Adang Danial
Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Comm-Edu (Community Education Journal)

Partisipasi PLS Melalui Kader Pos Pelayanan (Posyandu) “Seruni” Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan di Masyarakat RW 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Syaefuddin Syaefuddin; Adang Danial; Lulu Yuliani
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.311 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Partisipasi PLS melalui Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) “Seruni” Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di Rw 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Target yang hendak dicapai Mendeskripsikan Partisipasi PLS melalui Kader Pos Pelayanan Terpadu (posyandu)“ Seruni ”Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di Rw 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Menghasilkan rekomendasi keilmuan Pendidikan Luar Sekolah,  mempublikasikan hasil penelitian pada prosiding, jurnal nasional maupun Internasioanal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Peneliti mengadakan pengamatan dan mencari data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan dari responden yang diamati. Peneliti secara terus menerus melaksanakan wawancara dengan informan secara mendalam untuk mengumpulkan data dari kader Posyandu. Teknik yang di gunakan, Teknik Triangulasi Data yaitu Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada bentuk partisipasi PLS  melalui kader Posyandu, seperti tenaga, uang  dan ikut dalam pelaksanaan program. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti pengetahuan, usia, pekerjaan, keluarga dan lokasi posyandu, serta upaya yang dilakukan kader untuk meningkatkan kesehatan balita dengan cara memberikan makanan tambahan, pemberian vitamin secara rutin setiap 6 bulan sekali, memberikan arahan dan penyuluhan mengenai kesehatan dan makanan bergizi untuk balita. 
Partisipasi PLS Melalui Kader Pos Pelayanan (Posyandu) “Seruni” Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan di Masyarakat RW 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Syaefuddin Syaefuddin; Adang Danial; Lulu Yuliani
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Partisipasi PLS melalui Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) “Seruni” Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di Rw 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Target yang hendak dicapai Mendeskripsikan Partisipasi PLS melalui Kader Pos Pelayanan Terpadu (posyandu)“ Seruni ”Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di Rw 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Menghasilkan rekomendasi keilmuan Pendidikan Luar Sekolah,  mempublikasikan hasil penelitian pada prosiding, jurnal nasional maupun Internasioanal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Peneliti mengadakan pengamatan dan mencari data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan dari responden yang diamati. Peneliti secara terus menerus melaksanakan wawancara dengan informan secara mendalam untuk mengumpulkan data dari kader Posyandu. Teknik yang di gunakan, Teknik Triangulasi Data yaitu Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada bentuk partisipasi PLS  melalui kader Posyandu, seperti tenaga, uang  dan ikut dalam pelaksanaan program. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti pengetahuan, usia, pekerjaan, keluarga dan lokasi posyandu, serta upaya yang dilakukan kader untuk meningkatkan kesehatan balita dengan cara memberikan makanan tambahan, pemberian vitamin secara rutin setiap 6 bulan sekali, memberikan arahan dan penyuluhan mengenai kesehatan dan makanan bergizi untuk balita.