO), and hydrogen carbon (HC). This unused cigarette filter, known as an adsorbent, was made of highly absorbed cellulose acetate. These cigarette filter adsorbent has been studied on motorcycle exhausts since the 2000s. By modifying the type of cigarette filter, namely the ordinary cigarette filter in which carbon is added. The results showed that the unused cigarette filter was able to become an adsorbent for pollutants in the air, especially CO and HC. The type of cigarette filter that uses additional carbon has been shown to reduce CO and HC concentrations by 60% and 57.5%, respectively, than conventional cigarette filters.
PEMETAAN KUALITAS AIR DI KALI SURABAYA BERDASAR INDEKS MAKROINVERTEBRATA BENTHOS, DENGAN MODEL WinTWINS 2.3 Novirina Hendrasarie; Januar
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan Kali Surabaya dengan menggunakan model WinTWINS 2.3. Selain itu juga menentukan indeks biota Family Biotic Index (FBI) dan Lincoln Quality Index (LQI) manakah yang sesuai dengan karakteristik kualitas air Kali Surabaya. Stasiun penelitian berdasarkan tata guna lahan di sekitar lingkungan perairan di tiap bagian Kali Surabaya (hulu, tengah, hilir). Untuk menentukan indeks biota yang sesuai maka dilakukan uji korelasi masing – masing indeks biota terhadap parameter fisika kimia di Kali Surabaya. Indeks biota yang memiliki hasil terbaik akan dikaitkan dengan hasil pemetaan model WinTWINS 2.3 untuk dilihat kesesuaiannya. Dari hasil perhitungan menggunakan model WinTWINS 2.3, didapatkan Kali Surabaya dari hulu hingga hilir, dipetakan menjadi 3 site of group (SOG) A, B, C. Pada SOG A, yaitu di Sp I dan Sp II, termasuk dalam kategori kualitas air baik. Pada SOG B (Sp III, Sp V, Sp VI) termasuk dalam kategori buruk. Pada SOG C (Sp IV) termasuk dalam kategori cukup buruk. Makroinvertebrata benthos yang ditemukan di tiap SOG pun berbeda tergantung toleransinya terhadap lingkungan, beberapa diantaranya dari jenis polymitarcydae, baetidae, odonata
PEMETAAN KUALITAS AIR DI KALI SURABAYA BERDASAR INDEKS MAKROINVERTEBRATA BENTHOS, DENGAN MODEL WinTWINS 2.3 Novirina Hendrasarie; Januar
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.5

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan Kali Surabaya dengan menggunakan model WinTWINS 2.3. Selain itu juga menentukan indeks biota Family Biotic Index (FBI) dan Lincoln Quality Index (LQI) manakah yang sesuai dengan karakteristik kualitas air Kali Surabaya. Stasiun penelitian berdasarkan tata guna lahan di sekitar lingkungan perairan di tiap bagian Kali Surabaya (hulu, tengah, hilir). Untuk menentukan indeks biota yang sesuai maka dilakukan uji korelasi masing – masing indeks biota terhadap parameter fisika kimia di Kali Surabaya. Indeks biota yang memiliki hasil terbaik akan dikaitkan dengan hasil pemetaan model WinTWINS 2.3 untuk dilihat kesesuaiannya. Dari hasil perhitungan menggunakan model WinTWINS 2.3, didapatkan Kali Surabaya dari hulu hingga hilir, dipetakan menjadi 3 site of group (SOG) A, B, C. Pada SOG A, yaitu di Sp I dan Sp II, termasuk dalam kategori kualitas air baik. Pada SOG B (Sp III, Sp V, Sp VI) termasuk dalam kategori buruk. Pada SOG C (Sp IV) termasuk dalam kategori cukup buruk. Makroinvertebrata benthos yang ditemukan di tiap SOG pun berbeda tergantung toleransinya terhadap lingkungan, beberapa diantaranya dari jenis polymitarcydae, baetidae, odonata
PENGARUH LUAS RUANG TERBUKA HIJAU TERHADAP PENURUNAN NO2 BERDASARKAN NILAI TOTAL KOLOM CITRA SATELIT GOME 2 METOP-B Raden Kokoh Haryo Putro; Aussie Amalia; Novirina Hendrasarie
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.171

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor di Indonesia berpotensi menghasilkan emisi udara yang dapat mencemari lingkungan terutama kesehatan manusia. Parameter yang sering dijadikan acuan pencemaran oleh emisi kendaraan bermotor yaitu NO2. Pada saat ini citra satelit telah dikembangkan dan dimanfaatkan di berbagai bidang. Salah satunya yaitu guna melakukan pemantauan kualitas udara. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan analisa pengaruh rasio luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Surabaya dan Jakarta terhadap penurunan NO2 dilakukan pada penelitian ini. Metode yang digunakan dengan menggunakan data NO2 troposfer berdasarkan data total kolom NO2 citra satelit GOME 2 METOP B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan luar ruang terbuka memberikan pengaruh terhadap penurunan angka NO2 di udara.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SERABUT KELAPA DAN KULIT BUAH SIWALAN SEBAGAI ADSORBEN DAN MEDIA LEKAT BIOFILM PADA PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN SEQUENCING BATCH REACTOR Novirina Hendrasarie; Fransiska Febriana
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.182

Abstract

Air limbah domestik menjadi salah satu sumber pencemaran badan air dengan persentase mencapai 54,69% hal ini dapat menyebabkan meningkatnya kadar COD, TSS, dan Total N dalam badan air. Penelitian ini mengenai pengolahan limbah domestik apartemen menggunakan unit Sequencing Bacth Reactor (SBR) dengan penambahan serabut kelapa dan kulit siwalan sebagai media lekat biofilm dan adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas penggunaan serabut kelapa dan kulit siwalan sebagai media lekat biofilm dan adsorben dalam menurunkan kandungan COD, TSS, dan Total N. SBR dioperasikan dengan waktu retensi hidrolik (HRT) 12, 24, dan 36 jam serta laju aerasi yang sama yaitu 14 L/menit. Dari hasil penelitian didapatkan HRT optimum yaitu 36 jam dengan penambahan media lekat serabut kelapa. Dengan efisiensi penyisihan COD, TSS, dan Total N yang dihasilkan masing masing 92,86%, 98,15% dan 84,30%.