Rifko Harny Dwi Cahyo
Program Studi S1 Fisika Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Fluktuasi Intensitas Korona saat Gerhana Matahari Total 9 Hendra Agus Prastyo; Siti Wihdatul Himmah; Nurlatifah Kafilah; Rifko Harny Dwi Cahyo; Bambang Setiahadi
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2016: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2016
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3064.353 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v1i0.4512

Abstract

Abstract: Total solar eclipse on March 9, 2016, could only be observed optimally in Indonesia. It’s the best condition to analyze the intensity fluctuation of corona. Intensity data retrieval can  be done under the total solar eclipse because the corona are visible at that time. The data retrieval did not use coronagraph, but DSLR camera which connected to a telescope. This became a simple acquisition system. Intensity analysis was obtained by using IRIS 5.59 software and it has  200 pixels length in the corona. Height by intensity based data between 8,895.58-15,099.72 was equivalent to 4,000 km – 40,000.46 km from the defined solar’s surface. Keywords:  Total Solar Eclipse, Corona Image Intensity Abstrak: Gerhana Matahari total 9 Maret 2016, hanya bisa diamati secara optimal di Indonesia. Kejadian gerhana ini merupakan kondisi terbaik untuk menganalisis fluktuasi intensitas korona. Pengambilan data intensitas bisa dilakukan ketika terjadi gerhana Matahari total karena korona terlihat pada waktu itu. Pengambilan data tidak menggunakan koronagraf, melainkan menggunakan kamera DSLR yang terhubung ke teleskop. Metode ini merupakan metode pengambilan data yang menerapkan sistem akuisisi sederhana. Analisis intensitas korona dilakukan dengan menggunakan software IRIS 5.59 dan menggunakan data 200 piksel di korona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai intensitas korona berada pada rentangan 8.895,58-15.099,72, dimana nilai ini berada pada ketinggian 4.000 km - 40.000,46 km dari permukaan Matahari. Kata kunci : Gerhana Matahari Total, Intensitas Citra Korona